TEKS SULUH


Kamis, 10 Desember 2015

Marsetio Hariadi : Cinta Melulu

Marsetio Hariadi
Cinta Melulu

Kawanku
namanya Sugeng
ayah ibunya guru berpenghasilan kecil
adik-adiknya banyak

tiap malam tangannya memegang rokok
jika sendiri ia bersyukur dan mencari arti
jika bersama kawan ia bersyukur, bersamaan dengan pembicaraan berarti
"Bagaimana belajarmu?
rasanya buku-bukumu itu semakin membuatku takut pada kenyataan
lalu tak ingin mengenalnya
lalu tak mau menyapanya
seperti kucing anggora saja
seperti hamster saja
seperti cihuahua saja
yang takut melihat banyak anjing lapar di jalanan

Cinta memang bangsat
lama aku mengenalnya dan menyukainya
penuh isi kepalaku ini memikirkan segala kemungkinan tentangnya
dia seperti harimau
sering aku menikmatinya dari kejauhan
jika dekat aku takut dia terganggu dan mengaum
sampai dia lulus dan meninggalkan kota ini
aku baru dengar ternyata dia menungguku
ah jancok! aku ingin menangis
Setiap manusia selalu dilahirkan untuk berhadapan, berharap, yakin, saling mendoakan, dan saling tidak mengerti
Bukan cinta...
Pikiran pikiran ini yang bangsat

Seperti dulu, di hari esok pun, air di bumi akan menjadi merah
ganjaran orang yang makan bagian orang lain itu jelas neraka
ganjaran pembunuh-pembunuh itu jelas neraka
ganjaran orang-orang lupa moral dan nurani itu jelas neraka
ganjaran manusia yang lupa caranya jadi manusia itu jelas neraka
Kita yang sok tahu dalam menyimpulkan keadaan, juga jelas neraka
yang masuk surga itu, kucing anggora, hamster, dan cihuahua yang tidak tahu apa-apa
hahahahahahaha...
Ayo makan sate, sudah lama aku tidak makan sate
kutraktir, besok aku kerja lagi, bakal jarang datang kesini"

Kuperhatikan dia
pikirannya makin lama cinta melulu
tapi bukan seperti kucing anggora yang ingin kawin
dia tahu dimana mencari kebahagiaan kecil dalam kenyataan
dia memberitahuku untuk terus merendah
karena tubuh ini sangat kecil dibandingkan dengan semesta
karena tubuh ini tidak bisa apa-apa

hiduplah dalam kehidupan, lalu hidupkan

Jancok! Dia mempermalukanku!

14 November 2015

***

Marsetio Hariadi, Surabaya, 21 tahun
ingin berpartisipasi mengirim tulisan untuk Sakkarepmu.
Saya baru dan ingin belajar menulis, saran dan kritik saya harapkan


NYOLONG LUKISAN PRESIDEN

NYOLONG LUKISAN PRESIDEN
Rg Bagus Warsono

Dullah, Basuki, Raden Saleh, Sujojono, dan Henkngatung
dipigura jati ukir Jepara
kawan presiden sesama pelukis negeri
dengan kavas tenda serdadu
melukis wajah perempuan
melukis payudara
gairah birahi kuda pejantan
memandang lama tak berkedip
dicengkeram tembok bata-malang
kapan kompi pasukan pengawal pesta
lengah oleh ciu , tayub, dan cerutu
nyolong lukisan presiden
Musik tetalu mengalun , tembang dandang gula lalu sinom
mabuk prajurit
lupa memeluk bedil
pigura lepas dinding istana
hanya nempel paku beton karatan
lukisan hilang digondol maling
sinden montok lunglai
susu ngalor ngidul
tembang ngawur semakin asyik
dini hari
maling melompat pagar
moncong bedil bingung siapa ditembak
umpat gamprat komandan jaga
lepas lencana istana!
Presiden tersenyum lalu tertawa
Kalian pengawal plagiat seperti seperti lukisan plagiat
siap !
lalu tercium asap kanvas dibakar.
Jakarta, 9 Desember 2015

