TEKS SULUH


Sabtu, 26 Juli 2014

Sastra Zaman Majapahit Awal :

Pada zaman Majapahit bidang sastra sangat berkembang. Hasil sastranya dapat dibagi menjadi zaman Majapahit Awal dan Majapahit Akhir.
1) Sastra Zaman Majapahit Awal :
a) Kitab Negara Kertagama, karangan Empu Prapanca. Isinya tentang keadaan kota Majapahit, daerah-daerah jajahan dan perjalanan Hayam Wuruk mengelilingi daerah-daearah kekuasaannya. Selain itu, juga disebutkan adanya upacara Sradda untuk Gayatri, mengenai pemerintahan dan kehidupan keagamaan zaman Majapahait. Kitab ini sebenarnya lebih bernilai sebagai sumber sejarah budaya daripada sumber sejarah politik. Sebab, mengenai raja-raja yang berkuasa hanya disebutkan secara singkat, terutama raja-raja Singasari dan Majapahit lengkap dengan tahun.
b) Kitab Sotasoma, karangan Empu Tantular. Isinya tentang riwayat Sotasoma, seorang anak raja yang menjadi pendeta Buddha. Ia bersedia mengorbankan dirinya untuk kepentingan semua makhluk yang ada dalam kesulitan. Oleh karena itu, banyak orang yang tertolong olehnya. Di dalam Kitab ini terdapat ungkapan yang berbunyi; "Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrawa", yang kemudian dipakai sebagai motto Negara kita.
c) Kitab Arjunawijaya, karangan Empu Tantular. Isinya tentang raksasa yang berhasil dikalahkan oleh Arjuna Sasrabahu.
d) Kitab Kunjarakarna, tidak diketahui pengarangnya. Isinya menceritakan tentang raksasa Kunjarakarna yang ingin menjadi manusia. Ia menghadap Wairocana dan diizinkan melihat neraka. Oleh karena taat kepada agama Buddha, akhirnya apa yang diinginkannya terkabul.
e) Kitab Parthayajna, juga tidak diketahui pengarangnya. Isinya tentang keadaan Pandawa setelah kalah main dadu, yang akhirnya mereka mengembara di hutan.
2) Sastra Zaman Majapahit Akhir
Hasil karya sastra Majapahit Akhir, ditulis dengan bahasa Jawa Tengah. Di antaranya yang ditulis dalam bentuk tembang (kidung), dan ada pula yang berbentuk gancaran (prosa).
a) Kitab Pararaton, isinya sebagian besar cerita mitos atau dongeng tentang raja-raja Singasari dan Majapahit. Selain itu, juga diceritakan tentang Jayanegara, pemberontakan Ranggalawe dan Sora, serta peristiwa Bubat.
b) Kitab Sudayana, isinya tentang Peristiwa Bubat, yaitu rencana perkawinan yang kemudian berubah menjadi pertempuran antara Pajajaran dan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada. Dalam pertempuran itu raja Sunda (Sri Baduga Maharaja) dengan para pembesarnya terbunuh, sedangkan Dyah Pitaloka sendiri kemudian bunuh diri. Kitab ini ditulis dalam bentuk kidung.
c) Kitab Sorandakan, ditulis dalam bentuk kidung, menceritakan tentang pemberontakan Sora terhadap Raja Jayanegara di Lumajang.
d) Kitab Ranggalawe, ditulis dalam bentuk kidung dan menceritakan tentang pemberontakan Ranggalawe dari Tuban terhadap Jayanegara.
e) Kitab Panjiwijayakrama, ditulis dalam bentuk kidung dan isinya riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja Majapahit.
f) Kitab Usana Jawa, tentang penaklukan Bali oleh Gajah Mada dan Aryadamar.
g) Tantu Panggelaran, tentang pemindahan gunung Mahameru ke Pulau Jawa oleh Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa. Runtuhan gunung Mahameru sepanjang pulau Jawa menjadi gunung-gunung di Jawa.
h) Kitab Calon Arang, isinya tentang seorang tukang tenung yang bernama Calon Arang yang hidup pada masa pemerintahan Airlangga. Ia mempunyai anak yang sangat cantik, tetapi tidak ada yang berani meminangnya. Calon Arang dengan sendirinya merasa terhina dan menyebarkan penyakit di seluruh negeri. Atas perintah Airlangga ia dapat dibunuh oleh Empu Bharada

Rg Bagus Warsono Bicara

Tokoh-tokoh penyair yang berhasil boleh patut ditiru dan dipelajari keberhasilannya, namun disarankan untuk tidak 'membebek' . Jika kalian 'membebek', maka selamanya hanya dalam 'barisan bebek'. Dan tak didengar walau teriak oleh penggembalanya. Yang diperhatikan oleh penggembala itu hanya telornya.

