TEKS SULUH


Tampilkan postingan dengan label info kegiatan sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kegiatan sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 September 2021

Informasi Sastra: Setiasastranagari 30 Th Kesetiaan

 Informasi Sastra:

Data Penyair/Sastrawan yang bukti-bukti portofolio cukup yaitu: berupa portofolio klipping koran karyanya dan datanya berupa asli atau file /foto kegiatan dari tahun 1966 hingga tahun 31 Desember 2000 adalah Penyair/Sastrawan yang dipandang memiliki kesetiaan pada dunia sastra dan memiliki Dharma Bakti minimal 30 tahun terhadap Sastra Indonesia disebut sebagai Sastrawan dengan Setiasastranagari 30 Tahun Kesetiaan.

Data Sastrawan dengan Setiasastra 30 Tahun bukan merupakan seleksi atau penilaian tim atau juri atau lomba atau usulan komunitas tertentu tetapi atas dasar temuan pribadi kurator Lumbung Puisi (Rg Bagus Warsono) yang didapat dari membaca, klipping puisi atau kiriman pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Data Sastrawan dengan Setiasastra 30 Tahun adalah kesetian seseorang dalam pengabdiannya dalam dunia sastra yang diwujudkan dengan karya sastra baik perorangan maupun bersama-sama. Dan daftar dari data Setia sastra ini berkembang setiap tahunnya sesuai dengan apa yang ditemukan dan telah dilampaui oleh generasi setelah itu (generasi berikutnya).

Usulan penambahan nama penyair, setelah diumumkan dalam buku, untuk sebutan Penyair dengan Kesetiaan Sastra 30th, yang ditemukan setelah diumumkan dan di pertanggungjawabkan , setelah data diumumkan akan diberikan pada tahun berikutnya.

Sebutan Penyair Setiasastra Nagari kemudian disebutkan pada buku Setiasastranagari 30 Th Kesetiaan yang akan terbit Desember 2021. Pengumuman Setiasastra nagari I akan diumumkan setelah buku terbit.

Bahwa kegiatan pendataan Setiasastranagari 30 Tahun Kesetiaan bersifat Dokumentasi Sastra.

Demikian Info disampaikan , terus menulis sastra dan tetap bersahabat.

Lumbung Puisi 20 September 2021

Salam Sastra,

Kurator Lumbung Puisi : Rg Bagus Warsono,

Dokumentasi Klipping/foto : Wawan Hamzah Arfan

Jumat, 03 Januari 2020

Yuk ikut Antologi Bersama Gila : "Wong Kenthir"



Tahun demi tahun penyair Indonesia telah menyuarakan pesan lewat puisi demikian banyaknya yang disampaikannya bahkan dengan dibacakannya puisi itu. Pembacaan puisi tidak saja di depan Wakil Rakyat, pejabat atau generasi muda tetapi juga pada alam ini. Bagi seorang penyair karya yang ditulisnya dibaca atau didengar apa tidak bukan menjadi masalah yang penting penyaluran hasrat seni ini tetap tersalurkan.

Isi puisi atau pesan kadang menjemukan bahkan kadang monoton, tetapi dalam puisi gila ini mereka memberikan yang terbaik yang enak dibaca dan yang memiliki nilai 'greget dalam puisi. Yang tentu saja memenuhi selera pembaca pada saat ini (2020).

Wong Kenthir (:Kendi) = gila bukan Kentir (:Ken Dedes ) = hanyut antologi yang memuncak penyair Indonesia modern dalam pencarian pembelaan jati dirinya yang menyuarakan pesan-pesan lewat puisi sebelumnya yang belum menemukan titik sampai pada apa yang dikehendaki penyairnya. Sebuah pesan bahwa penyair memiliki caranya tersendiri dalam menyuarakan pesan untuk negerinya hanya lewat puisi. Kebebasan berkreativitas yang dimiliki sebagai hak mutlak seorang seniman agaknya digunakan sebagai cara yang paling sah dan paling terhormat bagi seorang penyair. Kemerdekaannya berpendapat hanya dapat disampaikannya dalam seni dalam puisi puisi yang kita sebut sebagai puisi gila dalam kegilaan penyair Indonesia dalam berkarya nyata.

Makna gila itu sendiri kini semakin absur, semakin kurang jelas. Dalam keseharian orang lebih baik disebut gila ketimbang disebut stres, Bahkan pujian pada seseorang kadang dilontarkan dengan menyenut kata gila!

Juga kini marak istilah gila yang positif seperti "gila kerja", "gila membaca", " gila meneliti", "gila seni" dan gila-gila yang lain yang menyatakan positif dalam kehidupan ini.

