TEKS SULUH


Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2021

Wirja Taufan : Buku berharga yang memuat 115 Sastrawan penerima Penghargaan dan Medali SETYASASTRA NAGARI 30 Tahun Kesetiaan Sastra Indonesia dari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021

Buku berharga yang memuat 115 Sastrawan penerima Penghargaan dan Medali SETYASASTRA NAGARI 30 Tahun Kesetiaan Sastra Indonesia dari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021  Salam sehat dan bahagia selalu.. Aamiin..
 

Selasa, 14 Desember 2021

Pertemuan Kecil 3 Penyair Rg Bagus Warsono, Wawan Hamzah Arfan dan Soekardi Wahyudi

 Siang ini 14-12-21 Lumbung Puisi kedatangan penyair terkenal Kalimantan  Timur Soekardi Wahyudi  peraih nominasi  penghargaan Sastrawan berdedikasi 2021 Kaltim dan penerima Sebutan Sastrawan Setyasastra Nagari dari Lumbung Puisi 2021. Kedatangan beliau bersama Sastrawan inti Lumbung Puisi Wawan Hamzah Arfan dari Cirebon bersama mantan pacarnya Ibu Susilawati. Dalam kesempatan ini Rg Bagus Warsono, tukang kebun, Lumbung Puisi memberikan kenang kenangan sejumlah buku untuk Sastrawan Kaltim yang dimasa purnabaktinya mengabdikan diri sebagai guru SMA di Kutai Kartanegara. Soekardi Wahyudi memulai kariernya sebagai sastrawan sejak th 80-an dengan menampilkan banyak puisi-puisinya di media massa. Beliau juga bergabung dengan Lumbung Puisi lewat beberapa antologi bersama Lumbung Puisi.



Soekardi wahyudi ke Lumbung Puisi

 Pertemuan yang tak disangka-sangka, 2000 km Kutai Kertanegara Indramayu. Mohon maaf mas Soekardi Wahyudi kami tidak bisa memberi hormat apa-apa dengan kedatangan Mas yang tak disangka sangka itu. Trims juga buat mas Wawan Hamzah Arfan yg sudi mengantarkan ke Lumbung Puisi. (Indramayu, 14 Desember 2021)



Senin, 13 Desember 2021

Berita Sastra dari Penyair Pulo Lasman Simanjuntak


 Berita Sastra

Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Masuk Dalam Buku Setyasastra Nagari, 30 Tahun Kesetiaan Sastra Indonesia Oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 

Pamulang, BeritaRayaOnline,-,-Puji Tuhan, hari ini (Senin, 13 Desember 2021) kembali bersukacita mendapat kiriman Buku "SetyaSastra Nagari" 30 Tahun Kesetiaan Sastra Indonesia oleh Lumbung Puisi Sastrawan  Indonesia dengan penyusun Penyair Rg.Bagus Warsono.

Pada buku pengayaan sastra untuk Sekolah Lanjutan dan Perguruan Tinggi  ini, sebagai penyair saya  juga memperoleh lencana Anugerah 30 Tahun Kesetiaan Setyasastra Nagari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2021.

Sebagai penyair yang lebih dari 30 tahun berkiprah di dunia kesusasteraan Indonesia dalam buku setebal 274 halaman dengan penerbit Penebar Media Pustaka  (Bantul, Yogjakarta) dan ISBN :978-623-6875-97-1 cetakan 1, 2021 ini.

Biodata kepenyairan saya ada di halaman 195- 197.Sedangkan karya puisi saya yang telah dimuat (dipublikasi) di Surat Kabar Mingguan (Skm) Simponi (Jakarta)  tahun 1983 lalu.

Ketiga puisi tersebut  berjudul "Pukul Sembilan Malam Di Jalan Cokroaminoto", "Trauma" dan "Hotel Adhirama Kamar Nomor Genap" ada di halaman 54-55.

(Pulo Lasman Simanjuntak)

Salam Puisi Indonesia

Pamulang, Senin siang

13 Desember 2021

Editor : Jhonnie Castro


Minggu, 12 Desember 2021

Agus Mursalin: 30 tahun berpuisi ternyata tak terasa lama

 Terimakasih Bapak RgBagus Warsono kiriman buku dan penghargaan Satyasastra Nagari sudah saya terima dengan gembira.

30 tahun berpuisi ternyata tak terasa lama... Hehe




I Made Suantha: Sebuah apresiasi untuk tetap bersetia berpuisi.

Saya hanyalah seorang penulis puisi yang biasa saja.