ROAD SHOW ‘PUISI MELAWAN KORUPSI’ 2014 DI PEKANBARU, RIAU – 15 Juli 2014

Sambut Geliat sastra 2014 !!!
HASIL RAPAT PERSIAPAN
ROAD SHOW ‘PUISI MELAWAN KORUPSI’ 2014
DI PEKANBARU, RIAU – 15 Juli 2014
Peserta Rapat: Fakhrunnas MA Jabbar (Inisiator), Husnu Abadi, Murdock ‘Sastra
Riau’, Muhammad Asqalani Eneste, Agus Sri Danardana (via Telepon)
Keputusan Rapat:
1. Kegiatan Road Show PMK Riau di Pekanbaru akan digelar tanggal 11 (Kamis)- 14 (Minggu) September 2014 dalam rangkaian kegiatan Pekan Sastra Balai Bahasa Provinsi Riau.
Peserta : 15 sastrawan luar Riau, 30 sastrawan Riau, 30 utusan Balai Bahasa, guru, mahasiswa dan pelajar SMA.
2. Tim Kerja PMK Riau (bersifat sukarela):
- Penasehat: Agus Sri Danardana (Balai Bahasa), Kazzaini Ks (Dewan Kesenian Riau), Nazirun (FKIP UIR), Junaidi (Univ. Lancang Kuning).
- Ketua : Muhammad Husnu Abadi
- Sekretaris : Fakhrunnas MA Jabbar
- Anggota : Murdock Sastra Riau, Muhammad Asqalani Eneste.
3. Jadwal Kegiatan (Tentatif):
Hari I (Kamis, 11 Sep) :
- Pagi-sore (Kedatangan dan pendaftaran peserta dari luar Riau)
- Malam (Menghadiri acara Pembukaan Pekan Sastra Balai Bahasa se Sumatera).
Hari II (Jumat, 12 Sep):
- Pagi (Road Show Baca Puisi dan Diskusi di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru – menunggu konfirmasi)
- Siang- Sore (Pembukaan Road Show PMK Riau dilanjutkan Seminar Nasional Kebudayaan Melayu dan Pembrantasan Korupsi) di Hotel Pangeran Pekanbaru.
Pembicara (Tentatif): Al azhar (Budayawan), Sosiawan Leak (Sastrawan), Fakhrunnas MA Jabbar (Sastrawan), Dr. Junaidi (Akademisi).
Peserta: Peserta PMK, Utusan Balai Bahasa se Sumatera, Guru dan Mahasiswa.
- Malam (Baca Puisi dan Diskusi di Dewan Kesenian Riau (sudah dikonfirmasi)
Hari III (Sabtu, 13 Sep):
- Pagi (Road Show Baca Puisi dan Diskusi di Universitas Islam Riau – sudah dikonfirmasi)
- Siang-Sore (City Tour Pekanbaru)
- Malam (Penutupan PMK Riau/ Free Program)
Hari IV (Minggu, 14 Sep)
- Pagi- Siang (Kepulangan Peserta Luar Riau).
4. Fasilitas bagi Peserta Luar Riau.
a. Tanggungan Panitia:
- Akomodasi hotel/ konsumsi selama 3 malam – 11- 14 Sep bagi maksimum 20 peserta/ sastrawan.
- Honorarium baca puisi @ Rp. 500.000 (Tentatif)
- Transportasi lokal, penjemputan/ pengantaran di Bandara SSK II Pekanbaru dan lokasi/ tempat kegiatan.
b. Tanggungan Peserta:
- Transportasi kedatangan/ kepulangan (Panitia akan mengirim Undangan Resmi yang bisa dipergunakan untuk mendapatkan bantuan/sponsorship di daerah masing-masing).
5. Untuk koordinasi/ komunikasi:
1. Riau: Husnu Abadi (08127537054)
2. Fakhrunnas MA Jabbar (08127532100)
3. Murdock Sastra Riau (085355506050)
4. Muhammad Asqolani Eneste (087893023072)
5. Agus Sri Danardana (08161370816)
Demikian hasil rapat Road Show PMK Riau ini untuk dapat diketahui sebagai koordinasi.
Pekanbaru, 15 Juli 2014
Inisiator,
Fakhrunnas MA Jabbar

