TEKS SULUH


Tampilkan postingan dengan label sarapan pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sarapan pagi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2022

Kucing Kampung Tak Menyesal

 Begitu datang kucing anggora yang lucu, kucing kampung itu dibuang di sebrang sungai yang tak bisa kembali ke rumah. Kata kucing kampung yang budiman dan tidak dendam itu berujar: "Semoga aku menemukan jodoh baru dan menurunkan anak-anak yang lucu-lucu agar  seperti kucing anggora pengganti dirinya di rumah bekas majikanku, agar tak seperti aku nasibnya".

Turunkan Hasratmu maka hidupmu kau temukan.

 Bangga itu boleh untuk memacu semangat, kemudian diturunkan dengan rasa syukur, utuk melihat orang lain di bawah kebanggaan itu, setelah mampu memiliki rasa syukur turunkan lagi dengan miliki rasa peduli agar rasa syukur itu memiliki bukti implementasi, kemudian diturunkan lagi dengan peran menjadi orang yang berkedudukan sangat rendah (belajar merasai menjadi orang kecil) setelah ini bisa lakukan maka hidupmu kau temukan. (rg bagus warsono)

Sabtu, 25 Desember 2021

Batu bata yang dibakar lebih bagus kwalitasnya

 Sarapan Pagi:

Ternyata batu bata yang dibakar lebih bagus kwalitasnya dengan bata kucur. Artinya produk apa saja termasuk karya sastra akan bermutu jika melalui tahap 'pembakaran (proses yang sungguh-sungguh) dan tidak asal jadi seperti bata kucur. Meski bata kucur (batu bata press) juga bermanfaat tetapi proses yang dilakukan dengan terdapat penggodogan yang matang menghasilkan sesuatu yang bermutu. Jadi sebaiknya prodak sastra tidak seperti bata kucur yang asal jadi.

(sarapan pagi 21-12-21)**

Profesionalitas menulis pena tinta perlu didukung tinta pena yang baik

Sarapan Pagi:

Anda tahu pulpen tinta pena? Pulpen itu bisa digunakan jika diisi cairan tinta. Biasanya tabung pulpen itu terbuat dari bahan karet yang apabila dipencet menyempitkan ruang tabung dan jika dilepas seketika dapat menarik benda seperti cairan tinta. Kemudian jika tabung itu berisi cairan tinta, pulpen itu bisa digunakan kembali.

Pulpen pena itu hanya bisa digunakan oleh yang terbiasa atau penulis yang memiliki jiwa seni. Hasilnya sangat indah, tipis tebal huruf begitu membuat sebuah surat yang ditulis menjadi menarik.

Pena tinta itu kini jarang digunakan karena memang sudah jarang yang mampu menggunakan, tinta pulpen itu akhirnya hanya untuk tinta stempel.

Ahli ahli penulis dengan penata tinta kini semakin jarang. Tetapi kebanggaan bagi yang masih menggunakannya.

Profesionalitas menulis pena tinta perlu didukung tinta pena yang baik.

Jadi jika kita hendak membedakan diri dengan orang lain, bahwa kita ini lebih hebat dari orang lain harus mampu menggunakan/profesional, memiliki/tersedia sarananya, dan memiliki bahan/barang yang siap habis seperti tinta dan miliki pengalaman.


Minggu, 24 November 2019

Sarapan Pagi, Masih sedikit guru penulis sastra.

Sarapan Pagi,

Masih sedikit guru penulis sastra.

Oleh karena Itu badan Bahasa pada tahun 2017 menyelenggarakan lomba buku sastra untuk kalangan guru dan tahun berikutnya tidak menyelengarakzn lagi. Masalahnya yang menjadi peserta adalah kalangan penyair yang juga dari kalangan pendidikan.

Tetapi kita berharap Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus menggairahkan sastra Indonesia di departemennyta (PTK, guru dan siswa).

Namun apa dikata, Literasi hanya slogan belaka. Yang ada hanya pendistribusian buku-buku perpustakaan sekolah dan jarang dibaca siswa maupun guru.

Lomba sastra dan sejenisnya yang memberi harapan guru penulis sastra sangat kurang diselenggarakan. Bahkan ada yang dibumbui oleh sponsor sehingga sepertinya pemerintah tidak mengupayakan kegairahan guru penulis.

Guru Penulis sastra mungkin masih sedikit. Sedikitnya jumlah tentu karena tidak adanya program serius untuk guru dalam mengembangkan profesinya.

Jadilah guru penulis sastra tidak memiliki pengembangan yang baik yang didukung oleh pemerintah, padahal menulis sangat pentig bagi guru, terlebih menulis bacaan sastra.

Rg baguswarsono, 25-11-19

Selasa, 29 Oktober 2019

Iwak Kasatan (Ikan Kekeringan)

Iwak Kasatan (Ikan Kekeringan)

Pada kolam kolam ikan dan sungai kecil dengan yang jauh dari mataair, kemarau panjang menjadikan lumpur seperti batu pecah. Ikan yg bertahan dalam lumpur kering menjadi satu dengan lumpur yang membatu. Kemudian ikan menjadi tanah kering dan tak satu pun ikan di sungai itu.

Ikan tak kelihatan karena tlah menjadi tanah kering. Tidak ada teriakan ikan karena lebih baik memilih kematian.

Ketika peneliti mendatangi kolam kolan kering dan sungai kecil itu, hendak memastikan kematian ikan ikan, ternyata benar benar tak ada kehidupan di sana, bahkan lumut dan rumput sudah membubuk menjadi debu.

Beberapa bulan kemudian hujan pun tiba. Petani membaca awan. Jika berarak tandanya banyak ikan. Kemudian mereka berlari ramai ramai menuju sungai membawa seser penangkap ikan. Tawa gembira mereka mendapat wader (anak anak ikan) dan terdengar teriak gembira dari mereka ketika salah seorang menangkap ikan gabus besar.

Entah dari mana datangnya ikan Allahu alam tetapi itu memang ikan di kolam kolam dan sungai kecil itu.

Sebuah gambaran ekosistem itu tak mati jika manusia tak berulah. Biarlah alam sendiri tak perlu dicampuri atau dirusak. Seperti juga penyair biarlah hidup dan berkreativitas, kelak akan muncul kembali di masa yg akan datang dengan karya karya gemilang (rg bagus warsono)