TEKS SULUH


Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Mei 2021

Sastrawan Begitu Banyak





Sastrawan itu banyak sekali. Mereka makin mapan dan mandiri, populair sebagai sastrawan terlebih telah menemukan tempatnya dalam hidup ini yg mendukung aktifitas sastra . Anak2 muda itu menginjak kepala empat dan karyanya diperhitungkan dan dicatat di dunia sastra modern., mereka adalah :

1. Nana Sastrawan, 2. Zaeni Boli 3. Muhammad ikbal4. Lukni Maulana 5. Nana Rizki Susanti . 6. Nuraeni 7. Rai Sri Artini 8. Sofyan RH Zaid 9. Jen Kelana 10. Didi S Riyadi, 11. Roni Nugraha Safroni 12. Dwi Wahyu Candra Dewi 13. Maya Ofifa Kristianti 14. Brigita Neny Anggraeni 15. Pensil Kajoe 16. Roymon Lemosol 17. Alek Brawijaya 18. Mohammad Mukarom 19. Muhammad Lefand 20. Abdul Latif 21c. dll.

Lalu ada yg unik seakan tak mempedulikan diri dan karyanya. Baginya hidup adalah seni dan menjiwai seni dan karyanya. Namanya slalu disebut meski tak tahu rimbanya. Ia adalah 1. Agus R Subagio, 2. Din Saja, 2. Hilda Winar,3. Nani Tanjung, 4. Wadie Maharief, 5. Darmadi, 6. Lanang Setiawan, 7. Ribut Ahwadi, 8. Imam Ma'arif ,9. Imam Subagyo, 10.Guntoro Sulung,11. Wage Tegoeh Wijono, dan puluhan lainnya di Indonesia.

Mereka tak terasing lagi, telah malang melintang dalam dunianya, dunia sastra yg majemuk, kariernya begitu cemerlang sekaligus pembawaannya yg nyentrik sehingga diperbincangkan dalam sastra modern .Namanya tlah diangkasa Nusantara , ia adalah 1. Sosiawan Leak, 2. Aloysius Slamet Widodo, 3. Handrawan Nadesul, 4. Gola Gong, 5. Soni Farid Maulana, 6. Acep Zamzam Noor, 7. Wayan Jengki Sunarta, 8. Emha Ainun Najib, 9. Tan Lioe Ie, 10. Fadly Zoon, dan puluhan lainnya yang masih dalam penelitianku

Seakan tak terpisahkan begitu menyebut sebuah kota teringat nama sastrawannya Karena aktifitasnya tiada henti dan cemerlang. Ia dicatat sebagai sastrawan indonesia yang menetap seperti : 1. Dedari Rsia di Kupang, 2. Tajuddin Noor Ganie di Banjarmasin,3 Dyah Setyawati di Slawi, 4. Eko Tunas di Tegal, 5. Toto St Radik di Serang, 6. Ali Arsy di Banjar Baru, 7. Trip Umiuki di Tangerang, 8. Asro Al Murthawy Dkm di Merangin, 9. Sarwo Darmono di Lumajang, 10. Euis Herni Ismaill di Subang, dan masih banyak ratusan lainnya di tiap kota di Indonesia.

Dibelahan lain di dunia sastra, tokoh2 ini sangat memegang pakem sastra. Baginya karya adalah mutu keindahan yang harus dilahirkan untuk tidak hanya sekadar menghibur tetapi juga mutu dan terjaga sebagai ciri diri sebagai sastrawan. Mereka yg ternama adalah; 1. Kurniawan Junaedhie, Cecep Hari, Fatin Hamama, Tery liye, Eddy D Iskandar, dan puluhan lainnya di Indonesia.

