TEKS SULUH


Sabtu, 04 Januari 2014

Catatan tentang 'kasus' Pemilihan Tokoh sastra Indonesia Paling Berpengaruh:


oleh Rg Bagus warsono

Positif :
1.Pusat Dokumentasi Sastra HB Yassin berperan sebagai lembaga pengganti 'Paus Sastra Indonesia' sepeninggal HB Yassin. Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kalangan sastrawan dimana para sastrawan tidak lagi slalu dengan fatwa HB Yassin ketika beliau masih hidup (beliau meninggal pada 11 Maret 2000)
2.Atas keluarnya buku 'Tokoh Sastra Indonesia  Paling Berpengaruh' seakan menjadi sebuah pernyataan bahwa sastra Indonesia itu masih hidup dipandang secara nasional dan internasional.
3.Membuyarkan periodeisasi Angkatan pujangga dikarenakan tokoh sastra Indonesia paling berpengaruh itu terdiri dari tokoh pujangga tahun 1886 hingga sastrwan yang lahir tahun 1970. Nama Kwee Tek Hoay (1886-1952) itu sendiri jarang disinggung oleh HB Yassin dalam karya-karaya HB Yassin dan juga di kalangan pendidikan tidak terlalu populer disebutkan dalam dunia sastra. Menggugurkan sebutan periodeisasi sastrawan angkatan-angkatan setelah 1966, dimana tokoh-tokoh sastranya banyak yang terlewat karena kurator-kurator yang membuat pengelompokan sastrawan dalam setiap periodeisasi banyak tokoh yang dimasukan banyak tergantung selera penulisnya.
4.Menyatakan bahwa kreativitas sastrawan atas perubahan gaya pada setiap jenis prosa dihargai seperti yang menyatakan dalam buku itu bahwa Denny JA menjadi berpengaruh dikarenakan sebagai pelopor puisi dengan genre puisi esai.
5. Pusat dokumentasi Sastra HB Yassin telah memulai babak baru terhadap perkembangan sastra Tanah Air. Diharapkan kemudian dapat memberikan perkembangan baru berupa rekomendasi, penghargaan, maupun penobatan dsb. untuk perkembangan sastra Indonesia. 
6. Masuknya nama Denny JA memberikan petunjuk bahwa dunia sastra terbuka bagi status sosial lainnya untuk dapat mewarnai kesusastraan Indonesia.
7. Memberikan respon positif dan negatif yang berarti memiliki kekuatan sebuah buku ketika diluncurkan.

Negatif: 
1. Tidak ada hakim penentu dalam pengelompokan sastrawan.
2. Kegiatan pemilihan apa pun untuk memberikan  penghargaan kepada seseorang sebaiknya digunakan tim yang berjumlah ganjil dari 3, 5, 7 , dan seterusnya sehingga menggunakan prinsip demokratis yang lazim digunakan di Indonesia apabila terdapat perselisihan yang belum dicapai kata mufakat.
3.Keprihatinan atas tokoh yang dipilih sebagai Tokoh Sastra Indonesia Paling  Berpengaruh meninggalkan makna kedaerahan dimana banyak unsur-unsur sastra daerah yang juga berpengaruh seperti maksud kreteria pemilihan tokoh sastra Inonesia paling perpengaruh.
4.Kreteria yang digunakan dalam pemilihan Tokoh Sastra Indonesia Paling  Berpengaruh seperti ://Empat kriteria itu, pertama pengaruhnya tidak hanya berskala lokal, melainkan nasional, kedua pengaruhnya relatif berkesinambungan, dalam arti tidak menjadi kehebohan temporal atau sezaman belaka, ketiga dia menempati posisi kunci, penting dan menentukan, keempat dia menempati posisi sebagai pencetus atau perintis gerakan baru yang kemudian melahirkan pengikut, penggerak, atau bahkan penentang// merupakan kreteria yang tidak beretika publik karena tidak menghargai publik pembaca. Sebagai contoh apakah karya-karya semua tokoh itu banyak dibaca masyarakat, bahkan ada buku yang belum banyak dikenal masyarakat tapi penulisnya dinobatkan.
5. Mengecilkan peran sastrawan lainnya .