Sabtu, 05 Desember 2015

Ustadji Pantja Wibiarsa Pelangi Jatuh



Ustadji Pantja Wibiarsa
Pelangi Jatuh

 pelangi melayang jatuh di bumi nusantara
diperebutkan dan dipeributkan warna-warnanya
dimutilasi seluruh jiwa dan raganya
Tuhan cuma melihatnya sambil memberi kesempatan sebebas-bebasnya
dibiarkan para manusia itu mengunyah-ngunyah cuilan warna sekehendaknya
menelannya sampai menajam bola mata dan tiba-tiba memuntahkannya
dalam rupa mesin-mesin perusak, pembunuh berdarah dingin haus nyawa
mengumbar kelaminnya, memerkosa, mengobrak-abrik bumi dan seisinya

 kenapa tak dibiarkan pelangi itu melayang jatuh menyentuh bumi
dengan begitu indahnya dan lembut melenturkan tubuhnya kembali
melayang kembali di dekatmu mengajakmu menari-nari

di dalam rumah, di pringgitan, di pendapa, di pelataran
di gapura, di jalan, di hati nurani orang-orang bermata tajam
tahukah kau, pelangi itu sedang dalam perjalanan
mengemban tugas dari penciptanya dengan misi penyelamatan
menyebarkan pengetahuan tentang perawatan dan pelestarian

 kenapa tak dibayangkan pelangi itu menyajiindahkan pergelaran
dengan instalasi tataartistiknya dengan konsep garapan surganya
menjaga bumi nusantara dengan cinta!
pastilah kau tak akan berkilah atau menolak mentah-mentah
kita memang lapar dan dahaga
tak apa bukan, menyempatkan singgah untuk menyaksikannya
bahkan makanan minuman pasti tersedia ketika kita turut bercinta di pergelaran
tak perlu kita jadi mesin-mesin penyiksa, pemerkosa, dan penyabut nyawa


 Sangggar Kalimasada Kutoarjo, Purworejo, 2015 
Ustadji Pantja WibiarsaGang Cokroasmo, Senepo Timur RT 01 RW 01 No. 61 Kutoarjo 54212 Kabupaten Purworejo Jawa Tengah 

Harkoni Madura, TILAWAH TANAH AIR



Harkoni Madura,

TILAWAH TANAH  AIR

menilawah tanah air
tak kujumpai lagi liris angin di pelipis pesisir
setenang lenggang tarian sampan-sampan
dengan lunas dan kemudi lurus haluan
atau semerdeka camar-camar yang tualang
menjinjing anggun bait-bait senyuman

menilawah tanah air
terpampanglah sehampar jazirah yang lampang
disesaki hingar kecamuk demonstran
menapal landai badan-badan jalan

menilawah tanah air
tak kusua denting orkestra air pancuran
seramah gemulai lambai daunan
membelai molek tanah gemah ripah
yang dipenuhi serapah dan muntah

menilawah tanah air
yang kumandang bukan kidung, bukan tembang
tapi erang sengangar umpatan
atas nama luka sayat kemanusiaan
yang sempoyongan, dan pingsan di hutan-hutan

menilawah tanah air
serasa dipupur,intrik,teror,persibakuan
dan sengkarut persekongkolan
menyekujur sulur reranting kerinduan
yang menggigil di antara cadas batu dan ilalang
di pelepah ruang , membelulang

Sampang, 29 September 2015.


Harkoni Madura,lahir di Sampang,3 Desember 1969.Menulis: Puisi, Esai, dan Cerpen.Puisi-puisinyaTerangkum dalam antologi puisi bersama antara lain: Dzikir Pengantin Taman Sare (2010), dan TikarPandan di Stingghil (2011),
Beralamat di  SDN Banyuates 4, Banyuates, Sampang,

Jumat, 04 Desember 2015

Tokoh Penyair Kita

 Novia Rika
 Rini Garini G
Nunung Noor El Niel

Tokoh Penyair Kita

Suyitno Ethexs
Gampang Prawoto
Riswo Mulyadi
Ahmad Nafis
Arif Kilwa













Yuditeha

Tokoh Penyair Kita

 Heru Mugiarso
Wardjit Soeharso



 Budhi Setyawan
 Eddie MNS Soemanto
 Agus Chaeruddin
 Samsuni Sarman
Leak Sosiawan



