Tampaknya penyair/sastrawan itu menulis asal ketemu, baginya menulis adalah curahan hati, golongan ini tak peduli diakui atau tidak sebagai penyair. Berkarya dan berkarya terus, menulis menulis terus. Perkara terkenal atau terkubur itu perkara nanti. Biarlah publik yg menghakimi nama kita sebagai sastrawan atau tidak. Seperti aku ini : 1. Rg Bagus Warsono 2 . Soetan Radjo Pamoentjak, . 3 Wahyu Yudi, 4.Muhammad Uwa Muhammad Jayadi, 5.Roro Sundari, 6. Sulistyo, 7.  M Johansyah, 8. Supianoor Supianoorr, 9.  Xing'e,  10. Dwi Wahyu Candra Dewi Indonesia, 12,  Hendra Sukmawan, 13.Isna Hary Ardita Putri, 14. Mohammad Mukarom, 15. Tarni Kasanpawiro, 16. Dian Rusdi, 17. Winar Ramelan, 18. Leoni Maria Christine L. Nard, 19. Selamat Said, 20. Mani Selesue (Minsen Tenine), 21. Vito Peirissa, 22. Zaeni Boli, 23. Poet Yudisque, 24 Mita Katoyo, 25. Evita Erasari, 26. Raden Rita Maimunah, 27. Mohamad Iskandar, 28. Denting Kemuning, 29. Mimi Marvill, 30. .Arya Setra, 31. Buana Ka Es,32. Robbiatul Addawiyahh, 33. Meinar Safari Yani, 34. Agus Chaerudinov Vandee, dan masih banyak yang lain yang termasuk dalam sastrawan Indonesia yang berprinsip seperti ini. Catatan kecil Rg Bagus Warsono 13 juni 2020

Sabtu, 26 Desember 2020

Cangcang Rajanya

 Dulu di daerah Randudongkal Pemalang, menurut cerita orang tuaku, banyak dijumpai kawanan kera. Karena daerah itu adalah daerah yang subur maka kera-kera itu harus dipindahkan. Karena sering mengganggu warga kampung. Untuk memindahkan kawanan kera yg sering mengganggu kampung, kiat yg paling mudah adalah mengambil dulu raja kera di kawanan itu maka kera yang lain dengan mudah akan mengikuti. Maka dicarilah raja kera dan ditangkap penduduk lalu di buang dan dicancang di hutan daerah Belik. Setelah raja kera itu dicancang (diikat) di sebuah pohon di hutan Belik Gunung Slamet, maka kawanan kera di daerah Randudongkal itu berangsur pindah ke hutan Belik.

Kamis, 09 Januari 2020

Empat Titik Kosong

4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, ini dibutuhkan kesiapan sumber daya dan infrastrukturnya agar menuju zaman ini Indonesia tidak jauh tertinggal.

Pada sisi penyair tentu harus dapat mengikuti era semacam ini dengan penguatan karakter yang dapat menghadilkan mutu yang diharapkan.

Bukti melekatnya karya seni dan personal seniman itu telah ditunjukan seniman-seniman yang telah populair dan publik pun langsung mengatakan dalam hatinya ketika melihat wajah atau gambar seniman tersebut. Ketika gambar itu menampilkan wajah seseorang langsung pembaca atau yang melihat gambar itu menyebut dalam hatinya akan jenis seni yang digelutinya. Ketika ditampilkan Wajah Rio Febrian maka orang langsung yakin ia adalah seorang penyanyi. Ketika di rampilkan wajag Gesang orang langsung menyebut dalam hatinya ia adalah komponis lagu keroncong bahkan pada nama lagunya Bengawan Solo. Ketika ditampilan Wajah Chairil Anwar orang akan menyebut dalam hatinya dialah sastrawan Angkatan '45 dan pengarang puisi Kerawang Bekasi. Demikian melekatnya kegilaan itu pada personal seniman.