Dan tidak pernah ada dalam sebuah pendakian gunung di areal puncak penciptaan puisi. Hanya berkutat di kawasan kaki perbukitan, yang terkadang terperosok dalam jurang tegalan puisi.

Saya hanya tulus dan setia saja.

Tetapi, penghargaan dari Mas RgBagus Warsono dan Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia adalah sebuah apresiasi untuk tetap bersetia berpuisi.


Jaya selalu Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dengan pembinanya Mas RgBagus Warsono.


Rahayu

Rahayu

Rahayu.

 

Jumat, 10 Desember 2021

Aming Amidoeddin : Lemah teles, Gusti Allah sing bakale mbales.

 Aming Amidoeddin : Lemah teles, Gusti Allah sing bakale mbales.



Nanang Supriyatin: Blm sempat buka2.

 


Yus Harris: apresiasi yang luar biasa

 Terima kasih pak RgBagus Warsono  atas


apresiasi yang luar biasa

Endang Supriyadi: Saat sore mau pupus,

 Saat sore mau pupus, saya mendapat kiriman satu buah buku Setyasastra Nagari dan sebuah medali 30 Tahun Kesetiaan Sastra Indoensia dari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia. Terima kasih saya ucapkan kepada RgBagus Warsono , yang telah memberi perhatian kepada perjalanan saya di dunia sastra. Harapan saya, semoga mas "Bagus"  tak henti berkarya untuk terus mengisi lumbung sastra yang dijaganya



Barokah nawawi : Medali indah Setya sastra nagari Bakti tak henti

 Medali indah Setya sastra nagari Bakti tak henti


Di Jum'at yang penuh berkah datang anugerah yang tak ternilai dari Bapak RgBagus Warsono, Pimpinan Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

Terima kasih atas perhatian dan suport Bapak terhadap perjalanan sastra saya yang sebenarnya masih belum memadai untuk menerima penghargaan ini.

Semoga Bapak dan Lumbung Puisi terus jaya dan eksis di dunia Sastra Indonesia.




Rabu, 01 Desember 2021

12 Penulis Produktif 2021 Pilihan Lumbung Puisi:

 12 Penulis Produktif 2021 Pilihan Lumbung Puisi: Kasdi Kelanis, Bambang Widi Yogyakarta, Arief Joko Wicaksono, Heru Mugiarso, Wardjito Soeharso (novel), Dyah Nkusuma, Surasono Rashar, Wandi Julhandi, Heru Patria, Rissa Churria. Wirja Taufan, Nyoman Wirata.

                                                                 Surasono Rashar
                                                                 Wardjito Soeharso


Selasa, 27 Juni 2017

Acep Syahril dan Rg Bagus Warsono, dua Sastrawan Indramayu Terpilih Ikuti Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia Kemendikbud 18-21 Junli 2018

Dua Sastrawan Jawa barat asal Indramayu, Rg Bagus Warsono dan Acep Syahril terpilih mengikuti Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI ) II yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Keduanya Terpilih dari seleksi nasional karya buku. Sastrawan Rg Bagus Warsono terpilih lewat karyanya yang berjudul Si Bung dan  Sastrawan Acep Syahril terpilih lewat bukunya yang berjudul Tumbuh.





Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI ) II yang akan diselenggarakan dari 19-21 Juli 2017 tersebut diikuti oleh 144 sastrawan dari seluruh Tanah Air. Acara akan dibuka Oleh Mentri Kemendikbud Frof Dr. Muhadjir Efendi dan di hadiri tokoh-tokoh sastra Indonesia diantaranya Emha Ainun Nazib, Gunawan Muhammad, KH Hasan Bisri, dll. Demikian berita yang disampaikan oleh Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud baru-baru ini. (Acil)

Sabtu, 17 September 2016

Lumbung Puisi Jilid IV turut meramaikan Seminar Sastra Internasional

Lumbung Puisi Jilid IV turut meramaikan Seminar Sastra Internasional Universitas Gadjah Mada , 14-18 September 2016 di Yogyakarta. Penyair Eka Rs, Wadie Maharief dan Thomas Haryanto Soekiran berjuang menyuarakan Lumbung Puisi sebagai bentuk keberadaan penyair dan karya sastra Indonesia mutakhir bahwa penyair tidak diam. Selamat buat penyair Lumbung Puisi Jilid IV.

Sabtu, 03 September 2016

Hadir dalam perpuisian Indonesia , Lumbung Puisi Jilid IV bertema Margasatwa

Mari berpuisi bersama, untuk dinikmati bersama, dengan kemampuan bersama untuk sastra Indonesia.