Perubahan pengertian gila ini tentu tidak akan merubah penyertian harfiah dalam KBBI sebab nanti membuat bahasa semakin kacau.

Sebutan "penyair gila" agaknya kini justru disukai oleh para penyair yang katanya memiliki arti kegilaan pada apa yang dikerjakan seorang penyair. Belum gila kalau belum memiliki antologi yang menandakan bahwa ia telah sungguh-sungguh menjadi seorang penyair yang memiliki karya.

Namun tentu kita berharap bahwa kegilaan dalam antologi ini adalah gila dalam arti dasyat ! Ya puisi yang dasyat. Apakah memang demikian puisi-puisi dalam antologi gila ini dasyat, mari kita simak puisi-puisi dalam antologi ini satu per-satu.



Kamis, 15 November 2018

Penyair Rg Bagus Warsono Tebarkan Literasi.

Penyair Rg Bagus Warsono, Kamis, 15 Nofember 2018 bertemu dengan Bpak H Ishak, di sekolah SDN Binajaya Subang. 

Penyair Rg Bagus Warsono Kunjungi Sekolah-sekolah di Subang

Penyair Rg Bagus Warsono dalam kesempatannya mengunjungi sebuah sekolah di Kecamatan Cioasem Kabupaten Subang. Bapak Edi Rohendi, Kepala SDN Ahmad Yani, Ciasem nenerima cinderamata buku literasi sastra dari Rg Bagus Warsono, 12-11-2018

Selasa, 26 Juni 2018

Segera, Antologi Bersama Nasional Tulisan Tangan Penyair Indonesia

Satu lagi karya sastra anak bangsa dalam dinamika kehiduopan Indonesia . Kali ini dalam tiulisan tangan-tangan penyair asli untuk menyoroti pemimpin Indonesia. Presiden, Gubernir, Walikota, Bupati, Camat, Sampai Kepala Desa , juga raja-raja nusantara, dan pemimpin masa depan dalam kemasan Satrio Paningit :



Selasa, 01 Agustus 2017

Terus berkarya
Biarkan publik yang menilai
Berikan yang terbaik
Menulis untuk dibaca orang lain.

Dokumentasi Sastrawan Indonesia oleh Himpunan Masyarakat Gemar Membaca. Edisi Spesial HUT RI ke-72

Rekrutmen Puisi 01-08-2017 sd. 31-08-2017 kirim satu puisimu yang terbaik dalam tema "Kita Dijajah Lagi" kirim melalui email gus.warsono@gmail.com berikut biodata singkat. (Tidak menerima naskah melalui inbok, karena datanya sering hilang)

Kegiatan ini murni dokumentasi dan publikasi karya sastra serta literasi. Penulis tidak diberi buku atau honorarium, apabila menghendaki bukunya silahkan memesannya sendiri di penerbit SI Buku Media / Penebar Pustaka Media Yogyakarta.

Penulis yang memesan melaluiku berlaku hibah buku dan bea pengiriman buku.
"Kita Dijajah Lagi" sebuah tema yang menggelitik pembaca Tanah Air. Persembahan ulang tahun Indonesia yang semakin tua. Porsi antologi ini diperuntukan bagi pembaca remaja dan dewasa (bukan bacaan anak-anak) karena itu Hibah buku diperuntukan bagi sekolah menengah dan perguruan tinggi,
Naskah yang diterima akan diseleksi oleh sastrawan yang ditunjuk dan yang masuk dalam buku ditampilkan dalam www.ayokesekolah mulai 17 Agustus 2017
Naskah diterbitkan sekitar September 2017 dan diharapkan selesai 28 ktober 2017

Spesial Edisi Lumbung Puisi.
"Kita Dijajah Lagi'
Panitia

Sabtu, 17 Juni 2017

Tadarus Puisi Seniman Bungo

Mengapresiasi seluruh anggota Komunitas Seniman Bungo, yang telah menyelenggarakan Tadarus Ramadhan, salut dan aplaus atas terselenggaranya Malam Tadharus Puisi.

Jumat, 02 Juni 2017

Antologi Bersama tercepat dalam 3 hari Tadarus Puisi Penyair Indonesia

TADARUS PUISI PENYAIR INDONESIA MODERN
SEKUMPULAN PUISI (ANTOLOGI)
Mengetengahkan suasana saum Ramadhan di Negeri ini.
Puisi puisi karya penyair dalam mengisi kegiatan Ramadhan.