4.0 menghasilkan "pabrik cerdas". Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.(wiki)

Dari pengertian ini Empat Titk Kosong adalah bagaimana seseorang dapat menangkap perubahan zaman modern ke melenial dimana layanan harus secepat mungkin dan dibutuhkan kepiawaian untuk mengoperasikannya.
Pentingnya pemahaman karakter penyair agar Anda tdk dikelabui pemikiran, dan cepat silau pd seseorang, pdhal cuma setara dng kita.Penyair perlu memahami  ttg penguatan karakter penyair apakah Anda masih posisi Dua titik kosong saja? atau sudah tanggap 2020.Jadi dng melihat karakter penyair Anda akan dpt mengukur seseorang, apakah dia berada di empat titik kosong atau bukan.
Satu titik kosong sampai Empat titik kosong Pembentukan Karakter Penyair hanya sebagai pemahaman saja, agar semua semakin maju.

Sekarang Evaluasi Anda masih berada di satu titik kosong saja?! tp ngaku penyair.Penguatan karakter Penyair: "2.0" : Bisa mengakses intermet, fb, masuk komunitas dsb.

Lalu seseorang diberitakan media besar nasional, kita tinggal mesem saja, zaman ini mana ada media asli independent !Jika ada yg membanggakan penerbit mayor tinggal tertawa saja, zaman ini bukan zaman monopoli spt angkatan Balai Pustaka!

Penguatan Karakter Penyair "4.0": menerbitkan antologi, mengunggah karya di web, dimuat di media, baca puisi di publik dsb. Empat Titik Kosong contoh lain  misalnya bukunya telah mancanegara, misalnya dibaca di negara tetangga. Upaya menuju ke arah itu dilakukan gagasan Puisi Internasional oleh lumbu g Puisi yang merupakan salah satu upaya pembentukan karakter Empat Titik Kosong. Contoh lain Empat Titik kosong adalah evaluasi diri dengan melihat pada diri kita  ada Empat Titik Kosong : inovator, motivator, ahli, narasumber, intrepreneur, talent, penguasaan bhs asing dan portovolio. Termasuk bila puisimu telah dialihbahasakan dalam lebih dari dua bahasa sudah merupakan Empat Titik Kosong.

Selasa, 20 Februari 2018

'Sorotan Puisi Indonesia'

Aku tidak mengkritik tetapi memberi sorotan terhadap puisi-puisi Indonesia. Sebab tidak dibayar oleh siapapun dalam hal kritik sastra atau meminta dibayar, atau mengharapkan sesuatu pengakuan, dan atau untuk supaya terus ditemani. Karena menulis itu kemerdekaan, ya kemerdekaan seperti dalam buku 'Sorotan Puisi Indonesia' yang mencatat puisi-puisi spetakuler, puisi hetrick, tendangan yang memukau, atau menyebabkan orang bergerak urat-uratnya. Buku ini sebelum ditawarkan penerbit terus dibenahi dalam editing pribadi. Kelah buku dengan 100 sorotan hebat ini akan menjadi teman Anda.
Dari sahabatmu Rg Bagus warsono, Anda diajak berwisata membaca dengan ekspresi rupa-rupa : Geram, Gereget, Panik, Trenyuh, Tresna , Rindu, Membenci dan juga Gelak Tawa Terbahak-bahak. !
Jika Anda mau puisimu hadir dalam buku ini hadirkan yang terbaik .

Selasa, 31 Oktober 2017

Berkaca Ilmiah

Berkaca ilmiah :
Seringkali Anda menghadapi penyair 'Ge Er atau merasa diri paling hebat. Tak perlu khawatir sebab sesungguhnya dia belum positif untuk posisi yang diakuinya itu.
Adalah teori Charles Darwin yang mengusung akan 'penilaian teman sejawat artinya ada penguatan orang lain untyuk mengiyakan dia itu. Jika hasilnya negatif maka dia harus bercermin diri.
Agaknya belum cukup sampai di situ saja, objektivitas juga perlu dicari sebagai penguatan ilmiah. Kita dapat melalui berbagai cara seperti diskusi, debat, jurnal atau konferensi.
melalui Komunitas Ilmiah.
Komunitas ilmiah terdiri dari total tubuh ilmuwan, serta hubungan dan interaksinya. Komunitas ilmiah biasanya terbagi menjadi "sub-komunitas" yang bekerja pada bidang sainsnya masing-masing. Objektivitas diharapkan dicapai melalui metode ilmiah. Penilaian sejawat, melalui diskusi dan debat pada jurnal dan konferensi, membantu meningkatkan kualitas metodologi penelitian dan interpretasi hasil.
Repotnya jika kita berhadapan dengan orang yang tidak ilmiah alias orang yang (kurca) kurang membaca atau (buas) buta wawasan. Jadilah seringkali timbul kata 'kamu siapa? Puisimu saja belum dibicarakan orang, apalagi penyairnya, Sok terkenal lagi. Sudahlah orang semacam ini anggap hiburan saja.