Indramayu, 5-1-2014

Antologi Bersama sebagai Dokumentasi Sastra Nasional

Antologi Bersama 

oleh RgBagus Warsono

Antologi Bersama dapat menjadi sebuah dokumen sastra yang bersifat nasional dan memenuhi banyak pembaca serta menjadi bahan rujukan. Sebagai contoh Antologi puisi yang ditulis oleh banyak penyair dari berbagai penjuru Tanah Air akan mampu menembus pembaca hingga jutaan manusia. Buku terkini Antologi puisi Menolak Korupsi 2013 kurang lebih ditulis oleh 260 penyair Indonesia dan Buku Tifa Penyair Nusantara 2013 ditulis oleh 116 penyair Indonesia ditaksir telah menembus angka 500.000 pembaca. Jika setiap penyair memiliki keluarga, teman, fans, dan anak asuh sastra di sanggar saja maka setiap penyair mambawa 200 pembaca buku tersebut. Maka buku antologi-bersama akan menembus puluhan ribu pembaca. 
Sengaja penulis tidak menghitung buku yang dicetak. Menghitung pembaca dari buku yang dicetak akan sulit ditaksir. Kecuali buku tersebut telah terjual dan menjadi best seller. Ini juga dengan menggunakan prinsip buku yang terjual pasti dibaca pembelinya meskipun tidak semua pembeli buku membaca buku yang dibelinya sampai tamat.
Keunggulan buku antologi-bersama secara geografis terkadang memenuhi keterwakilan publik di suatu daerah. Hal demikian dikarenakan sastrawan biasanya merupakan tokoh masyarakat di daerahnya. Semakin banyak keterwakilan sastrawan dari berbagai daerah , bahkan daerah terpencil maka semakin banyak jumlah pembacanya.
Antologi bersama sangat menguntungkan nama penyairnya dikarenakan melalui buku itu masing-masing dikenalkan kepada penyair lainnya dalam buku itu. Yang sudah populair akan semakin dikenal masyarakat dan yang baru meniti tangga mulai dikenalkan lewat karya dalam buku itu.
Antologi yang demikian menjadi Antologi puisi yang berstandar nasional pada ukuran pembaca. Demikian karena ukuran kelayakan sebuah buku adalah layak dibaca dan pernah dibaca. Contoh saja misalnya dalam lomba perpustakaan, ukuran keberhasilan adalah pembaca. Terbiasa sekali juri lomba perpustakaan mengukur jumlah pengunjung sebagai faktor utama, bukan gedung dan bukan bukunya yang tebal-tebal dan mahal.
Antologi bersama memerlukan standar isi agar bermutu. Karenanya perlu menampilkan team penyeleksi puisi peserta antologi. Bukan peserta antologi tetapi karya peserta itu. Jadi dua hal penting antologi bersama yakni pembaca dan puisi peserta antologi.
Hal pembaca sastra Indonesia kebanyakan didominasi pelajar dan mahasiswa pada status sosial lain masih demikain rendah. Menempati uriutan kedua adalah pendidik. Pembaca sastra Indonesia banyak dimotori/digelorakan oleh para pendidik itu kepada siswa dan mahasiswanya. Andai saja mereka turut membatu karya sastrawan, maka pembaca sastra Indonesia akan meningkat, sebab sepertiga jumlah penduduk Indonesia adalah anak-anak dan remaja!
rgbaguswarsono, 5-1-14

Andrian Eka Saputra (006)

Bukannya kita sama ?
Oleh    : Andrian Eka Saputra

Aku datang bukan mengajak perang
Sedikit menyapa lalu berdansa
Tapi kanapa kau mengelak
Tertawa dan teriak:
“Sana! Kita tak sama.”

Apa yang tak sama?
Aku kamu; sama manusia
Aku kamu; sama menghirup udara
Aku kamu; sama indonesia

Kau terus saja tertawa:
Kau miskin; aku kaya
Kau budak; aku raja
Kau wayang; aku dalang
Hahaha

Kenapa begitu?
Bukannya kita sama?
Bhineka Tunggal Ika:
Negeriku negerimu
Kenapa begitu?


Boyolali, 02/01/2014

Sibaklah tirainya
Oleh    : Andrian Eka Saputra

Suku
Agama
Ras
Antar golongan
Menirai pembeda
Mengunggul merendah satunya
Untuk apa ?

Sibaklah tirainya !
Kita sama; satu cinta
Tanah air indonesia
Untuk apa pembeda ?

