adalah majalah sastra net bagi rakyat Indonesia yang memerlukan sastra sebagai bagian kehidupan indah di Indonesia. Untuk segala umur pecinta sastra di Tanah Air. Pendiri Agus Warsono (Rg Bagus Warsono/Masagus) didirikan 2 Januari 2011, Redaksi Alamanda Merah 6 Citra Dharma Ayu Margadadi, Redaktur sastra Agus Warsono, Koresponden Rusiano Oktoral Firmansyah (Jakarta), Abdurachman M(Yogyakarya).
TEKS SULUH
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Januari 2020
Jumat, 01 Februari 2019
Antologi Mlekethek Tampil Mengesankan di Awal Tahun 2019
Menggebrak tahun 2019 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia mengeluarkan antologi puisi terkini dan terdasyat. Antologi yang oleh penulisnya mngaku diri sebagai antologi terjelek dalam sejarah sastra Indonesia , bahkan penyairnya yang terdiri dari 41 penyair Indonesia juga mengaku penyair yang terjelek dari semua penyair Indonesia. Dan antologi ini dinamai Mblekethek yang artinya sangat menjijikan.
Namun Anda akan berdecak kagum manakala membaca buku ini, penulisnya ternyata adalah penyair-penyair hebat yang justru mengutamakan mutu karya. Bahkan diantaranya terdapat penyair-penyauir ternama di Tanah Air. (lumbung puisi)
Namun Anda akan berdecak kagum manakala membaca buku ini, penulisnya ternyata adalah penyair-penyair hebat yang justru mengutamakan mutu karya. Bahkan diantaranya terdapat penyair-penyauir ternama di Tanah Air. (lumbung puisi)
Jumat, 23 Desember 2016
Rabu, 07 Desember 2016
Budaya, Pagirikan Desa Pengrajin Kapal Kayu
Budaya, Pagirikan Desa Pengrajin Kapal Kayu. Nelayan tapi bukan, Petani juga bukan. Orang Pagirikan tukang membuat perahu.
kearifan lokal
Ternyata kearifan lokal banyak sekali sebagai bahan tulisan yang tidak
pernah habis untuk terus digali. Hanya terkadang kita tak peduli dengan
tempat dimana kita tinggal. Lingkungan sekitar sebetulnya memberi tahu
agar kita mampu beradaptasi. Orang terkadang memandang sebelah mata sisi
kehidupan masyarakat yang keras karena memang harus mempertahankan
hidup, kaena kita tidak menyadari andai seperti mereka masyarakat yang
berpengharapan tidak pasti tapi mampu mempertahankan hidup.
Langganan:
Postingan (Atom)