Selasa, 05 September 2017

Belajar Sepanjang Hayat

Cita-cita. Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit.Bagaimana dengan seseorang yang berusia 50 th?
Adalah seorang ibu Subini (54h) ketika itu memulai kuliah S1 , staf guruku ketika aku memimpin sekolah dasar, Jika 2 th kuliah tepat waktu, karena sudah D2, maka akan selesai pada usia 56 th. Namun keterbatasan pikir karena ibu yang sudah sepuh itu perjalanan kuliah pun tak tepat waktu dan baru setelah 4 th lulus S1. diusia 58 tahun menjelang pensiun. Aku bertanya apa motifasi ibu kuliah? Katanya bukan utuk apa-apa, tetapi ia sebagai ibu dan nenek bagi cucu-cucunya memberikan contoh agar anak-cucunya mau menuruti jejaknya. Hebat bukan main ibu ini. Cita-cita itu ternyata bukan untuk diri tetapi untuk generasi selanjutnya.
Demikian belajar sepanjang hayat. Malu kita sama Ibu Subini, usia 54 th mulai kuliah S1, lulus 58 th sudah mendekati pengsiun sebagai guru sekolah dasar. Kita terkadang puas dengan apa yang diperoleh, tetapi kebanggaan itu tidak dibarengi dengan kemauan unt terus belajar sehingga banyak tertinggal dengan orang lain. Padahal belajar sepanjang hayat itu dapat diperoleh dari mana saja termasuk pengalaman diri seseorang.
(Rg Bagus Warsono, 6-9-17)

Belajar Sepanjang Hayat

Demikian belajar sepanjang hayat. Malu kita sama Ibu Subini, usia 54 th mulai kuliah S1, lulus 58 th sudah mendekati pengsiun sebagai guru sekolah dasar. Kita terkadang puas dengan apa yang diperoleh, tetapi kebanggaan itu tidak dibarengi dengan kemauan unt terus belajar sehingga banyak tertinggal dengan orang lain. Padahal belajar sepanjang hayat itu dapat diperoleh dari mana saja termasuk pengalaman diri seseorang.
Aku justru salut kepada penyair penyair besar  ketika aku buka sekolah Penyair Gratis ia mendaftar sebagai mahasiswa. Sebuah kecerdasan tersendiri sebagai orang yang benar2 intelek. Bagiku yang faham betul bahasa (dalam tanda kutip) ada kerendahan hati dibalik keilmuan seseorang. Oleh karena itu aku justru berbalik ingin berguru pada mereka.
Itulah sebabnya sering aku katakan bahwa popularitas sastrawan dengan puja2 dan berbagai sebutan serta pengakuan dan penghargaan tanpa karya bermutu adalah hanya faktor keberuntungan. Jauh di berbagai pelosok Tanah Air masih banyak sastrawan linuih yang memiliki karya bermutu sastra tinggi dan ketajaman intelektual nyaris tak disebut sebagai sastrawan. Kita terkadang keliru memandang, sebetulnya sama kedudukannya sastrawan/ penyair dimanapun berada.
Terkadang orang silau terhadap gemerlapnya lampu-lampu mercuri dan gedung2 bertingkat, pencakar langit yang menjulang. Sebetulnya hanya generator kecil yang digerakkan batu bara. Ketika batu bara itu habis, matilah terang benderang sepanjang jalan. Di desa terpencil orang2 duduk melingkari perapian bertukar ilmu dan saling menghormat siapa bicara. Sungguh sebuah perbedaan yang sebetulnya pandangan kemulian untuk mereka dari kita yang memahami hidup.
Rg Bagus warsono

