TEKS SULUH


Tampilkan postingan dengan label puisi grup LPSI V. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi grup LPSI V. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

TARIAN FLAMINGGO By ; Srihan

TARIAN FLAMINGGO
By ; Srihan

Lalu butir-butir keringat itu jatuh
di atas sprei yang kusut masai
Waktu berpacu dengan mimpi yang mengangkasa
Tanpa sayap-sayap burung
kita terbang ke negeri awan
Kepakan sayap-sayap asmara
yang tak sabar ingin sampai di puncak langit
Tarian burung flaminggo yang enerjik
Berlaga di atas sprei itu
Napas kita tersengal mengejar asa
dan tangan saling meremas...
Waktu hanya terdiam menatap kita
yang bergelut dengan rasa....
Rindu yang menggumpal - harus dicairkan
Meraih cita yang tergantung di leher bintang
Cinta kita bertemu di puncak langit berahi
Kota kembang 05-01-2017

AKSARA GELAP, Bayu Aji Anwari

AKSARA GELAP

: Yang terselip dari waktu sempit, di balik kemanusiaanku
Dari mana aku mesti memulai, tentang cinta dan birahi.
Begitu saja ia datang menyergap menelikungku dengan hasrat liarnya.
Lalu menyeret paksa masuk mengintip lubang lubang kearah pintu senggama.
Keringatku bercucuran, panas tubuh ingin rasa meledak, kegelapan mengusap manja nafsu yang menggelora.
Detik demi detik bergerak kian cepat, semakin cepat hingga tiba tiba lelahku menyergap bersama kehadiran pendar pendar cahaya gemintang
Samar berkelebatan diantara kenikmatan diseluruh nadi.
Dan aku kembali tak mengerti, akan segala yang tlah terjadi.
Semarang
05012017

ENGKAULAH WANITA SIMPANANKU, Slamet Unggul

ENGKAULAH WANITA SIMPANANKU

Sekian malam meruntuh kepastian
Menyelusuri hari tiap jengkal lekuk tubuhmu
Mengundang selera menumpas malu
Wajahmu tetap di depan nafsuku
Wahai bidadari surga duniaku
Ingatkah apa janjimu?
Atau hanya sekedar minum madu kasih sementara?
Engkaulah wanita simpananku
Pemuas nafsuku
Akulah laki-laki simpananmu
Pemuas nafsumu
Hingga kini, tak berubah
Dalam menuju puncak hasrat kepuasan
Saling berbagi kenikmatan
Menggapai mimpi tidak tertidur
Menuju bulan
Bersama mengarungi samudra cinta berbuah dusta
Antara kita
Di sana
Engkau tetap wanita simpananku
Yang tersayang
Semarang, 04012017
Slamet Unggul

Senggama Penyair.rg bagus warsono

Senggama Penyair.
Biarkan istrimu pergi
dengan bedak tebal berwarna
dan rambut ala artis sinetron
ke kota
lalu aku
pejamkan mata di kamar sendiri,
lamunkan hayal bersama bidadari
yang hanya selembar kain sutera
membalut tubuh bening
ia memberi senyum
aku membalas senyum
ia memberi isyarat
aku mendekat
ia memegang pinggangku
hasrat menyala
membangunkan urat-urat cinta
kau sibakkan kain suteramu, mengalungkan pada leherku
aku mendekap bidadari
mencium kening mesra, melumat semua bidang wajuhmu
lalu kau menuntun diperaduan malam
surga petiduran
pintu kamar pun lalu terbuka, bidadari susut pandang
mata terbuka
istri datang ,
segera matikan lampu kamar agar bidadari tak berganti bayang
kini bidadarimu dalam gelap menggerayang.
(rg bagus warsono,13-1-17)

Menyambangi Rindu,Husain Ismail

Menyambangi Rindu

Disetiap anganku
selalu ada bayang dirimu
tiada pernah bisa hilang
walau hanya sekejap pandang

Kau yang mampu torehkan damai
dalam beku dekapku kini
sungguh ku rindu hangatmu
sungguh......

Masih kurasakan tulus belaimu
nan mampu buai khayalku
meski jarak telah terbentang
walau waktu terlanjur memisah

Simpuhku dihadapan nisan membisu
kutabur kembang meredam rindu
maafkan singgahku usik tidurmu
tak mampu kuhapus jejak yang kita buat

Dalam sendiriku
kucoba jalani takdir
meski terkadang jenuh
merangkai sunyi di lembar hari

Semoga damai dan keindahan
mendekap tidur panjangmu
kuharapkan kamu berkalung bahagia
dalam kidung puji dan doa

Way Abung,150117,Husain Ismail

Seksologi Kelamin (Wardjito Soeharso)