Egoku egomu egonya
Mampus oleh satu sabda
Sang garuda:
“Bhineka Tunggal Ika”

Boyolali, 02/01/2014
Kulitku kulitmu kulitnya
Oleh    : Andrian Eka Saputra

Aku hitam legam
Hitam-hitam; hitam legam

Kau putih jernih
Putih-putih; putih jernih

Dia coklat mengkilap
Coklat-coklat; coklat mengkilap

Hitam kulitku; indonesia
Putih kulitmu; indonesia
Coklat kulitnya; indonesia

Kulitku kulitmu kulitnya
Sama
Tak perlu mencerca
Letari Bhineka Tunggal Ika

Boyolali, 02/01/2014

Pandailah membaca !
Oleh    : Andrian Eka Saputra

Aku suku satu
Kau suku dua
Memanglah beda
Tapi satu indonesia

Aku agama satu
Kau agama dua
Memanglah tak sama
Tapi satu adanya

Pandailah membaca
Aku kamu; satu
Sialah menggerutu
Sialah mengganggu

Pandailah membaca
Jelas terpampang dalam cengkraman garuda
“Bhineka Tunggal Ika”

 Andrian Eka Saputra terlahir di Boyolali pada 15 Desember 1995. Saat ini masih merajut asa di SMKN 1 Mojosongo jurusan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian. Anak yang tinggal di Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah ini mempunyai hobi menulis dan membaca puisi. Kesukaannya terhadap dunia tulis menulis bermula ketika kelas IX SMP. Dapat dihubungi di 085647170609 atau di akun facebooknya di www.facebook.com/andriansaputra6.
 

Wardjito Soeharso (005)

PANGGUNG HIBURAN
 
Hiburan rakyat
Melihat pelawak
Bergaya koplak
Lupa sesaat
Beban berat
Dipikul pundak

Hiburan pejabat
Melihat uang
Dibawa rekanan
Pengganti tandatangan
Lupa sesaat
Jaga martabat
Menjelma bangsat

Ooo....
Rakyat koplak
Pejabat bangsat

2013
NGUDARASA
 
Sadalan dalan
Anane mung gronjalan
Mergo akeh kedokan

Salurung lurung
Anane mung bingung
Mergo adoh gurung

Yen dalan wis kebak kedokan
Lurung wis akeh sing suwung
Gurung wis pedot sakdurunge diulur

Wisma tanpa tata
Desa tanpa cara
Para pamong ilang subasita

Iki pertanda dudu sanepa
Yen jalma wis pada kelangan adat
Adoh saka urip anteng

Dinadina isine genduyakan
Kaya geger sing ngoyak macan
Tan ana asile kang mapan

Mula ta tansah elinga
Bebrayan iku tansah sangga sinangga
Abot enteng nora rinasa

Arepa awan panase sumelet
Bengine peteng ndedet lelimengan
Kabeh lumaku kanti rahayu.
2013

Mengapa Kamu Mencintai
 
+ Mengapa kamu mencintai ibumu?
- Karena aku mengawali hidup dengan minum air susu ibuku.
+ Mengapa kamu mencintai gurumu?
- Karena aku mencecap dan memahami ilmu dengan belajar dari guruku.
+ Mengapa kamu mencintai negaramu?
- Karena aku makan dan minum untuk tumbuh dari bumi negaraku.
+ Mengapa kamu mencintai bangsamu?
- Karena aku membangun kebanggaan dengan jatidiri bangsaku.
+ Mengapa kamu mencintai agamamu?
- Karena aku ingin mati dalam naungan agamaku.

2013
 Di Bawah Bendera Merah Putih

Dengan upacara hidmat
Kau dikibarkan ke angkasa
Pagi cerah, mentari sumringah
Wajah-wajah abdi negeri
Dingin tanpa ekspresi
Tangan sikap hormat di samping kening
Adakah itu penghormatan atas nama jiwa merah saga?
Dibelai angin pagi
Merah putih berkibar megah.
Tapi dengarlah:
Dia merintih sedih!
"merahku tak lagi merah, putihku tak lagi putih".
Siapa mesti peduli?