Sabtu, 02 September 2017

Impor lagi Impor

Sarapan Pagi;
Baru-baru ini pemerintah menetapkan acuan pembelian harga sembako rakyat. Sepert biasa sembilan bahan pokok itu seperti beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging beku daging segar, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Harga-harganya cukup pantas bagi rakyat, andai ini benar. Persoalannya banyak sembako lain yang tidak terkontrol pemerintah, seperti cabai merah, cabai rawit, ikan air tawar, ikan laut, jengkol, pete dan lain-lain. Bodoh benar mentri perdagangan membuat patokan harga, emangnya mau diturut rakyat, lalu pemerintah slalu mengandalkan impor impor impor !

Eksperimen Penyair

Sarapan Pagi
Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Mas Marlin Dinamikanto dan mempublikasikannya dalam media sosial, juga penyair-penyair lain seperti Mas Ali Arsy dengan kegiatannya di desanya di Banjar Baru, Mas Sutarso di Sorong dengan protes-protes kerasnya, Mas Thomas Haryanto Soekiran melalui monolog puisi panggung adalah sebuah pencaharian yang pada ujungnya menemukan jatidiri yang mantap sebagai penyair Indonesia yang dibanggakan. Proses yang penuh inovasi dan perubahan serta 'pemberontakannya terhadap puisi yang bertahan 'tenang memberi aroma yang dasyat bagi perkembangan puisi Indonesia. Tentu masih banyak aktifitas lain yang terjadi dilakukan oleh banyak penyair, namun banyak yang bersifat wajar proses perubahan itu yang kerap menjadi sorotan publik. (rg bagus warsono)

Sastrawan dan Hari Aksara

Sarapan Pagi:
Hari Aksara 8 September diperingati oleh dunia internasional sebagai pengakuan makhluk bumi terhadap aksara sebagai alat perkembangan budaya makhluk bumi yang berkembang. jasa yang sangat besar bagi pencipta dan pengembang aksara hingga manusia bumi seperti sekarang ini. Hari Aksara milik semua manusia dan wajar diperingati bahkan oleh dunia Internasional dimanapun negara. Hubungannya aksara tidak hanya pemberantasan buta aksara tetapi juga pengembangan dan gerakan gemar membaca. Hubungannya dengan gemar membaca ini tempatnya penyair/penulis/ sastrawan ambil bagian dalam hal keaksaraan ini. Namun sayang pemerintah tidak menaruh simpati terhadap peran sastrawan / penulis padahal dari merekalah bacaan pengetahuan di peroleh. Kini aksara telah memasyaraakat pada penderita tuna netra, tuna rungu, dan tuna wicara. Mereka pemilik tuna netra, tuna wicara, dan tuna rungu juga membutuhkan bacaan segar dari para sastrawan. Bukan tidak mungkin karya sastra kelak akan diterjemahkan dalam tulisan braille dan sebagainya agar dapat memperluas medan baca masyarakat. Semoga harapannya sastrawan mampu berbuat dan pemerintah yang dalam hal ini bertanggung jawab terhadap kemajuan sumber daya manusia memperhatikan peran penulis dan sastrawan Indonesia. Semoga. (rg bagus warsono 3-9-17)