 Saya bayangkan beberapa penyair menulis puisi tentang binatang-binatang imajinatif ( misal Derabat, burung raksasa khayalan Budi Darma; juga Kappa, semacam Derabat yang telah menjadi mitos bertahun-tahun di Jepang; Yeti di Nepal ) yang dapat menggugah daya imajinasi pembacanya dan merangsang imajinasi lain untuk bidang-bidang lain.
Betapa berharganya puisi-puisi ini bagi pelajar dan generasi sesudah kita karena telah memberikan pemahaman anatomis, filosofis dan simbolis tentang sebuah kota, negara, atau benda (Hasan Bisri Bfc).

Minggu, 31 Juli 2016

Sambut Konferensi Puisi Menolak Korupsi



Pegiat sastra dimanapun berada, 2016 jelang hari Kemerdekaan ke-71 ini sejarah sastra Indonesia akan bergolak yakni terselenggaranya Konferensi Nasional Puisi Menolak Korupsi yang akan dilaksanakan di Semarang 6-7 Agustus 2016. Kegiatan ini merupakan event sastra bertaraf nasional yang merupakan puncak kegiatan PMK yang telah 3 tahun digelar.
Ada apa gerangan di Konferensi PMK? di Semarang tentu masyarakat sastra bertanya-tanya. Konferensi sebagai layaknya sebuah konferensi lainnya sebuah kegiatan ilmiah yang berisi bebagai laporan dan pembahasan serta pandangan utuk memutuskan sesuatu. Kalau begitu yang pasti masyarakat sastra Indonesia menanti kegiatan yang diprakarsai oleh penyair perempuan kita Hilda Rumambi dan koordianor PMK nasional Sosiawan Leak
Hajat Konferensi PMK adalah hajat sastra nasional dalam hal ini penyair untuk memberikan pandangannya terhadap masa depan Negeri ini. Kita mengenal Manifes Kebudayaan doeloe, maka konferensi PMK setara dengan Manifes Kebudayaan itu. Artinya betapa kegiatan ini sangat penting bagi mastarakat sastra khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya. Dipilihnya Semarang sebagai kota Tuan Rumah mungkin ada kaitannya dengan perjalanan PMK atau mungkin juga Ibukota Jawa Tengah itu identik dengan kota yang lagi gencar-gencarnya memerangi korupsi seperti diperlihatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Demikian Sosiawan Leak dan Hilda Rumambi mungkin memilih kota bersejarah ini sebagai pilihan yang tepat.
Lalu siapa peserta konferensi sastra bertajug Puisi Menolak Korupsi ini? Informasi yang didapat dari penyelenggara menyatakan bahwa konferensi ini akan dihadiri oleh perwakilan-perwakilan penyair dari beragai kota di Nusantara ini. Wah kalau begitu luar biasa para penyair - penyair PMK ini. Bakal ramai rupanya di konferensi ini. Apakah ada berbalas puisi, adu puisi , atau baca puis dengan musikalisasi ? Tentu so pasti , tetapi kegiatan ini mengutamakan konferensi itu sendiri sebagai kegiatan ilmiah yang juga dihadiri berbagai kalangan seperti akademika, penyair, penegak hukum juga tentunya esekutif pemerintahan yang terkait dan peduli dengan kegiatan sastra menolak koriupsi ini.
Keputusan apa yang akan diambil dalam konferensi penyair di konferensi PMK tersebut, kita tunggu saja perkembangannya. Yang jelas tentunya peyair mengharapkan angin segar agar penyair setidaknya leluasa berkiprah menentukan nasib negerinya dengan cara-cara berpuisi yakni menolak berbagai tindak korupsi apa pun bentuk macam dan jenisnya. Wah wah wah kalau penyair sudah 'turun gunung begini malu kita orang masih melakukan korupsi. Kecil-kecilan kok Mas, sama saja kata penyair. Nanti dibacakan puisi PMK bisa kalang kabut kau. 
Bagaimana dengan korupsi waktu Mas? Apa ada pusinya. Mau korupsi waktu atau korupsi makanan ada . Baca saja Buku PMK sekarang sudah 3 jilid tebal yang berisi ratusan puisi . Kalau begitu 'marem ini sekarang koruptor. Bukan 'marem lagi tapi merem melek. Mudah-mudahan apa yang dilakukan sahabat penyair ini membawa kehidupan Indonesia yang adil dan Makmur. Selamat buat Mbak Hilda Rumambi yang cantik dan Jendral 'bintang empat Sosiawan Leak. (30-7-16, rg bagus warsono)