Aan Jasudra :ANTARA AKU, ATASAN, DAN BAWAHAN

Aan Jasudra
ANTARA AKU, ATASAN, DAN BAWAHAN

Ada atasan
ada bawahan
Tiada atasan
tiada bawahan
Tiada bawahan
tanpa atasan
Tiada aku
tanpa
memperhatikan

Ada di atas
ada di bawah
Kadang ke atas
kadang ke bawah
Yang di atas
tertawa lepas
Yang di bawah
terengah-engah
Aku melihat begitu gelisah

Ada atasan
melorot ke bawah
Itu harapan
dari bawahan
Jika bawahan
merosot ke bawah
Atasan melotot
: blingsatan

Sementara aku?
Aku hanya menunggu
saat atasan
berjalan
tanpa bawahan.
Ahai...!
Bagiku
itu sangat
menggiurkan.
Karena aku
adalah
seorang pengangguran.
Lahat, 03 Desember 2015

Aan Jasudra. Lahir di sebuah desa kecil di Provinsi Sumatera-selatan, 27 tahun silam. Mulai belajar dan menggeluti dunia kepenulisan di tahun 2015 dan akan terus belajar hingga akhir hayat.

Kamis, 03 Desember 2015

Sokanindya Pratiwi Wening : indonesia sakit



                            Indonesia Sakit 

mereka yang dipanggil 'yang mulia'
yang duduk di yang katanya dewan kehormatan itu
pada sakit
sakit badannya, sakit kepalanya
gara-gara sebuah rekaman
lebih parah sakit ingatannya
sehingga lupa pelajaran bahasa indonesia
tak lagi tahu beda dua kata
'penyadapan' dan 'rekaman'
kalau para yang mulia itu sakit
aku juga sakit
sakit jiwa!
dulu memilih para pencoleng itu
mencoleng harta ibunya sendiri...!

Krueng Geukueh, 02/12/2015

Rini Garini Darsodo : Dongeng Sebelum Tidur

Dongeng Sebelum Tidur

Tikus-tikus menggali lubang di mana-mana
Mereka menutupi pikiran dan hati manusia
Ular-ular ikut bersarang, jadi sekutu yg setia
mereka melingkar di tiap lubang udara
Tubuh mereka saling membelit, bersama memendam angkara
Dengan suara mendesis para ular mengatur strategi yang paling politis
Nurani tertutup oleh keserakahan dengan nama berbagai kepentingan taktis
Tikus-tikus beranak pinak
Layaknya gelombang pasang mereka berarak-arak
Mereka tak tahu lagi pijakan dan kehilangan pandangan
tikus berubah jadi buaya yang menakutkan
Jaring-jaring kata menjadi siloka yang tak bisa diterka
cicak-cicak selalu usil mengawasi gerak-gerik mereka
perseteruan makin bergelora dan penuh prasangka
Kedua belah pihak saling memasang perangkap.
Kata-kata tak pernah senyap.
Riuh suara-suara dalam udara pengap
Para tikus, ular dan buaya berperang kata dan berpesta pora
di atas perutku yang cekung tak terkira
Aku mencium aroma sedapnya masakan lezat
Namun aku tetap lapar. karena sebagai perut rakyat melarat,
aku hanya kenyang melihat dan mendengar berbagai gelagat
Aku rakyat, berlipat-lipat
Mereka pejabat, mengingkari amanat rakyat
***

oleh: Riga (Rini Garini Darsodo)

Nunung Noor El Niel : SAMPAH

Nunung Noor El Niel

SAMPAH

pemulung kata dari limbah makna
masih saja kau mengolahnya
menjadi teori-teori tanpa metodologi
di mana puisi hanya menjadi katalisator
untuk enerji lebih rendah dari setiap ungkapan

seperti sampah yang membusuk
menjadi timbunan-timbunan menyengat
hanya untuk penampungan hasrat
ingin tumbuh subur sebagai benalu
yang dipupuk dengan hujatan-hujatan

kini kau tak dapat merumuskan dirimu
kecuali sebagai dajal napas keperempuananku
untuk selalu kau telaah tentang jenis parfum
sebagai diksi di ujung gaunku yang tersembunyi
sambil menyembunyikan jenis kelaminmu
apakah bisa kencing berdiri atau berlari
Denpasar   19 11 2015