Rabu, 16 Juli 2014

Daftar Sastrawan Indonesia versi wikipedia banyak dipertanyakan akan fisik karya sastranya


Penyair:
Acep Syahril
Acep Zamzam Noor
Afrizal Malna
Alan Hogeland
Agam Wispi
Agus R. Sarjono
Ahmadun Yosi Herfanda
Amir Hamzah
Beni Setia
Binhad Nurrohmat
Chairil Anwar
Cucuk Espe
D. Zawawi Imron
Djamil Suherman
Dorothea Rosa Herliany
Goenawan Mohammad
H.B. Jassin
Joebaar Ajoeb
Joko Pinurbo
Jose Rizal Manua
Mawie Ananta Jonie
Medy Loekito
Muhammad Rois Rinaldi
Mustofa Bisri
Nana Riskhi Susanti
Nirwan Dewanto
Putu Oka Sukanta
Remy Sylado
W.S. Rendra
Rivai Apin
Sam Haidy
Sapardi Djoko Damono
Sitor Situmorang
Sobron Aidit
Subagio Sastrowardoyo
Sutan Takdir Alisyahbana
Sutardji Calzoum Bachri
T. Wijaya
Taufiq Ismail
Toto ST. Radik
Udo Z. Karzi
Usmar Ismail
Utuy Tatang Sontani
Widji Thukul
Cerpenis:
A.S. Laksana
Ahmadun Yosi Herfanda
Akmal Nasery Basral
Ali Akbar Navis
Armijn Pane
Cucuk Espe
Danarto
Eko Tunas
Hamka
Hamsad Rangkuti
Helvy Tiana Rosa
Korrie Layun Rampan
Kuntowijoyo
Leila S. Chudori
Palti R Tamba
Raudal Tanjung Banua
Seno Gumira Ajidarma
Novelis:
Ahmad Fuadi
Akmal Nasery Basral
Andrea Hirata
Armijn Pane
A.S. Laksana
Asma Nadia
Ayu Utami
Budi Darma
Cucuk Espe
Dewi Lestari
Djamil Suherman
Gola Gong
Habiburrahman El Shirazy
Herlinatiens
Marah Rusli
Marga T
Mochtar Lubis
Motinggo Busye
Nasjah Djamin
Nh. Dini
Pramoedya Ananta Toer
Raditya Dika
Remy Silado
Selasih
Sobron Aidit
Suwarsih Djojopuspito
T. Wijaya
Titie Said
Titis Basino
Toha Mochtar
Umar Kayam
Y.B.Mangunwijaya
Kritikus/Eseis :
Agus R. Sarjono
Abdul Hadi WM
Budi Darma
Cucuk Espe
Dami N. Toda
Emha Ainun Nadjib
Goenawan Mohamad
Jakob Sumardjo
Maman S. Mahayana
Nirwan Dewanto
Putu Wijaya
Soe Hok Gie
Lain-lain[sunting | sunting sumber]
A. Mustofa Bisri
A.A. Navis
A.S. Dharta
A.S. Laksana
Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati
Abdul Hadi WM
Abdul Muis
Acep Syahril
Acep Zamzam Noor
Achdiat K. Mihardja
Adinegoro
Agus R. Sarjono
Ahmad Tohari
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akmal Nasery Basral
Ali Akbar Navis
Amir Hamzah
A.A. Pandji Tisna
Andrea Hirata
Aoh K. Hadimadja
Ari Setya Ardhi
Arifin C. Noer
Armijn Pane
Arswendo Atmowiloto
Asep S. Sambodja
Asma Nadia
Asrul Sani
Ayatrohaedi
Ayu Utami
Beni Setia
Binhad Nurrohmat
Bokor Hutasuhut
Bonari Nabonenar
Bondan Winarno
Budi Darma
Budi P. Hatees
Clara Ng
Cucuk Espe
D. Zawawi Imron
Dami N. Toda
Danarto
Darman Moenir
Darmanto Jatman
Dewi Lestari
Dian Hartati
Dina Oktaviani
Djamil Suherman
Djenar Maesa Ayu
Dorothea Rosa Herliany
Dyah Merta
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Tunas
Emha Ainun Nadjib
Emral Djamal Datuk Rajo Mudo
FX Rudi Gunawan
Gerson Poyk
Godi Suwarna
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Gus tf Sakai
Habiburrahman El Shirazy
Hamka
Hamsad Rangkuti
Helvy Tiana Rosa
Hersri Setiawan
Ibnu Wahyudi
Idrus
Isbedy Stiawan ZS
Iswadi Pratama
Iwan Simatupang
Iyut Fitra
J.E. Tatengkeng
Jakob Sumardjo
Korrie Layun Rampan
Kuntowijoyo
Kwee Tek Hoay
Linus Suryadi AG
Maman S. Mahayana
Mansur Samin
Marah Roesli
Marga T
Marianne Katoppo
Medy Loekito
Mh. Rustandi Kartakusuma
Mochtar Lubis
Mohammad Diponegoro
Motinggo Busye
Nh. Dini
Nirwan Dewanto
Noorca M. Massardi
Nova Riyanti Yusuf
Nugroho Notosusanto
Nur Sutan Iskandar
Oyos Saroso HN
Palti R Tamba
Panji Utama
Piek Ardijanto Soeprijadi
Pramoedya Ananta Toer
Primadonna Angela
Putu Wijaya
Rachmat Djoko Pradopo
Radhar Panca Dahana
Ragdi F. Daye
Ramadhan K.H.
Ratih Kumala
Ratna Indraswari Ibrahim
Remy Sylado
Rieke Diah Pitaloka
Rosihan Anwar
Rusman Sutiasumarga
S. Yoga
Sanusi Pane
Sapardi Djoko Damono
Selasih/Seleguri
Seno Gumira Ajidarma
Sindhunata
Sitok Srengenge
Sitor Situmorang
SM Ardan
SN Ratmana
Sobron Aidit
Sosiawan Leak
Subagio Sastrowardoyo
Suman Hs
Suparto Brata
Sutan Takdir Alisjahbana
Sutardji Calzoum Bachri
Suwarsih Djojopuspito
T. Wijaya
Tajuddin Noor Gani
Taufiq Ismail
Timur Sinar Suprabana
Titie Said
Titis Basino
Toha Mochtar
Toto Sudarto Bachtiar
Trisno Sumardjo
Trisnojuwono
Triyanto Triwikromo
Tulis Sutan Sati
Udo Z. Karzi
Ugoran Prasad
Umar Junus
Umar Kayam
Umbu Landu Paranggi
Usmar Ismail
Utuy Tatang Sontani
W.S. Rendra
Widji Thukul
Wisran Hadi
Y. Wibowo
Yonathan Rahardjo
Yudhistira ANM Massardi
Zainal Afif
Zainud