Srondol, 12 Agustus 2013


 doa untuk adik-adikku

adik-adikku mahasiswa se indonesia
pagi ini kukirimkan doa
semoga kalian masih punya sisa
tenaga dan semangat
untuk kembali turun ke jalan
berjuang melawan kesombongan

adik-adikku mahasiswa se indonesia
semua mata anak bangsa telah basah
dengan airmata kesengsaraan
yang terbungkus kebodohan dan kemiskinan
jangan biarkan mereka semakin kesakitan
lihatlah, tangan dan kaki mereka yang menebal
kapalan karena banting tulang siang dan malam
sekedar mencari sesuap nasi untuk hari ini

adik-adikku mahasiswa se indonesia
pagi ini kukirimkan doa
semoga kalian tetap sadar
bukan sekedar saling hantam dan tendang
mengatas namakan semua anak bangsa
berjuang melawan kesombongan

adik-adikku mahasiswa se indonesia
dengan doa-doaku
aku mengiringi setiap langkah perjuanganmu.

2012






Wardjito Soeharso. Multistatus. Pegawai Negeri. Widyaiswara. Dosen. Penyair. Suami dari satu istri. Ayah dari tiga anak. “Ayah” dari banyak anak yang mengangkatnya sebagai ayah. Pecinta tulen. Cinta profesi. Cinta istri. Cinta anak. Cinta sahabat. Juga cinta puisi. Hidupnya didedikasikan pada cinta.
Prinsip hidupnya sederhana saja: Hidup harus penuh dengan cinta, karena cinta itu adalah peduli, peduli itu berbagi, dan berbagi itu memberi. Jadi, tidak ada kata minta dalam cinta.
Berbagai karya yang pernah diterbitkan antara lain: Antologi Puisi Mendung Di Atas Kota Semarang (Indie,1983), Penerbitan Pers di Indonesia: Dari Undang-Undang Sampai Kode Etik (Aneka Ilmu, Semarang, 1994), Antologi Puisi Penulismuda (Media E-Solusindo, Semarang, 2007), Yuk, Nulis Puisi (Percetakan Negara RI, Surabaya, 2008), Yuk, Nulis Artikel (Media E-Solusindo, Semarang, 2009), Phantasy Poetica-Imazonation (pm-publisher, Semarang, 2010), Ide, Kritik, Kontemplasi (pm-publisher, Semarang, 2010). Puisi Menolak Korupsi Buku I dan IIb (Forum Sastra Surakarta, 2013). Dan banyak artikel lepas yang dimuat di berbagai media massa.


2014/1/4 wardjito soeharso <weesenha@gmail.com>


Fitrah Anugerah (004)


STASIUN PASAR TURI

Kereta sore membawaku pergi, tanpa tangis
Rintik hujan memaknai iringan,
pada yang harus tertinggal 
Kenangan menyisa

Engkau takut terbebani sepi
Derit kereta menyertai sunyi
deras hujan takkan cukup ganti
yang telah pergi.

Serupa sepasang rel memisahkan
Timbul-tenggelam rindu membisu
lenyap pada kejauhan
Sedang aku tak sempat menyematkan
Namaku di jari manismu

Surabaya, 17-03-2008

STASIUN PASAR TURI 2

Cinta hilang dan terampas
kereta sore membawa pergi
Sebuah tempat gelap
menunggu hadir
tanpa berita kedatangan
Riuh bocahbocah bertemu ibunya,
Tak bersedih setelah perpisahan,
Teriak pedagang asongan menggugah cerita
Tapi aku berdiam sendiri
Cinta biarkan terbeli dalam selembar tiket
Malam-malam mengekalkan setiap derit
rasa terhempas sepeninggalan
Lorong-lorong bungkam kenangan
Percik cahaya melenyap begitu saja
Inilah pengalaman selalu terlupa
Bayangmu hilang tak tersentuh sebelumnya
Sembilu luka menganga derita
Memintal duka tak sempat tertulis
Aku ingin menemuimu
Di stasiun itu
Tanpa tangis

Surabaya, 15-03-2008

TAMAN BUNGKUL

Berdiam dalam bangku taman kota
menghayati yang telah pergi
waktu tak melajukan sebuah nama
pertemuan terhenti menyeringai sepi

Nyaring klakson bersahut melewati
pengharapan mengayun perlahan
di antara kembang-kembang taman
Rinduku mati di rentang hari

Surabaya, 04-03-2008

Jembatan Gubeng

Memang ku tak lihai mainkan arah kemudi
sedang roda masih setia menggesek sepenuh daya
Tak perlu hentikan laju, deru melintasi
Di Punggung jembatan penuh gelandangan hempaskan derita