Seksologi Kelamin
(Wardjito Soeharso)
Seks itu penanda beda
Laki2 atau perempuan
Pria atau wanita
Sebutannya juga beda
Mbah Kung atau Mbah Ti
Bapak atau Ibu
Thole atau Genduk
Kuncung atau Bawuk
Seks itu nama kelamin
Kontol atau tempik, nama lokalnya
Penis atau vagina, nama globalnya
Sudah ditakdirkan jadi pasangan
Maka yang satu pasti mencari yang lain
Bila terpisah, tentu muncul masalah
Mereka akan saling rindu, saling memimpikan
Pada puncaknya jemari tangan yang pasti bermain
Meremas dan menggelitik
Mencari kepuasannya sendiri
Begitulah ketika seks hanya dimaknai kelamin
Dilihat sekedar berfungsi rekreasi
Dipakai mencari nikmat sesaat
Seperti magma di bawah gunung api
Yang selalu mampu muntahkan lahar panas
Merusak anak sungai induk hutan
Menghangus arangkan segala kehidupan
Hingga garis hubung asal muasal sulit dikenali lagi
Maka menyatulah kontol dan tempik
Merapatlah penis dan vagina
Hanya di bawah naungan janji suci
Jalankan tugas dalam wadah prokreasi
Menjadi panutan sejati
Terus menjaga kehidupan tetap lestari
14.01.2017 - 21:11

Lelaki Separuh Baya dengan Penuh Cintanya, Pena Riu



Lelaki separuh baya

Menjemput cintanya di jarak terjauh
Di angan puluhan tahun dirasa sedalamnya rindu
Cintanya menyambut mesra
Berpagutan di lena ruang terlarang
Berdua terjatuh dalam basah musim hujan
Awan yang senantiasa mengabu
Menaungi baku desah
Menggetarkan dinding dinding bisu
Melantakkan tatanan norma
Mata mereka cinta
Pendengaran mereka cinta
Cinta yang memabukkan
Eraman di buaian waktu menunggu
: lelaki paruh baya
: sepenuh cintanya
Batam, 1 Januari 2017

Persetubuhan Siput , Eka Rs

Persetubuhan Siput
Di bawah langit telanjang
rona memerah terkurung
geliat begitu landai
berburu di buru buih dalam pelindung
berhamburan ke angkasa
terbawa bayu samar ke pori pori
terasa ngilu meraut tulang penyaksi
jangan sembunyi di balik basa basi
mengapit tangan cumbui jaman
abaikan pejalan kaki yang kuyup
oleh darah di masa perjuangan
singsingkan lengan
bukan singkapkan kemaluan
gelora pahlawan
bukan bahan permainan
di ruang ruang pamer
bau amis pertaruhan ego
bagaimana percaya
persetubuhan siput
demi kegersangan sendiri
tidak perlu tawarkan damai semesta
gauli Ibu Pertiwi secara santun
klimak membasahi jiwa
# Eka Rs

BULAN MERAH Gatot Sarmidi

LELAKI SEPARUH BAYA
DENGAN SEPENUH CINTANYA
Lelaki separuh baya
Menjemput cintanya di jarak terjauh
Di angan puluhan tahun dirasa sedalamnya rindu
Cintanya menyambut mesra
Berpagutan di lena ruang terlarang
Berdua terjatuh dalam basah musim hujan
Awan yang senantiasa mengabu
Menaungi baku desah
Menggetarkan dinding dinding bisu
Melantakkan tatanan norma
Mata mereka cinta
Pendengaran mereka cinta
Cinta yang memabukkan
Eraman di buaian waktu menunggu
: lelaki paruh baya
: sepenuh cintanya
Batam, 1 Januari 2017

TINTA TUMPAH, Riswo Mulyadi

TINTA TUMPAH
tinta ditimpa hujan
menulis kata tak beraturan
membuncah seperti banjir
di kepala
entah ke mana muara
mengalir tanpa alur
: "adakah tetes yang singgah di dadamu
menjelma serupa rindu?"
kau hanya menggigil
kulit membiru
napas memburu getar
seperti dawai kegelisahan
dipetik jari waktu
: "apakah tubuhmu berkeringat hujan?"
tubuh berlumur tinta
tak beraturan
seperti puisi yang gagal
Hujan,13 Januari 2017

MALAM DAN POHON DADAP, Gatot Sarmidi

MALAM DAN POHON DADAP
Gatot Sarmidi
Padi padi sudah siap panen
Gubuk kecil merona sesaat
Bulan panas menusuk kembang
Memacu bagai dahan pohon
Kulit berduri tengah musim
Dingin menggigil hangat menggelora
Tubuh tertusuk langit mendesak bara
Lunglai semalam daun dan embun
Bersatu dalam perayaan kembang 
Setumpuk kesunyian padam 
Seketika belut dan katak
Membentang irama
Malang1612017

KARENA CINTA, Arya Setra

LELAKI SEPARUH BAYA
DENGAN SEPENUH CINTANYA
Lelaki separuh baya
Menjemput cintanya di jarak terjauh
Di angan puluhan tahun dirasa sedalamnya rindu
Cintanya menyambut mesra
Berpagutan di lena ruang terlarang
Berdua terjatuh dalam basah musim hujan
Awan yang senantiasa mengabu
Menaungi baku desah
Menggetarkan dinding dinding bisu
Melantakkan tatanan norma
Mata mereka cinta
Pendengaran mereka cinta
Cinta yang memabukkan
Eraman di buaian waktu menunggu
: lelaki paruh baya
: sepenuh cintanya
Batam, 1 Januari 2017