DUNIA PENYAIR ITU


Oleh Rg Bagus Warsono
Seperti tumbuhan pohon dalam hutan
Ada yang bermanfaat ada yang semak tak beguna
Ada yang tinggi rimbun dan mengayomi sesama ada yang terpencil tumbuh di atas batu.
Ada yang homogen dengan komunitasnya tersendiri ada yang unik dan langka
Ada yang sudah tua berbuah lebat dan ada yang baru tunas dengan kelopak kembang
Ada menjulang ada yang merambat mencari sandaran
Ada dirambati tumbuhan lain ada yang menjadi benalu
Ada yang beraroma khas ada yang berbau busuk bangkai
Ada yang berbunga indah namun ada yang berduri
Aku hanya tumbuhan ada di hutan penyair
diantara heterogen hutan itu
Aku ingin menjadi pohon sono keling yang berguna sebagai kayu furniture
Aku ingin menjadi bunga kantil dalam hutan yang mekar semerbak
Aku ingin menjadi durian menoreh yang nikmat dimakan
Atau aku menjadi rotan yang menjalar diantara semua pohon
Wanakaya, 15-7-14

Sastrawan Indonesia versi Wikipedia

Penyair:
Acep Syahril
Acep Zamzam Noor
Afrizal Malna
Alan Hogeland
Agam Wispi
Agus R. Sarjono
Ahmadun Yosi Herfanda
Amir Hamzah
Beni Setia
Binhad Nurrohmat
Chairil Anwar
Cucuk Espe
D. Zawawi Imron
Djamil Suherman
Dorothea Rosa Herliany
Goenawan Mohammad
H.B. Jassin
Joebaar Ajoeb
Joko Pinurbo
Jose Rizal Manua
Mawie Ananta Jonie
Medy Loekito
Muhammad Rois Rinaldi
Mustofa Bisri
Nana Riskhi Susanti
Nirwan Dewanto
Putu Oka Sukanta
Remy Sylado
W.S. Rendra
Rivai Apin
Sam Haidy
Sapardi Djoko Damono
Sitor Situmorang
Sobron Aidit
Subagio Sastrowardoyo
Sutan Takdir Alisyahbana
Sutardji Calzoum Bachri
T. Wijaya
Taufiq Ismail
Toto ST. Radik
Udo Z. Karzi
Usmar Ismail
Utuy Tatang Sontani
Widji Thukul
Cerpenis:
A.S. Laksana
Ahmadun Yosi Herfanda
Akmal Nasery Basral
Ali Akbar Navis
Armijn Pane
Cucuk Espe
Danarto
Eko Tunas
Hamka
Hamsad Rangkuti
Helvy Tiana Rosa
Korrie Layun Rampan
Kuntowijoyo
Leila S. Chudori
Palti R Tamba
Raudal Tanjung Banua
Seno Gumira Ajidarma
Novelis[sunting | sunting sumber]
Ahmad Fuadi
Akmal Nasery Basral
Andrea Hirata
Armijn Pane
A.S. Laksana
Asma Nadia
Ayu Utami
Budi Darma
Cucuk Espe
Dewi Lestari
Djamil Suherman
Gola Gong
Habiburrahman El Shirazy
Herlinatiens
Marah Rusli
Marga T
Mochtar Lubis
Motinggo Busye
Nasjah Djamin
Nh. Dini
Pramoedya Ananta Toer
Raditya Dika
Remy Silado
Selasih
Sobron Aidit
Suwarsih Djojopuspito
T. Wijaya
Titie Said
Titis Basino
Toha Mochtar
Umar Kayam
Y.B.Mangunwijaya
Kritikus/Eseis:
Agus R. Sarjono
Abdul Hadi WM
Budi Darma
Cucuk Espe
Dami N. Toda
Emha Ainun Nadjib
Goenawan Mohamad
Jakob Sumardjo
Maman S. Mahayana
Nirwan Dewanto
Putu Wijaya