Barangkali ada ucap tak terjemahkan
Dari sebuah sisa waktu masa silam
Semenjak kekar otot orang berkulit putih membangun.
Berabad terpancang kokoh. Terlewati musim

Inilah prasasti.
Urat nadi kota
yang tenggelam umbul warna-warni
Berkilau aspal menggagas cerita

Surabaya, 05-03-2008

Blauran Di Tengah Malam

Apadaya bila kota telah berhenti
Lampu-lampu tak berbicara
tumpah mengekalkan sepi
waktu berhening detak tak bersapa

Bau selokan menebar,
sampah-sampah menggelepar
Meringkuk pemulung kelelahan
di emperan toko cina menanti embun

Surabaya, 10-03-2008

Gampang Prawoto (003)

YANG  TERHORMAT  TUHAN

Kepada
Yang Terhormat Tuhan
dengan hormat
perlu Tuhan ketahui bahwa
kepercayaan yang Tuhan berikan
kepada manusia tak dapat
di percaya lagi

gerabah telah retak
keramik pecah di atas tungku
pembakaran, manusia tidak lagi manusiawi
suami menjual isterinya
ibu membunuh bayinya
anak membunuh bapak ibunya
ayah meniduri putri kandungnya
dekil tanah dalam nafas dan didih darah

dalam ombak
semayam bonsai jiwa kerdil rasa
derai kikis selaput pemikiran
getar kejang otak-atik yang antik

ayat sekitab kering
jadi camilan di saat senggang
kuntum bait mampu menghasilkan duit
bahkan peraduan jabatan dan kedudukan

ayat sekitab yang basah
habis mereka lalap
melelapkan hutan, gunung bahkan lautan
wariskan hutang juga bencana
mendesis seonggok dal;ih
itu cobaan

manusia tidak lagi manusia

Bojonegoro,18032004

U L A R

berkelok
mengitari lorong waktu
sesekali menjulurkan senyum
indah lidahnya
.
berjalan
tanpa lelah
sambil membaca situasi
kapan berteduh di bawah rindang daun
daun hijau kebiruan
.
menjilati lidah
yang tak sempat kering di sela
sela bibirnya
menerobas lampu merah
memasuki vihara juga pura
pura, menjilma Rosario bahkan tasbih
.
tanpa bisa
menjadikan rakyat deposito
tak berjangka, sedangkan umat
sebagai pinjaman lunak
tanpa agunan
.
dengan lincahnya
ular menggeliat
menanti musim mengganti kulitnya.
.

Penjambon,20102004.13


D A N C U K

kau
dan cuk
ikat kepala
bendera amerika
namun kentutmu tetap
pohong bakar Indonesia

kau
dan cuk
liga italia kau banggakan
liga inggris kau elu-elukan
sedang liga Indonesia, cukup
kau komentar saja

kau
dan cuk
beli mie rebus ke hongkong
beli kancut ke singapur
bahkan baju bekas dan obat ketek ke paris

kau
dan cuk
beli tempe goreng made in japan
ukiran jepara import dari mexiko
sepatu buatan sidoarjo malah ke roma

kau
dan cuk
hargamu semahal lebel
haraga dirimu semurah merek
dikit-dikit luar negeri
dikit-dikit luar negeri
hanya kencing, berak, sakit udun
dan mencret kau akui Indonesia

kau
dan cuk
memang dancuk


Tasikmadu, 20040117.13

K U T A N G

Ku
tang
kutang
“…” sudah langka,
tanjakan dan tikungan disamarkan
rambu lalu-lintas sebatas peringatan
“…” mengganggu peradaban,
kurang luwes dalam mengambil keputusan.
karena kesempatan tiada putar ulang
di motel - hotel tiga jaman
di kantor
di toilet
di lift
di
rumah
anak-anak kehausan
dan suami-suami terkadang minum es
pinggir-pinggir jalan
tiada santan perasan tingal setetes kecut
keringat lelah sehabis bermain dalam pertandingan
tandang dari cumbu ke cumbu lapangan perselingkuhan.
sapi telanjang
sejak adam dimerdekakan
sapi tanpa kutang itu peradaban
lalu!
kau wariskan pada siapa
utang - utang
itu.
.
Tuban, 28122013