 Nunung  Noor El Niel Tempat/Tgl lahir :  Jakarta , 26 September Pekerjaan         :  TicketingBuku     : - Solitude, penerbit Teras Budaya Jakarta 2012 Penerbit Teras Budaya Jakarta 2012 (kumpulan puisi tunggal ) - Perempuan Gerhana,penerbit Teras Budaya Jakarta 2013 (kumpulan puisi tunggal ) - KISAS   penerbit Teras Budaya Jakarta 2014 (kumpulan puisi tunggal )
:   Pinangan, Penerbit Teras Budaya, th 2012-2013.( Kumpulan puisi bersama 35 penyair grup FB. )
:   METAMORFOSIS,Penerbit Teras Budaya 2015 (Kumpulan Puisi bersama 50 penyair grup DSJ)  
:   Antalogi Puisi Bersama “ Habis Gelap Terbitlah Sajak “
:   Antalogi Puisi bersama  27 penulis “ Kidung Rindu Pelangi Sukma”
: Antalogi Hari Puisi Indopos 2013 “ Bersepeda ke Bulan  “    dan    “NUN” 2014            
: Antalogi Komunitas Ruang Aksara  2015  ”Nyanyian Para Pencinta”      


Rabu, 02 Desember 2015

Gampangprawoto : SARIJAH GADIS VIRTUAL

Gampangprawoto

SARIJAH GADIS VIRTUAL
batubatu beterbangan
membelah membutir kerikil
merias wajah semolek debu
menghampiri celah dinding
dinding halus kuning langsat
Si cantik "Sarijah" gadis lugu
lahir  di desa tanpa listrik, sumur dan wc
besar di metropolitan
berseliweran mobil mewah
berbaju tak berkutang, berkutang tak berbaju
menjulang tinggi apartemen mewah berkemul kaca
berpenghuni tanpa katepe dan surat nikah

batu-batu menjadi debu
bersimpuh merapal kecantikan
menghafal wajah ayu
“Sarijah”  Si kutilang pucat pasi”
kurus  tinggi  langsing putih tanpa cacat  padat sintal berisi
tumbuh subur melekat di jidat
menyimpan file-file nafsu
membirahi  memfosil folder
Si “Sarijah” gadis lugu
tinggal di kontrakan tanpa ventilasi satu pintu
teradiasi saluran udara tegangan ekstra tinggi
menimbulkan medan magnet dan medan listrik

dekup kesunyian merangsang dingin
membagikan fantasi dalam adegan
saat “Sarijah” mandi di kali atau berpose seperti miyabi
tak bernalar tapi berhati, tak berhati tapi berasa
debu-debu basah, batu-batu basah
kerikil  gelincatan
dalam pelukan “Sarijah”
gerimis turun
menandai basahnya malam.
Sastrowidjojo-Pejambon, 11122015

Sehari-harinya mengajar di sekolah terpencil tepatnya di SDN Napis 06 Tambakrejo Bojonegoro, Aktif di Sanggar Sastra ( PSJB ) Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro  dan  KOSTELA (Komunitas Sastra Teater Lamongan).
Karya pinilih Lomba Crita Cekak Jaya Baya 2004.Karya pinilih Lomba Gurit Yayasan Karmel Malang, th. 2008 dan th. 2010. Karya Pinilih Sayembara Penulisan Puisi FLP-Univ. Negeri Malang, 2010. Penulisan  “Setia Tanpa Jeda” (Unsa Award 2012). Antologi “Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia” jilit 1(2013)- 2 (2014) & 3 (2015). Penghargaan Karya Sastra Terbaik Balai Bahasa Jatim 2014,