Soe Hok Gie
Lain-lain:
A. Mustofa Bisri
A.A. Navis
A.S. Dharta
A.S. Laksana
Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati
Abdul Hadi WM
Abdul Muis
Acep Syahril
Acep Zamzam Noor
Achdiat K. Mihardja
Adinegoro
Agus R. Sarjono
Ahmad Tohari
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akmal Nasery Basral
Ali Akbar Navis
Amir Hamzah
A.A. Pandji Tisna
Andrea Hirata
Aoh K. Hadimadja
Ari Setya Ardhi
Arifin C. Noer
Armijn Pane
Arswendo Atmowiloto
Asep S. Sambodja
Asma Nadia
Asrul Sani
Ayatrohaedi
Ayu Utami
Beni Setia
Binhad Nurrohmat
Bokor Hutasuhut
Bonari Nabonenar
Bondan Winarno
Budi Darma
Budi P. Hatees
Clara Ng
Cucuk Espe
D. Zawawi Imron
Dami N. Toda
Danarto
Darman Moenir
Darmanto Jatman
Dewi Lestari
Dian Hartati
Dina Oktaviani
Djamil Suherman
Djenar Maesa Ayu
Dorothea Rosa Herliany
Dyah Merta
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Tunas
Emha Ainun Nadjib
Emral Djamal Datuk Rajo Mudo
FX Rudi Gunawan
Gerson Poyk
Godi Suwarna
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Gus tf Sakai
Habiburrahman El Shirazy
Hamka
Hamsad Rangkuti
Helvy Tiana Rosa
Hersri Setiawan
Ibnu Wahyudi
Idrus
Isbedy Stiawan ZS
Iswadi Pratama
Iwan Simatupang
Iyut Fitra
J.E. Tatengkeng
Jakob Sumardjo
Korrie Layun Rampan
Kuntowijoyo
Kwee Tek Hoay
Linus Suryadi AG
Maman S. Mahayana
Mansur Samin
Marah Roesli
Marga T
Marianne Katoppo
Medy Loekito
Mh. Rustandi Kartakusuma
Mochtar Lubis
Mohammad Diponegoro
Motinggo Busye
Nh. Dini
Nirwan Dewanto
Noorca M. Massardi
Nova Riyanti Yusuf
Nugroho Notosusanto
Nur Sutan Iskandar
Oyos Saroso HN
Palti R Tamba
Panji Utama
Piek Ardijanto Soeprijadi
Pramoedya Ananta Toer
Primadonna Angela
Putu Wijaya
Rachmat Djoko Pradopo
Radhar Panca Dahana
Ragdi F. Daye
Ramadhan K.H.
Ratih Kumala
Ratna Indraswari Ibrahim
Remy Sylado
Rieke Diah Pitaloka
Rosihan Anwar
Rusman Sutiasumarga
S. Yoga
Sanusi Pane
Sapardi Djoko Damono
Selasih/Seleguri
Seno Gumira Ajidarma
Sindhunata
Sitok Srengenge
Sitor Situmorang
SM Ardan
SN Ratmana
Sobron Aidit
Sosiawan Leak
Subagio Sastrowardoyo
Suman Hs
Suparto Brata
Sutan Takdir Alisjahbana
Sutardji Calzoum Bachri
Suwarsih Djojopuspito
T. Wijaya
Tajuddin Noor Gani
Taufiq Ismail
Timur Sinar Suprabana
Titie Said
Titis Basino
Toha Mochtar
Toto Sudarto Bachtiar
Trisno Sumardjo
Trisnojuwono
Triyanto Triwikromo
Tulis Sutan Sati
Udo Z. Karzi
Ugoran Prasad
Umar Junus
Umar Kayam
Umbu Landu Paranggi
Usmar Ismail
Utuy Tatang Sontani
W.S. Rendra
Widji Thukul
Wisran Hadi
Y. Wibowo
Yonathan Rahardjo
Yudhistira ANM Massardi
Zainal Afif
Zainud