Kamis, 08 Desember 2016

Merenungi Korupsi di Hari Anti Korupsi

Merenungi Korupsi di Hari Anti Korupsi
Besok 9 Desember 2016 adalah hari Anti Korupsi. Bagi penyair yang getol mengkampanyekan anti korupsi seperti para penyair di buku antologi Puisi Menolak Korupsi (PMK) adalah hari dimana penyair 'merenung merenungi Indonesia ini. Meski tak berbuat praktis 'menangkap para koruptor seperti KPK , para penyair PMK telah berbuat untuk Indonesia lebih baik.
Upaya 'ngerem tindakan korupsi lewat sentuhan mental bangsa melalui sastra merupakan sumbangsih besar para penyair PMK terhadap negeri ini.
Roadshoownya yang dimana-mana memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada 'perlawanan terhadap korupsi oleh masyarakat yang digelorakan para penyair.
Namun seakan anjing menggonggong kafilah berlalu, korupsi terus saja malah menjadi-jadi. Sebuah tantangan bagi bangsa ini.
Namun ada banyak manfaat dari apa yang digelorakan sahabat penyair PMK bahwa sentuhan mental sebetulnya sama 'tusukannya dengan borgol kepolisian, atau baju KPK atau cindera mata peti mati. Sentuhan mental Anti korupsi ini yang diprakarsai para penyair PMK justru sebuah cara ampuh untuk menolak apa itu korupsi agar mereka malu, dan anti pati terhadap korupsi.
Akhirnya kita berucap terima kasih kepada para penyair PMK dengan motor penggeraknya Leak Sosiawan Leak, Heru Mugiarso dan semua saja yang menyelenggarakan Roadshoow di banyak kabupaten kota di seluruh Indonesia. Semoga di hari Anti Korupsi 9 Desember ini para penyair PMK berbahagia , bahwa telah menoreh sesuatu yang besar untuk negeri. (rg bagus warsono, 8-12-16)


Jumat, 11 November 2016

Sastra Net, Sebuah Perubahan Pandang



Melalui mbah google aku dapat membaca karya puisi yang diunggah dari penyair di seluruh pelosok tanah air. Sangat banyak pilihan baca untuk diapresiasi. Pertumbuhan penyair begitu cepat grafiknya dalam 20 tahun terakhir. Sebuah perkembangan yang sangat baik untuk dunia sastra kita. Mengungah karya puisi di internet juga merupakan bentuk pengenalan karya pada publik pembaca dunia maya yang cepat dan mencakup luas jelajah wilayah baca.
Banyak karya puisi bagus dijumpai di mbah google pada websait yang beraneka. Pilihan baca kemudian menjadi kesukaan dan pada gilirannya menjadi fand penyair tertentu . Akhirnya kesejajaran akan tubuh manakala tulisan siapa yang banyak dikunjungi. Kesetaraan penyair akhirnya dapat dikettahui melalui kemajuan teknologi media sosial. Pada saatnya dan kini sudah mulai tampak bahwa buku teah mendapat saingannya yakni media sosial.
Tentu saja masyarakat dalam memilih karya bagus dan penyair dengan karya bagus itu tidak akan meminta jasa lembaga survai. Apalagi sekarang banyak lembaga survai yang dibentuk untuk kepentingan tertentu dan ada juga yang siapa berani membayar tinggi. Masyarakat penguna inernet akan dapat memahami penilaian itu dengan tingkatan pengalaman bacanya.
Akhirnya penyair tak hanya menulis puisi semata, tetapi dituntut penguasaan teknologi internet serta aplikasinya. Sebuah tuntutan kemampuan diri penyair yang sangat penting di zaman teknologi ini. Jika doeloe Chairil Anwar menulis puisi dengan tulis tangan lalu dikirim ke penerbit media masa, maka itu bukan zamannya lagi dilakukan di masa ini.
Tahu tidak? Dari temanku yang ikut pembicaraan-pembicaraan tokoh penyair 'papan atas telah ada kelapangan dada untuk berbuat demokratis dalam pandangan dunia sastra dewasa ini. Mengapa? Mereka ternyata takut kalau sampai tidak disebut oleh penulis-penulis muda berbakat yang tulisannya berserakan di banyak media masa termasuk media sosial. (rg bagus warsono, 11 Nofember 2016)