Muhammad Lefand MANTRA SANG PRESIDEN BUKAN PENYAIR


MANTRA SANG PRESIDEN BUKAN PENYAIR

salam salam salam
semoga semoga semoga
salam laut semoga pantai
salam badai semoga angin
lautan luas daratan pulas
burung-burung
hantu-hantu
inilah puisiku
puisi salam
puisi semoga
salam Jember
semoga Madura
salam salam salam
semoga semoga semoga
olle olle olle
dung tedung dung tedung
ono wong ono wong
salam salam salam
semoga
salam
semoga
salam
semoga
salam
semoga puisi
salam puisi
hum hum hum
hum pimpa
salam salam salam
malam tenggelam
siang meriang
salam salam salam
semoga semoga semoga
oh para leluhur
oh para malaikat
salam salam salam
salam salam salam
akulah presiden bukan penyair
akulah Muhammad Lefand
salam salam salam
semoga salam
salam semoga
Jember, 2015

Muhammad Lefand, penulis yang lahir di Sumenep Madura dengan nama Muhammad, sekarang tinggal di Ledokombo Jember. Adalah seorang perantauan yang senang menulis puisi dan kata-kata indah. Lulusan MA An-Nawari Seratengah Bluto Sumenep dan Universitas Islam Jember. Naskah puisinya pernah menjadi juara 3 pada Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan PUSKURBUK Kemendikbud. Biografinya dimuat di buku “Enseklopedi Penulis Indonesia” (FAM Publishing: 2014). Karya-karyanya sudah banyak dimuat di berbagai media baik cetak maupun elektronik, di antaranya di majalah Sastra Horison, Mimbar, Sastra Mata Banua, Tabloid GAUL dan lainnya. Sering mengikuti pertemuan-pertemuan sastrawan baik tingkat nasional maupun Internasional di antaranya: Temu Penyair Asia Tenggara di Cilegon Banten, Road Show PMK 18 di Sumenep Madura, PMK 26 di Pasuruan dan PMK 28 di Surabaya, Temu Penyair Memo untuk Presiden di Blitar, Malang dan Surabaya dan pertemuan lainnya. Antologi puisi tunggalnya berjudul “Satu Kaca Dua Musim” (Pena House Publishing: 2014). Selain itu karya-karyanya juga termuat dalam Antologi puisi Memo untuk Presiden (2014), Lentera Sastra II (2014) Metamorfosis (2014), Kitab Puisi Cinta Kota Batik Dunia (2015), Siraman Cinta (2015) dan Puisi 2koma7 (2014). Bisa dihubungi lewat FB: Muhammad Lefand Alamat tinggal: Jl. Cumedak No 118 (Sebelah timur Polsek Ledokombo) Sumberlesung Ledokombo Jember 68196



Selasa, 01 Desember 2015

Heru Mugiarso : APA AGAMAMU

APA AGAMAMU

Sepatu, apa agamamu
kok kamu setiap jumat
tak pernah ke masjid?
Sandal, apakah kristen agamamu
Kok setiap minggu pagi
masuk gereja
Piring sendok apa agamamu
Kok tidak berdoa
setiap kali makan
Meja kursi apa agamamu
kok setiap malam
tak pernah membaca kitab suci
Kelamin, apakah agamamu
mengapa tak berzikir
setiap kali bercinta
Apa agamamu
Mengapa tak sembahyang
jiwamu
?

Indonesia Adalah Aku, Suyitno Ethex


Indonesia adalah aku
masih membutuhkan bantuan
masih membutuhkan tuntunan
masih membutuhkan santunan
Indonesia adalah aku
penuh luka yang begitu mendera
penuh duka yang mengiba
penuh rasa yang tak merasa
Indonesia adalah aku
suka gali lubang tutup lubang
punya hutang dibayari hutang
Indonesia adalah aku
terus belajar tak pintar-pintar
malah semakin keblingger
banyak urusan, hanya muter-muter
Indonesia adalah aku
selalu resah karena tingkah polah
para pengambil kebijakan yang serakah
para wakil rakyat yang ponggah
mjk. 1/12/2015