Daftar Seniman Indonesia

Pelawak[sunting | sunting sumber]
Aom Kusman
Ateng
Benyamin Suaeb
Bing Slamet
Djalal
Eddy Sud
Iskak
Iwel Wel
S. Bagio
Taufik Savalas
Trubus
Dono
Kasino
Indro
Doyok
Kadir
Bolot
Jojon
Yati Pesek
Tarzan
Dorce
Akri
Eko Patrio
Parto
Sule
Andre Taulany
Azis Gagap
Nunung
Raditya Dika
Olga Syahputra
Raffi Ahmad
Jessica Iskandar
Oppie Kumis
Arief Muhammad
Melaney Ricardo
Kartika Putri
Gading Marten
Bimantara Budiman
Luna Maya
Basuki
Butet Kartaredjasa
Narji
Kiwil
Komeng
Adul
Alit Susanto
Yadi Sembako
Pepeng
Tora Sudiro
Uya Kuya
Tarno
Andhika Pratama
Pelukis[sunting | sunting sumber]
A.D. Pirous
Abdullah Suriosubroto
Affandi
Agus Kamal
Bagus Warsono
Asri Nugroho
Barli Sasmitawinata
Basuki Abdullah
Batara Lubis
Chusin Setiadikara
Darma Lungit
Diyanto
Delsy Syamsumar
Dirot Kadirah
Dullah
Hendra Gunawan
Henk Ngantung
I Gusti Nengah Nurata
I. B. Said
Itji Tarmizi
Kartika Affandi
Lee Man Fong
Lian Sahar
Muhammad Faisal
Muslim Saleh
Nashar
Odji Lirungan
Pirngadie
Raden Saleh
Rusli
S.Sudjojono
Sodikun Assedangi
Srihadi Soedarsono
Sudarso
Syayidin
Taufan St
Tio Tjay
Wahdi
Wakidi
Lucia Hartini
Seno Wahyu Sampurno
Pematung[sunting | sunting sumber]
Dolorosa Sinaga
Edhi Sunarso
Gregorius Sidharta
I Nyoman Alim Mustapha
I Nyoman Nuarta
Pemeran[sunting | sunting sumber]
Atiqah Hasiholan
Ario Bayu
Anjasmara
Agnes Monica
Dude Herlino
Nikita Willy
Rieke Diah Pitaloka
Atalarik Syah
Rezky Aditya
Asmirandah
Citra Kirana
Cinta Laura
Joe Taslim
Iko Uwais
Aly Syarief
Laura Basuki
Widyawati
Christine Hakim
Dian Sastrowardoyo
Eva Arnasz
Fifi Young
Nurul Arifin
Emir Mahira
Sophan Sophiaan
Titi Kamal
Tora Sudiro
Pemusik[sunting | sunting sumber]
Sawung Jabo
A. Riyanto
Acil Bimbo
Ahmad Dhani
Amir Pasaribu
Ananda Sukarlan
Andjar Any
Annie Landouw
Asep Hidayat
Benny Mustapha
Bill Saragih
Bintang Sudibyo
Bubi Chen
Charles Hutagalung
Dewa Budjana
Dwiki Dharmawan
Ebiet G. Ade
Erwin Gutawa
Franky Sahilatua
Gatot Sunyoto
Guruh Soekarnoputra
Harry Roeslie
Idang Rasjidi
Idris Sardi
Ireng Maulana
Ismail Marzuki
Iwan Fals
Jaka Bimbo
Karmila Warouw
Kiboud Maulana
Kris Biantoro
Liberty Manik
Maylaffayza Wiguna
Mochtar Embut
Murry Koes Plus
Nortier Simanungkalit
Panjaitan Bersaudara
Pranajaya
Purwacaraka
Reynold Panggabean
Rhoma Irama
Rinto Harahap
