TEKS SULUH


Tampilkan postingan dengan label Cerita menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita menarik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2021

Apresiasi yang Tulus

 Seorang murid SMP mencari rumahku , Ia ingin membeli buku cerita anak2 Kopral Dali untuk lomba bercerita di sekolahnya. Bersusah payah ia mencari rumahku, Ketika sudah ketemu aku trenyuh atas apresiasi itu. Kugratiskan buku yang dikendaki bahkan aku hanya punya satu buku. Atas apresiasi anak itu aku berikan gratis buku2 lainnya. Itu apresiasi dari seorang anak kecil dan aku menerima apresiasinya yang tulus.

Sabtu, 20 Februari 2021

Kulkul

 Tahun 1977 kelas 6 Sekolah Dasar aku ikut cerdas cermat dilombakan di RRI, keluargaku mendengarkan dari rumah, kebetulan aku juru bicaranya. Begini aku memulai : Regu C dari Sekolah Dasar Paoman V Kecamatan Indramayu Dengan juru bicara RG Bagus Warsono, disamping kanan saya ...Evita Erasari disamping kiri saya ...Indri Yuswandari , begitu teman pendampingku langsung menyebut nama diri, mereka berdua dipasang untuk membantuku membisikkan jawaban, yang sebelah kanan pintar matematika yang sebelah kiri pinter HPU.

Dewan jurinya orang yang sekaligus membacakan pertanyaan mereka adalah Soekardi Wahyudi , Wawan Hamzah Arfan, dan Ali Arsy tokoh pendidikan yang sekaligus guru sekolah menengah.

Masih ingat seorang yang menulis nilai di papan nilai dengan kapur tulis ia adalah Wardjito Soeharso, yang setiap babak membacakan jumlah tiap-tiap regu.

Sayang sekali kami bertiga tidak bisa menjawab tiga pertanyaan sekaligus di babak final, diantara pertanyan dari Dedari Rsia sebagai Juri Utama yang kali ini membacakan pertanyaan berturut-turut. Masih Ingat pertanyaan itu hingga sekarang. Apa nama alat komunikasi tradisional untuk memberi tanda kepada masyarakat di desa dari Bali. Dan kami bertiga tidak tahu bahwa jawaban itu asing bagiku, yaitu "Kulkul".

Hari itu kami pulang tanpa tepuk tangan. Aku tak mendengar ketika ibuku bercerita bahwa ibuku berteriak di depan radio "Kulkul !"

(nama 2 pelaku adalah direkayasa dengan nama penyair terkenal)


Kamis, 11 Juli 2019

Jeruk limau jetuk sambal

Jeruk limau (sambal) itu tumbuh depan rumah daunnya mengering seolah akan mati. Buahnya pun berjatuhan . Ada yang masih hijau ada yg berwarna kuning kemerahan , spt alum. Aku kumpulkan yg jatuh dalam kantong kresesk. Kucoba pada anakku yang masih SD untuk menukarnya dengan bebek goreng (lamongan), kubonceng anakku untuk berani berkata pada pedagang bebek goreng itu menukar dengan nasi dan bebek goreng, kemudian aku sembunyi.
Anakku hanya diam , sambil mengulurkan kantong kresek berisi jeruk limau itu. Apa jadinya. ternyata pedagang itu mengulurkan uang lima puluhu ribu !
Anakku bingung, ingat apa yg diperintahkan olehku maka ia menunjuk bebek goreng !
Ternyata akulah yang salah menguji anak. Pedangan bebek goreng itu telah biasa membeli jeruk limau untuk pembersih tangan dari bau ikan/bebebk goreng. !
Dari pengalaman itu aku pelihara pohon jeruk yg mulai akan mati itu. (rg bagus warsono