Yuditeha: Reshuffle Kebelet



Reshuffle Kebelet


sebagian serapah tertahan, sebagian berhamburan
di sela-sela deru perjalanan dinas
menjelma benalu di ranting tubuh
decit karet membekas di setiap jalan simpang
menandai pilihan gerak laku buru-buru

suara klakson memantul di tembok ruang
dan sebagian serpihannya menancap ke daun telinga
membakar niat hingga menghanguskannya
barisan mata berlomba menonjolkan biji-bijinya
bernapsu memenangi sesuatu
yang sebenarnya bisa diurai damai

ah, dugaan ini memang belum sepenuhnya benar
siapa tahu mereka tergesa-gesa karena ingin berbagi
sekedar ingin mengurangi beban hidup
pada sebuah tempat yang bernama kamar kecil
inilah namanya kebelet akut
oh



Yuditeha, penulis puisi, cerpen dan novel yang hobi melukis wajah-wajah dan bernyanyi puisi. Aktif di komunitas sastra alit Surakarta. Hujan Menembus Kaca (2011) adalah buku puisinya. Komodo Inside (Grasindo, 2014) adalah novel pertamanya. Tinggal di Jaten RT. 01 RW. 14 Karanganyar-Surakarta. Blog : yuditeha.wordpress.com

Samsuni Sarman : Balsem Cap Tugu Jogya

Samsuni Sarman


Balsem Cap Tugu Jogya



tak ada sebab yang terlupa

lelaki bernama penguasa naikkan harga

jangan pula bertanya untuk sesiapa

karena pasti rakyat jelata

tanpa suara mengangguk rela

sembari bernyanyi

humpila humpimpa

Aku jaga….!



mengapa harus berdusta

bukankah ini yang kedua, ketiga, keempat dan kesekian kali

sang penguasa titahkan sabda

ketika rumbai-rumbai negara marak berkibar

namun kerja belum juga selesai

masih tergenggam kuat

koruptur yang merajalela dipelatar balaikota

koruptor yang mengais nestapa rakyat desa tertinggal

koruptor yang meniduri tilam keniscayaan ruang dan waktu

koruptor yang menjual tanah pusaka hingga gosong tersisa

koruptor yang menabuh genderang dalam gelisah sang jelata

koruptor yang membelantik nama rakyat negeri

karena dirantai dengan janji koalisi carut-marut

dan diberikan resep dengan nama; papa minta saham, dong

lantas kau jejer manusia itu dipanas menggantang

sembari bernyanyi

humpila humpimpa

Aku jaga….!

 dipelatar negeri yang terpapar luka

terbujur nanah busuk yang lama menganga

ada rakyat miskin ningrat

ada rakyat miskin melarat

ada rakyat miskin kualat

berbagi sengsara untuk menggosok kehangatan rupa

dengan seculit balsem anti miskin cap tugu Jogya



aku berteduh, menepi

seonggok tubuh tua terbujur kaku

sebaris nyawa menggelepar kehilangan nafas

bukan kezaliman, sapa sang penguasa

tapi telah membunuh kecintaan ini

selamanya



sakarepmu – banjarmasin 1/12/2015


SAMSUNI SARMAN. Banjarmasin. Kal.Selatan. Guru dan Blogger yang suka menulis artikel budaya, sastra, wisata dan pendidikan. Antologi yang diterbitkan antara lain TAMBANGAN oleh Forum Diskusi Sastra 'Poetica' Banjarmasin (1986), antologi bersama Festival Puisi se Kalimantan di Taman Budaya Propinsi Kalsel dan HIPSI Kalsel (1992), antologi puisi 'TAMU MALAM' oleh HIMSI Kalsel dan Taman Budaya Propinsi Kalsel (1993), antologi puisi 'BIAS KACA' terbitan sendiri (1994), antologi puisi 'RIMBUN TULANG' sepuluh penyair Marabahan (1994), antologi puisi 'Kepada Sahabat; oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Cawangan Sabah (2013) bersama penyair Malaysia dan Kalimantan, antologi Puisi Menolak Korupsi (2013) oleh Forum Sastra Surakarta, antologi puisi 1000 Haiku Indonesia oleh Kosa Kata Kita Jakarta (2015) Antologi Memo Untuk Wakil Rakyat (2015) oleh Forum Sastra Surakarta.