Rose Pandanwangi
Said Effendi
Sam Bimbo
Tantowi Yahya
Tonny Koeswoyo
Waldjinah
WR Soepratman
Yok Koeswoyo
Gatot Danar
Penata Tari[sunting | sunting sumber]
Bagong Kussudiardjo
Boy G. Sakti
Deddy Luthan
Didik Nini Thowok
Ery Mefri
Osman Gumanti
Retno Maruti
Rusdi Rukmarata
Sardono W. Kusumo
Swasthi Widjaja Bandem
Penyair[sunting | sunting sumber]
Chairil Anwar
Cucuk Espe
Sutardji Calzoum Bachri
Taufiq Ismail
Widji Thukul
WS Rendra
Sapardi Djoko Damono
M Aan Mansyur
Goenawan Mohammad
Penyanyi[sunting | sunting sumber]
Agnes Monica
Ahmad Albar
Andi Meriem Matalatta
Anggun C. Sasmi
Arman Maulana
Bob Tutupoly
Broery Marantika
Christine Panjaitan
Chrisye
Cynthia Maramis
Dewi Yul
Diana Nasution
Doel Sumbang
Elly Kasim
Emilia Contessa
Fariz RM
Hetty Koes Endang
Iin Parlina
Inul Daratista
Krisdayanti
Koes Hendratmo
Lilis Suryani
Mansyur S
Meggy Z
Melly Goeslaw
Muchsin Alatas
Rachmat Kartolo
Rita Butar-butar
Ruth Sahanaya
Sherina Munaf
Sundari Sukoco
Syaharani
Tetty Kadi
Titiek Puspa
Titiek Sandhora
Titik Dwi Jayati
Perancang Busana[sunting | sunting sumber]
Anne Avantie
Barli Asmara
Ghea Panggabean
Itang Yunasz
Ivan Gunawan
Iwan Tirta
Hengky Kawilarang
Non Kawilarang
Oscar Lawalata
Ramli
Samuel Wattimena
Tex Saverio
Thomas Sigar
Sutradara[sunting | sunting sumber]
Alam Surawidjaja
Ami Prijono
Anjar Asmara
Arifin C. Noer
Arizal
Asrul Sani
Awaludin
D. Djajakusuma
Dasri Yacob
Deddy Mizwar
Djamaludin Malik
Edwin
Franklin Darmadi
Fred Young
Garin Nugroho
Hanung Bramantyo
Hasmanan
Ida Farida
Imam Putra Piliang
Ismail Sofyan Sani
Jajang C. Noer
Jo An Djan
John de Rantau
Jopijaya Burnama
Joshua Pandelaki
Joshua Wong
Lie Soen Bok
Lukman Hakim Nain
Misbach Yusa Biran
Nan Achnas
Nasri Cheppy
Nawi Ismail
Nico Pelamonia
Othniel Wong
Pitrajaya Burnama
Riri Riza
Rizal Mantovani
Rudi Soedjarwo
Rustam Sutan Palindih
Salman Aristo
Tan Tjoei Hock
Teguh Karya
Upi Avianto
Usmar Ismail
Wim Umboh
Lain-lain[sunting | sunting sumber]
Agus Djaya
Andi Riyanto
Arian Arifin a.k.a Arian 13
Charlotte Soetisno D. Poesponegoro
Chendra Panatan
Deddy Damhudi
Djoko Pekik
Iravati Soediarso
Jasir Syam
Jaya Suprana
Kunang Andries
Mariorossen
Otto Djaya
Popo Iskandar
Pranawengrum
Riann Pelor
Sal Murgiyanto
Slamet Abdul Syukur
Srihadi
Sunaryo Joyopuspito
Victor Ganap