Karya Sastra Merupakan Laga Mutu Diantara Penyair



Bersahabat bersamaku tentu akan lebih nyaman memahami jiwa dan sealiran. Menulis bagiku untuk masyarakat. Popularitas memang diperlukan tetapi utama adalah sumbangsih (bila tidak dikatakan ibadah) . Menurutku nama besar tak akan dicapai tanpa masyarakat membaca karya. Memberikan bacaan pada generasi penerus. Dan kelak suatu ketika nama akan disebut sekarang atau masa depan. Itulah tujuanku.
Penyair 'pinggiran (juga kepada diriku) tetap berkarya saja dan sebarkan karya pada masyarakat luas. Kita menulis untuk masyarakat jangan menulis untuk diakui penyair / kelompok penyair / kawanan para penyair yang sudah terkenal tetapi memiliki ego dan eksklusif diantara penyair Indonesia. Sebetulnya dalam diri manusia populair itu terdapat kearifan budi, tetapi lebih banyak lagi nafsu syaitannya. Karena itu jangan sampai Anda dipermainkannya.
Sebab karya sastra adalah laga mutu dan publiklah yang akan mengadili karya kita.     
Menghadiri kegiatan sastra itu penting sebagai sarana silaturahmi antar penyair. Jika berkesempatan ikuti. Karena itu komunitas kita. Kaum intelektual terpelajar yang berkarya sastra. Kegiatan adalah corong suara penyair. Ternyata komunitas penyair adalah orang-orang yang baik hati seperti pada gambaran karya puisinya. Semua terlihat sama-sama sebagai penyair. Yang membedakan adalah mutu karya Anda yang lebih bagus. Dan aku membaca dan mencatat bahwa Anda memang Jempolan ! (rg bagus warsono 11 Nofember 2016)

Rabu, 19 Oktober 2016

Penyair Idola



Penyair Idola
Penyair harus banyak kenalan yang kemudian menjadikan mitra bagi pendidikan sastra. Kalau begitu sekolah dan universitas sangat perlu menjadi relasi penyair. Mengapa demikian? karena buku dengan belajar lebih mahal belajar. Dari proses pembelajaran sastra yang disampaikan secara langsung oleh penyair ini, penyair mendapatkan penghargaan dari sekolah atau universitas itu.
Untuk menjadi penyair laris diundang masyarakat ataupun lembaga pendidikan, seorang penyair harus menjadi idola di daerahnya. Rumusan untuk menjadikan diri seorang idola bagi pencinta sastra.
Bicara idola bagi masyarakat terhadap penyair pujaannya adalah bukan "loe jual aye beli" tetapi bagaimana penyair itu memahami selera khalayak.
Banyak penyair/penulis senior dan sudah terkenal kurang beruntung dalam kehidupannya alias hidup pas-pasan, sebaliknya Asma Nadia yang bau kencur sudah menimati jerih-payahnya bahkan kecukupan karena novelnya yang disinetronkan.
Doeloe NN (no name) dikehendaki penyair untuk menyembunyikan jati diri. Sekarang untuk apa bersembunyi, yang blak-blakan saja belum tentu dikenang. Seakan tragedi (peristiwa) silih berganti , event peristiwa sastra begitu banyak, sehari bisa tiga empat kegiatan sastra di negeri ini. Jadi bersembunyi tak ada artinya. begitu juga nama samaran yang berganti-ganti membuat khalayak bingung. Penyair idola jangan bersembunyi dibalik pintu.
Lekatkan karya dengan namamu
Karya yang telah melekat dengan nama seorang penyair menjadi sinar tersendiri yang membuat masyarakat diterangi sesuatu karya yang melekat populair dengan penulis atau penggagasnya. Contoh ketika disebut PMK orang akan langsung mengingat Sosiawan Leak, ketika disebut puisi glayengan orang akan mengingat Aloysius Slamet Widodo, begitu juga nama daerahmu lekatkan dengan namamu, rebut itu. Contoh ketika orang menyebut penyair Lampung langsung khalayak mengingat Isbedy ZS Stiawan, Ketika menyebut aceh langsung orang mengingat LK Ara, dsb.
Komitment terhadap gagasan kreati , ide kreatif dan karya unik
Adalah alat popularitas unik yang tak disamai orang lain. Contoh ketika Gola Gong membuat Rumah Dunia, maka melekatlah rumah itu dengan penggagasnya, Ketika orang menyebut pusat dokumentasi sastra orang langsung mengingat HB Jassin, dsb.
Tanpa karya buku (baik tunggal maupun bersama) penyair yang menghendaki idola masyarakat harus punya bukuti benda yakni dalam ujud buku. Ini merupakan modal awal sebagai bukti untuk masyarakat yang akan mengenalnya lewat membaca. Buku karya penyair menjadi alat sosialisasi yang handal. Buku dapat sampai di tangan orang lain baik melalui jual beli, hadiah, cinderamata, atau tukar menukar atau kenang-kenangan.
Bagi pemula hendaknya memcipta puisi jangan dulu untuk dirinya sendiri , sebaiknya mencipta puisi untuk diberikan orang lain. Semakin puisi diterima masyarakat, masyarakat semakin merasa memiliki. Sebagai contoh banyak puisi-puisi tentang sosial yang membela si lemah menjadi puisi yang diterima masyarakat.
Sebaliknya puisi yang menceritakan diri sendiri akan dapat diikuti dan diminati manakala penyair itu sudah menjadi figur masyarakat. Manyarakat ingin mengetahui tentang figur penyair pujaannya sedalam-dalamnya.
Siapa yang akan tahu dirimu seorang penyair jika tak mau memperkenalkan dirimu penyair. Gak usah malu toh nanti juga dirimu mencantumkan namamu sebagai penyair. Yang mudah dan terjangkau saja misalnya di tetangga sekitar, tempat kuliahmu atau di tempat kerjamu. Caranya berikan bukti dari menunjukan bukumu, menunjukan tulisanmu. Sehingga ketika ada orang bertanya tentang alamatmu tetangga sebelah tau, Oh Mas yang depan rumah itu penyair, ya . (Rg Bagus Warsono, 20 Oktober 2016)