SECANGKIR  RASA
Adakah secangkir kopi pahit untukku
setelah tebu yang kutanam menjadi abu
dari jilatan asma asmaramu
gadaikan galaumu
kutanamkan lagi sarinya manis di ladang
ladang hatiku
tapi
seduh dulu
jangan hanya manis di pantai bibir
pahit di pusara hati
lidahku belum kelu
pemanis tak biasa tersuguh di meja rasa
walau tanpa gula
aroma kopimu aku baca tanpa mengeja
panas – hangatnya warna.
Pejambon Bojonegoro, 01112013








KOTA  SERIBU  EMBUNG

Kedalaman  perut  bumi,
kotaku,  ribuan  juta  warsa  silam
terbangun  peradaban
peradaban  yang  lama  hilang  dari file
file  penalaranmu
lenyap  dari  peta  rasa  dan  petak
petak  ladang  penjarahan
.
asapmu  menguras  embung
embung purba dari  sulingan sumsum
moyangku,  cerobong   masih  membagi
bagi  pekatnya  hitam  pada  paru  kota
dan   paru-parumu
bisnis  kecilkecilan  sungguh  menjanjikan
bedak  dan  gincu   lantunkan   dering
dering   komisi  perempuan  paroh   baya
atau  gadis  belia
.
eksploitasi   masih
menjanjikan  asbak  sambil  tawarkan
seribu   embung   baru
penampung   tetes mataair
tetes  perasan perasaan airmatamu.
.
usap  luh-luh  pipimu
kelak  bila  embung  menjadi  ombak
kita  adalah  waris  yang  sesungguhnya.
.
Bojonegoro, 23102013


Dwi Klik Santosa (002)


Berikut saya kirimkan puisi saya. Semoga diterima mengisi lumbung kakanda.

RAHIB PALSU

Kampanye para penyihir palsu 
nyanyian iblis tua yang merdu.
Sesyahdu-syahdu kotbah merayu
membujuk roh
memasuki dunia kelabu.
Keindahan semu.
Abu-abu.
Derunya mengajak
kekal sebagai debu.

Sukoharjo
30 Desember 2013
:16.16

BERITA PARA PEMABUK

Sendawa para pemabuk.
Bunyinya sengau menghiasi wajah dunia.
Dibuat senyum itu agung dan berkharisma
dipasang wajahnya besar-besar
di jalan-jalan, di tembok-tembok sebagai poster.
“Pilih aku, jangan lupa.
Akan kusediakan nanti
apa-apa yang kalian mimpi sebagai sorga.
Jangan khawatir, ini aku utusan dewa.”

Di sini di bagian bumi ini
wajah-wajah nampak murung dan luka.
Setiapkali dan kapan saja
selalu mata dan telinga
menerima pesan yang sama.
“Akukah tak layak hidup.
Di bumiku yang kaya
janji-janji seperti nyanyian iblis.
Tak benar aku hendak dibawa ke sana.
Tapi lihat aku kini.
Melulu mengais-ngais sampah
di negeri sendiri.”

Pondokaren
4 Januari 2014

Moh. Ghufron Cholid (001)

Moh. Ghufron Cholid

Saya sangat apresiatif dengan rencana anda membuat antologi puisi
bertema lestarikan bhineka tunggal ika, berikut saya kirimkan beberapa 
puisi untuk diikutkan dalam antologi tersebut, semoga bermanfaat!

LANGIT JUNGLORONG

1/

langit begitu cerah
di sini gotong-royong selaksa mawar rekah
dedaung pengertian
tangkai kesetiaan
memperindah bunga kebersamaan

2/

subuh lepas dalam doa
kepompong-kepompong mempersiapkan diri jadi kupu-kupu
menebar cinta buat generasi baru

3/

angin berdesir berbagi kabar
merpati-merpati temukan dahan
sirnalah segala gusar
dalam gema zikir

4/

langit berubah warna
tirakat cinta
moyang, masih terbaca
di segenap cuaca jiwa

2014

SEBAB INDONESIA ADALAH KITA

Indonesia takkan pernah sirna
selama degup cinta
bermukin dalam jiwa
selama pohon tatakrama
tumbuh di tiap mata
mata hari
mata jiwa
mata doa
yang tak kenal purba