Sabtu, 05 Juli 2014

Mencermati puisi penyir Jambi Dimas Arika Mihardja

Puisi 'Reformasi Mental ' karya Dimas Arika Mihardja seakan wujud sumbangsih penyair untuk negeri ini. Banyak orang berpendapat, puisi itu jujur, memang benar. Tetapi dibalik itu adalah cerminan hati sastrawan yang bersih. Penyair slalu menginginkan keindahan tidak hanya dalam karya-karyanya namun juga dalam kehidupan nyata ia menginginkan keindahan itu. Mungkin saja berpendapat puisi diperuntukan untuk hadiah seseorang, bingkisan moment tertentu, atau mencatat peristiwa sejarah. Seperi puisi 'Kerawang Bekasi' karya Chairil Anwar itu boleh jadi puisi dengan kandungan nilai sejarah bangsa ini. Namun jangan mengira puisi tanpa pesan. Sebagailayaknya puisi-puisi lainnya memiliki makna pesan yang dalam buat kita. Mari kita cermati puisi 'Reformasi Mental karya Dimas Arika Miharja ini:
Reformasi Mental
Sajak Dimas Arika Mihardja
setelah lelah ibadah, lidah rasa terbelah
dan sajadah menghitam basah
dibasuh resahresah waktu memburu
setelah reformasi api
kini kita masuk dan masak reformasi mental
bukan reformasi metal--merah total
tapi reformasi diri terus-menerus
reformasi jejaring birokrasi terus-menerus
reformasi mengubah kemalasan menjadi kilau emas
reformasi mengubah laknat jadi rahmat
reformasi niat jahat menjadi jihat
reformasi ciptakan harmoni
reformasi ciptakan jalan damai
reformasi menghargai keberagaman
dan perbedaan
Juli 2014
Demikian Dimas sengaja memberikan ketegasan ajakan itu. Meski pada bait awal memberikan bobotnya sebuah puisi ,...dibasuh resah-resah waktu memburu. // namun bait selanjutnya Dimas merubah gayanya sehingga tampak ketegasan itu.
oleh : Rg RgBagus Warsono

Jumat, 04 Juli 2014

fenomena alam pada puisi Risalah Api Elang Matahari Mas , karya Enka Arnasi.

Fenomena alam adalah pertanda kehidupan atau sebaliknya kehidupan dimirip-miripkan dengan alam, bisa ditandai dengan peristiwa alam dan perilaku hewan dan tumbuhan, Seperti dalam bait ketiga penyair Jambi , Eka Arnasi, ini adalah gambaran fenomena itu....// "Elang bukan pengejar musim
Bukan pemigrasi panjang Utara-Selatan
Atau pengeram tahunan
Searah bayangan elang pulang
Matari tak pernah sepakat, sebab dilihatnya ufuk tak berujung
Yang di depan mata cuma jarak
: jarak yang fana itu, tak pernah abadi"//...Tak sedikit penyair mengemukakan fenomena alam tetapi tak sedikit pula yang gagal dalam pencarian ini. Dari puisi ini , Risalah Api Elang Matahari Mas , Enka Arnasi  telah menunjukan kepiawaiannya sebagai seorang penyair handal saat ini. Bukan berarti memuji, namun sangat jarang runtut sair yang berhasil. Luar biasa Mas Enka Arnasi  salam sastra indonesia.
Berikut sajak Enka Arnasi itu :

RISALAH API - ELANG MATARI MAS

:

Matari mas di pucuk kemilang sedang berdamai dengan apinya sendiri
Berdamai pada letih menakar jarak
Setapak-tapak ia teriak selentang bayangan ia bujuk
Ke mana hendak memanjang jarak?

Nyala katamu nyala,
Padam bagiku sebuah kesepakatan damai
Lupakan dongeng api, kelak redup sejuk di kalbu, sebab satu perkara:
Bayangan tak lapuk di ufuk
Di sore yang sama pada perjalanan yang sama
Terbang pelan-pelan seekor elang di api massa
Tak diintai tak mengintai
Tak tergesa tak lelah tak hendak terbakar nyala

Elang bukan pengejar musim
Bukan pemigrasi panjang Utara-Selatan
Atau pengeram tahunan
Searah bayangan elang pulang
Matari tak pernah sepakat, sebab dilihatnya ufuk tak berujung
Yang di depan mata cuma jarak
: jarak yang fana itu, tak pernah abadi

Sebab api belum padam
Tak jadi paham
Yang fana takkan abadi, yang abadi takkan fana
Apa lagi yang hendak dicari
Diri tak butuh nyala api
Risalah elang matari mas,
Di pucuk panas di kuncup tunas membara melalap semua
Sedang hati sedang menanti, berdamai dengan diri sendiri

4 Juli 2014
Mengusap dada sendiri saat ternyata lingkungan kian kurang kondusif menciptakan harmoni
Dimas Arika Miharja