Antologi Bersama Tercepat (3 hari) yang diikuti Penyair Indonesia Modern (tidak menyebut angkatan)
Ketentuan :
1.Kirim 1 buah puisi atau paling banyak 2 buah puisi Anda terbaru dan belum pernah dipublikasikan dimanapun media. Lampirkan Biodata Singkat paling (banyak 100 kata.)
2.Tema : Ramadhan
3.Naskah di inbox pesan fb: RgBagus Warsono
Waktu pengiriman : pada hari Kamis Jumat Sabtu tanggal 1, 2 dan 3 bulan Juni 2017 Masehi atau tanggal 6,7,8 Ramadhan 1438 H atau dari pukul 00,01 hari Jumat 1 Juni sampai pukul 12.00 hari Sabtu 3 Juni 2017.
4.Puisi masuk akan ditadarusi selama Ramadhan ini sebagai kegiatan Penyair di bulan Ramadhan.
5.Kegiatan ini hanya sebagai pengisi waktu yang tidak mengganggu kegiatan-kegiatan saum Ramadhan.
6.Kegiatan ini gratis dan tidak mengharuskan peserta untuk membeli buku.
7.Perkembangan berikutnya seperti ulasan/kata pengantar/sorotan/ atau kritik yang akan dimuat di buku akan disampaikan dalam tadarus puisi selama Ramadhan ini.
8.Peluncuran buku dapat dilakukan kapan saja, oleh siapa saja dan dimana pun tempat.
9.Penerbit buku ini rencananya diterbitkan oleh Penebar Pustaka Yogyakarta.
Rg Bagus Warsono

Jumat, 23 Desember 2016

Temu Kecil Penyair (Penyair Mancing) , Time Friends With Nature , Sanggar Sastra Merone jaring Indramayu 10-12 Desember 2016

Searah Jarum jam: 1. (Cameramen), 2. Dulhadi, 3. Wardjito Soeharso ( Semarang), 3 Rg Bagus Warsono (Indramayu), 4. Nurochman SudibyoYS (Tegal), 5. Salimi Ahmad (Jakarta) , 6. Wadie Maharief (Yogyakarta) , 7 Rusiano Oktoral Firmansyah (cameramen) , 8. Bayu Aji Anwari (Semarang), 9. Eka RS (Tasikmalaya), 9. Tri Hadini OK (pembaca puisi), 10. Dyah Setyawati (Tegal), 11. Zaeni Boli (Bekasi), 12 Marlin Dinamikanto (Jakarta, tidak tampak).

Jumat, 16 Desember 2016

Temu Kecil Penyair Mancing


 Evaluasi terus dilakukan untuk mempercantik sanggar, kami menginginkan sanggar yang unik sehingga menjadi tempat kunjungan masyarakat sastra Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Saran dan dukungan diharap dari mereka yang peduli berkesenian.
Pintu slalu terbuka kepada semua saja untuk ngobrol sastra sambil ngopi di sanggar . Sanggar Sastra Meronte Jaring jl. Alamanda Merah 6 perumahan Cidhayu (Citra Dharma Ayu) Indramayu , Kelurahan Margadadi kec./kab. Indramayu-45211
 

Temu Kecil Penyair , Mari kita saling mengenal agar memiliki rasa kasih sayang.





 Terima kasih sebesar-besarnya kepada sahabat yang mendukung acara ini. Terimakasih kepada semua sahabat yang hadir di acara kecil ini. Semua kejadian, pertemuan, perpisahan, dan keselamatan adalah karena Allah SWT. Karunia yang tak terhingga selagi masih hidup. Kita hanya mengisi waktu didunia, ibarat hidup itu sekedar 'ngombe saja.
Kekurangan adalah keterbatasan, manusia yang menyadari banyak kekurangan adalah maaf yang sedalam-dalamnya.
Kami hanya mengedepankan silaturahmi, juga kepada semua saja sahabat penyair Indonesia.
Tak ada niat apa-apa, pamer, bersaing atau narsis untuk kepopulairan diri, kami hanya berkesenian.
Mari kita saling mengenal agar memiliki rasa kasih sayang.

Minggu, 20 November 2016

Penyair Mancing 11 Desember 2016

Penyair Mancing 11 Desember 2016
Baca puisi Sekeranjang Ikan di perahu nelayan
dalam
Sehari Bersama Penyair Rg Bagus Warsono
Indramayu




Kalian akan diajak memahami makna hidup ini, bagaimana nelayan mengatasi permasalahannya sendiri dengan sabar membetulkan jaring yang sobek, menambal labung kayu yang bocor, menukar ikannya dengan nasi dan rokok, membayar hutangnya ketika memperoleh hasil , hutang tanpa agunan apa pun, dan solidaritas diantara mereka berbagi ikan.

 Hanya saja nelayan tidak dalam kemapuan industri. Kenyataan ikan mereka dibuat sarden, kulit ikan itu dibuat kerupuk dengan kemasan toko, tulang ikannya , sirip ikannya sampai jeroan lainnya dimanfaatkan orang lain menjadi bahan industri yang sangat menguntungkan. Sedang nelayan hanya gigit jari melihat semua itu.