Kamis, 11 Agustus 2016

Ide Konyol




Terkadang ide konyol justru malah membuahkan sesuatu yang luar biasa. Tema margasatwa sebetulnya tema sesungguhnya karena tema ini jarang disentuh, belakangan justru berkembang karena ada pengembangan ide konyol itu. Seseorang sms nyindir " Mas itu antologi diganti aja namanya antologi kebon binatang. Ha ha ha itulah pengembangan yang diharapkan olehku.
Doeloe misalnya orang yang beranak banyak disebut 'anak kelinci. Belakangan muntul istilah 'gurita ekonomi dsb.

Dasar penyair itu pinter!, tema margasatwa jadi tema 'margasatwa. Ha ha ha. katanya kalau dipenggal menjadi dua kata ada marga dan satwa kalau dipisah menjadi marga satwa, wah repot aku, tapi tidak mengapa tambah seru. Itulah penyair kadang bilang A sama-sama , bukan A besar dan a kecil tetapi katanya a bagiku berarti lain , Apa itu , a berarti satuan nominal eceran, ada juga a berarti pertanyaan, a berarti orang (si a) atau a berarti keuntungan dsb. Pokoknya pancen pinter pinter semuanya.

Bahkan nama hewan sering dikeluarkan untuk mengumpat orang lain seperti ,'otak udang, otak kerbau, tai anjing, babi loe, kata kata kasar ini terkadang keluardari mereka orang-orang terhormat bahkan anggota DPR atau mentri untuk mengungkapkan kekesalan.

Entah siapa yang pertama menyebut, perilaku manusia dengan sebutan 'kumpul kebo kenapa tidak 'bebek jantan padahal bebek 100 jantannya cuma seekor

Sebaliknya ada ungkapan hewan tetapi disukai masyarakat seperti 'Kecil-kecil kuda kuningan, 'Maung Bandung, "Ayam Kinantan, 'Banteng Ketaton, Cendrawasih dari Timur, dan tidak untuk ;Kucing Belang.

 Kurang setuju juga ketika memberi ungkapan gadis muda montok dengan sebutan 'ayam sayur.