BARANGKALI LUPA Anggi Putri

 BARANGKALI LUPA
Anggi Putri


barangkali lupa adalah penyakit
yang menjangkit akar-akar negeri
sejak kata merdeka dilontarkan
hingga gadis-gadis seksi dicumbui
para petinggi



negeri ini lahir dari darah dan airmata
dari rahim pilu dan hasrat menggelora
tetapi masihlah setitik asa tersisa
dalam lubuk sanubari paling purba

 tidak ada salah dan kesalahan
karena benar sudah pulang ke pusaranya
semua berebut bibir-bibir ranum
lubang-lubang kenikmatan
yang sebenarnya hanya lilin kefanaan

 barangkali lupa;
jelma dari kerling rupiah
dan pergumulan politik jadi candu utama
kemolekan paling menyilaukan mata

 barangkali lupa;
perbincangan tak hengkang
pada lajur petang
pada bilik dusta
penuh minum-minuman

 barangkali lupa;
telah bersarang pada kelamin mereka
medan ambisi tiada kikis
ironis susah berubah tangis

 barangkali lupa;
Lupakah mereka sebenarnya?



Surabaya, 1 Desember 2015


Anggi Putri, pencinta sajak kelahiran Jombang, 9 Juli 1995. Berdomisili di Surabaya sebagai mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Karyanya termaktub dalam antologi Tifa  Nusantara 2, Lumbung Penyair Jilid III, PMK 4, dan lain-lain. Tulisannya juga dimuat beberapa media dan majalah. Buku keenamnya berupa kumpulan puisi berjudul “Angin Kembara” (2015). No. HP 085648629927. Email: anggiputri265@gmail.com. Akun FB Anggi Putri W.

denis hilmawati PERJALAN PANJANG


PERJALAN PANJANG

Saat rindu jumpa denganmu Jarak jauh memisahkan
Ragaku dan cintamu
Perjalanan panjang harus ku tempuh untuk menjumpaimu
Jalan panjang sepanjang niatku sepanjang ususmu diterpa angin lesusku masihkah ada kasus yang menahanan lajunya pertemuan kita?
kuharap kasusmu tak berbuntut panjang sepanjang leher jerapah yang kita jumpa
di Ragunan tadi pagi.
denis hilmawati Solo, 01 Desember 2015 ‪


DENIS HILMAWATI T.TGL LAHIR. SOLO.02 FEBRUARI 1969. Hobby. Membaca ,menulis dan nyanyi

Sakarepmu , Eddie MNS Soemanto

Eddie MNS Soemanto
SAKAREPMU

biarin, bilang penyair Yudhistira, tempo dulu
maka sekarang pun 
kubiarkan dirimu bicara berbusa-busa 
sakarepmu, hingga kaulupa sendiri makna bicara
ada tempatnya. ada audiensnya
ada tinggi rendah atau tempo
dan irama

Soekarno, selain tampan, orang mendengar
pidatonya pun bisa hanyut 

tapi sekarang, jangan kaugunakan
ketampananmu untuk menghipnotis orang
percuma, kalau isi omonganmu gak ngaruh
apalagi mulutmu bau

sekarang, kamu mau bicara apa saja
monggo
walau aku muak, aku takkan melarangmu
aku takkan menyuruhmu duduk
bicaralah sesuka hatimu
bicaralah, walau dengan nada mengancam
bicaralah, walau kauayunkan belati sekali pun
aku akan menontonmu layaknya badut

yang dipinjami jabatan

maka teruslah kamu bicara
teruskan puja-pujimu kepada pekerjaanmu
kepada pimpinanmu
sementara puja-pujimu kepada Tuhan
hanya mungkin, diletakkan sebagai pemanis
karena itu semua gak ngaruh
dengan sikap dan omonganmu

teruslah bicara...
Padang, Nov. 2015








Biodata: Eddie MNS Soemanto, kelahiran Padang, 4 Mei 1968. Puisi2nya tergabung dalam beberapa antologi nasional. Yang paling gres tergabung dalam antologi Kalimantan Rinduku yang Abadi (2015), Memo untuk Wakil Rakyat (2015), & Antologi Negeri Laut, Dari Negeri Poci jilid 6 (2015). Buku puisinya Konfigurasi Angin (1997) & Kekasih Hujan (2014). Bisa dihubungi di ed.soemanto@ymail.com