  Sebaliknya nelayan menjadi sasaran (konsumen) besar produk perusahaan industri benang nilon, tambang plastik, alat tangkap ikan (jaring), mesin perahu, sampai alat komunikasi yang nilainya tidak tanggung-tanggung hingga trilyunan rupiah!

Lalu apa hubungannya nelayan dengan penyair? Nelayan itu kuat dan sangat percaya kepada Yang Maha Kuasa, dalam kontek hidup yang tak pasti. Ikan atau pulang hampa. Dan penyair harus kuat seperti nelayan, yang sama-sama memiliki penghasilan yang tak pasti. Ironisnya justru baru saja karyanya dikritik sudah tidak enak badan. Justru kritik menyehatkan, seperti nelayan telanjang dada di terik matahari di tengah lautan.

Membaca puisi di area terbuka tanpa mikrofun, tanpa tenda, tanpa penonton yang undang, dan tanpa malu di depan lalu lalang orang kesibukan nelayan dan masyarakat memiliki kesan tersendiri. Sebuah pengalaman yang tak dapat dilupakan.

Dalam baca puisi di perahu kayu nanti akan dihadirkan Pembaca Puisi Terbaik yang dimiliki Indramayu O.K Hadini.

Penyair Mancing hanya diikuti 10 Penyair yang diundang. 10 Penyair Pinggiran yang memiliki jiwa sederhana karena kegiatannya sederhana.


Penyair Mancing, hanya kegiatan kecil yang tak berarti-apa-apa, namun demikian pasti sukses, karena aku yang menggarapnya sendiri.

Sabtu, 03 September 2016

Hadir dalam perpuisian Indonesia , Lumbung Puisi Jilid IV bertema Margasatwa

Mari berpuisi bersama, untuk dinikmati bersama, dengan kemampuan bersama untuk sastra Indonesia.

 Saya bayangkan beberapa penyair menulis puisi tentang binatang-binatang imajinatif ( misal Derabat, burung raksasa khayalan Budi Darma; juga Kappa, semacam Derabat yang telah menjadi mitos bertahun-tahun di Jepang; Yeti di Nepal ) yang dapat menggugah daya imajinasi pembacanya dan merangsang imajinasi lain untuk bidang-bidang lain.
Betapa berharganya puisi-puisi ini bagi pelajar dan generasi sesudah kita karena telah memberikan pemahaman anatomis, filosofis dan simbolis tentang sebuah kota, negara, atau benda (Hasan Bisri Bfc).

Minggu, 14 Agustus 2016

Lumbung Puisi Jilaid IV 2016

Puisi yang mengetengahkan tentang "margasatwa" bukan tentang hal lain. Anda bisa menceritakan keragaman satwa nusantara, kelangkaan satwa, atau terancamnya satwa dari kepunahan, tetapi juga dapat mengetengahkan perilaku hewan, cerita tentang hewan , atau bahkan perumpamaan serta perilaku manusia yang seperti hewan dan kehidupannya. Pendek kata temanya tentang margasatwa

Lumbung Puisi Jilid IV Margasatwa Indonesia

Lumbung Puisi Jilid IV
Margasatwa Indonesia
(Dokumentasi Sastrawan Indonesia
oleh Himpunan Masyarakat Gemar Membaca)
Penulis : Penyair Nusantara
Tema : Margasatwa
Nama Penyair didokumentasikan di HMGM sebagai penyair Indonesia
Kurator : Rg Bagus Warsono
Kirim 2 puisi terbaik bertema margasatwa ke: gus.warsono@gmail.com atau agus.warsono@ymail.com
Mencantumkan biodata singkat dan alamat rumah kode pos dan nomor hp.
Bersedia berpartisipasi dana pengiriman buku + kaos Cinderamata LPSI IV untuk Jawa 45rb dan Luar Jawa 97rb
Deadline pengiriman puisi 17 Agustus 2016
Dibuka dari sekarang.
Puisi diterima dimuat dalam www.ayokesekolah.com
Partisipasi dana dikirim kapan saja sampai buku siap cetak ke rekening BRI 0028 Indramayu
0028-01-001671-53-1
an. Agus Warsono, SPd.
Nama penyair Lumbung Puisi dari Jilaid I dan seterusnya akan didokumentasikan dalam buku lain berjudul
“Ensiklopedia Penyair Indonesia Lama dan Modern” dan dipublikasikan luas.
Kurator : Rg Bagus Warsono (Kurator Sastra di HMGM)
Jl. Alamanda Merah 6 Citra Dharma Ayu, Margadadi Indramayu.
No. Hp yang dapat dihunbungi 085311088734 (SMS)