Indonesia takkan musnah dalam peta
jika kita tak mengamini ramalan-ramalan asing
yang menanam benih-benih asing
dalam jiwa kerontang

sebab Indonesia adalah kita
sebab
Indonesia adalah kita
yang penuh cinta

2014

SALAM BUNGA PADA TANGKAI

tangkai, kau aku
satu
dalam menyempurnakan waktu

2013

BERSATULAH INDONESIA

Bersatulah Indonesia
Masuklah dalam dada
Yang paling doa
Hidup bukan hanya airmata
Melainkan rekah bunga

2014

Biodata Penulis
Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di
Bangkalan, 7 Januari 1986 M. Karya-karyanya tersiar di Mingguan
Malaysia, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan Warta Perdana, Harian
Ekspress Malaysia, Tunas Cipta Malaysia, Utusan Borneo, New Sabah Time
dll juga termuat dalam berbagai antologi bersama terbit di dalam dan
luar negeri. Beberapa puisinya pernah dibacakan di Jakarta, Madura,
Surabaya, Jogja, Pekalongan, Sragen, UPSI Perak Malaysia, Rumah PENA
Malaysia dan Ipoh Malaysia. Alamat Rumah Pondok Pesantren Al-Ittihad
Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura. HP 087759753073

Apa itu Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM) Indonesia

Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM) Indonesia merupakan wadah masyarakat gemar membaca di Indramayu dan seluruh Indonesia. Didirikan oleh saya sendiri pada 1 Januari 1999. Bermula merupakan taman bacaan kecil untuk anak-anak desa namun kegiatannya kemudian berkembang atas sambutan masyarakat. Kegiatannya adalah KEGEMARAN MEMBACA antara lain mendapatkan buku-buku dari mana saja untuk kemudian DIBACA, mengusahakan mendapatkan buku gratis, memberikan buku cuma-cuma kepada masyarakat termasuk taman bacaan/perpustakaan yang membutuhkan, aneka kegiatan lain dalam rangka kegemaran membaca, pernah melaksanakan kegiatan pemberian Anugerah Kutu Buku Emas 2002 bagi para kutu buku dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dan kalangan profesional, Mencanangkan Gerakan Gemar Membaca di Indramayu 1999, Menerbitkan berbagai buku-buku fiksi dan non fiksi. HMGM Indonesia murni independen dan tidak sama-sekali bersentuhan dengan politik. Dari tahun 2002 sampai sekarang tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah atau pusat. Biaya kegiatan kami murni swadaya masyarakat dan partisipasi beberapa teman. HMGM adalah organisasi terbuka, kami tidak memberikan keanggotaan HMGM Indonesia, namun menerima siapa saja untuk bergabung dan turut menggelorakan minat baca masyarakat.

Rabu, 01 Januari 2014

LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA 2014 DOKUMENTASI PUISI SASTRAWAN INDONESIA

AYO BERGABUNG:
LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA  2014
DOKUMENTASI PUISI  SASTRAWAN INDONESIA

HIMPUNAN MASYARAKAT GEMAR MEMBACA (HMGM) INDONESIA Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2014
Dokumentasi Puisi Sastrawan Indonesia
Jl. Tulip 6 Perumahan Citra Dharma Ayu Margadadi Indramayu-45211

Telp. 0821267776000
menyelenggarakan :
LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA 2014
DOKUMENTASI PUISI SASTRAWAN INDONESIA

Puisi Anda kami dokumentasikan di HMGM Indonesia
Kirimkan puisinya
Kirimkan biodatanya lengkap
Pastikan Anda sebagai Sastrawan Indonesia
Dapatkan bukunya dengan menyertakan partisipasi

Tema : 'Lestarikan Bhinneka Tunggal Ika'

Puisi dengan tema tersebut dikirimkan melalui email agus.warsono@ymail.com  atau gus.warsono@gmail.com
kiriman puisi paling sedikit 2 puisi dan paling banyak 5 puisi
kirimkan juga biodata Anda dengan lengkap
puisi sudah kami terima paling lambat pukul 00.00 tangal 1 April 2014 (Jilid 1)
puisi sudah kami terima paling lambat pukul 00.00 tangal 1 Juli 2014 (Jilid 2)
Panitia menyeleksi dan memberi keputusan laik atau tidaknya puisi yang diterima.Jika menginginkan buku nya memberikan partisipasi biaya pengiriman.

LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA 2014
DOKUMENTASI PUISI SASTRAWAN INDONESIA
ttd
Panitia

Kas Partisipasi /Donasi:
BRI 0028 Indramayu
no Rek :0028-01-001671-53-1
an. Agus Warsono,SPd.