TEKS SULUH


Sabtu, 04 Januari 2014

Wardjito Soeharso (005)

PANGGUNG HIBURAN
 
Hiburan rakyat
Melihat pelawak
Bergaya koplak
Lupa sesaat
Beban berat
Dipikul pundak

Hiburan pejabat
Melihat uang
Dibawa rekanan
Pengganti tandatangan
Lupa sesaat
Jaga martabat
Menjelma bangsat

Ooo....
Rakyat koplak
Pejabat bangsat

2013
NGUDARASA
 
Sadalan dalan
Anane mung gronjalan
Mergo akeh kedokan

Salurung lurung
Anane mung bingung
Mergo adoh gurung

Yen dalan wis kebak kedokan
Lurung wis akeh sing suwung
Gurung wis pedot sakdurunge diulur

Wisma tanpa tata
Desa tanpa cara
Para pamong ilang subasita

Iki pertanda dudu sanepa
Yen jalma wis pada kelangan adat
Adoh saka urip anteng

Dinadina isine genduyakan
Kaya geger sing ngoyak macan
Tan ana asile kang mapan

Mula ta tansah elinga
Bebrayan iku tansah sangga sinangga
Abot enteng nora rinasa

Arepa awan panase sumelet
Bengine peteng ndedet lelimengan
Kabeh lumaku kanti rahayu.
2013

Mengapa Kamu Mencintai
 
+ Mengapa kamu mencintai ibumu?
- Karena aku mengawali hidup dengan minum air susu ibuku.
+ Mengapa kamu mencintai gurumu?
- Karena aku mencecap dan memahami ilmu dengan belajar dari guruku.
+ Mengapa kamu mencintai negaramu?
- Karena aku makan dan minum untuk tumbuh dari bumi negaraku.
+ Mengapa kamu mencintai bangsamu?
- Karena aku membangun kebanggaan dengan jatidiri bangsaku.
+ Mengapa kamu mencintai agamamu?
- Karena aku ingin mati dalam naungan agamaku.

2013
 Di Bawah Bendera Merah Putih

Dengan upacara hidmat
Kau dikibarkan ke angkasa
Pagi cerah, mentari sumringah
Wajah-wajah abdi negeri
Dingin tanpa ekspresi
Tangan sikap hormat di samping kening
Adakah itu penghormatan atas nama jiwa merah saga?
Dibelai angin pagi
Merah putih berkibar megah.
Tapi dengarlah:
Dia merintih sedih!
"merahku tak lagi merah, putihku tak lagi putih".
Siapa mesti peduli?

Srondol, 12 Agustus 2013


 doa untuk adik-adikku

adik-adikku mahasiswa se indonesia
pagi ini kukirimkan doa
semoga kalian masih punya sisa
tenaga dan semangat
untuk kembali turun ke jalan
berjuang melawan kesombongan

adik-adikku mahasiswa se indonesia
semua mata anak bangsa telah basah
dengan airmata kesengsaraan
yang terbungkus kebodohan dan kemiskinan
jangan biarkan mereka semakin kesakitan
lihatlah, tangan dan kaki mereka yang menebal
kapalan karena banting tulang siang dan malam
sekedar mencari sesuap nasi untuk hari ini

adik-adikku mahasiswa se indonesia
pagi ini kukirimkan doa
semoga kalian tetap sadar
bukan sekedar saling hantam dan tendang
mengatas namakan semua anak bangsa
berjuang melawan kesombongan

adik-adikku mahasiswa se indonesia
dengan doa-doaku
aku mengiringi setiap langkah perjuanganmu.

2012






Wardjito Soeharso. Multistatus. Pegawai Negeri. Widyaiswara. Dosen. Penyair. Suami dari satu istri. Ayah dari tiga anak. “Ayah” dari banyak anak yang mengangkatnya sebagai ayah. Pecinta tulen. Cinta profesi. Cinta istri. Cinta anak. Cinta sahabat. Juga cinta puisi. Hidupnya didedikasikan pada cinta.
Prinsip hidupnya sederhana saja: Hidup harus penuh dengan cinta, karena cinta itu adalah peduli, peduli itu berbagi, dan berbagi itu memberi. Jadi, tidak ada kata minta dalam cinta.
Berbagai karya yang pernah diterbitkan antara lain: Antologi Puisi Mendung Di Atas Kota Semarang (Indie,1983), Penerbitan Pers di Indonesia: Dari Undang-Undang Sampai Kode Etik (Aneka Ilmu, Semarang, 1994), Antologi Puisi Penulismuda (Media E-Solusindo, Semarang, 2007), Yuk, Nulis Puisi (Percetakan Negara RI, Surabaya, 2008), Yuk, Nulis Artikel (Media E-Solusindo, Semarang, 2009), Phantasy Poetica-Imazonation (pm-publisher, Semarang, 2010), Ide, Kritik, Kontemplasi (pm-publisher, Semarang, 2010). Puisi Menolak Korupsi Buku I dan IIb (Forum Sastra Surakarta, 2013). Dan banyak artikel lepas yang dimuat di berbagai media massa.


2014/1/4 wardjito soeharso <weesenha@gmail.com>


Fitrah Anugerah (004)


STASIUN PASAR TURI

Kereta sore membawaku pergi, tanpa tangis
Rintik hujan memaknai iringan,
pada yang harus tertinggal 
Kenangan menyisa

Engkau takut terbebani sepi
Derit kereta menyertai sunyi
deras hujan takkan cukup ganti
yang telah pergi.

Serupa sepasang rel memisahkan
Timbul-tenggelam rindu membisu
lenyap pada kejauhan
Sedang aku tak sempat menyematkan
Namaku di jari manismu

Surabaya, 17-03-2008

STASIUN PASAR TURI 2

Cinta hilang dan terampas
kereta sore membawa pergi
Sebuah tempat gelap
menunggu hadir
tanpa berita kedatangan
Riuh bocahbocah bertemu ibunya,
Tak bersedih setelah perpisahan,
Teriak pedagang asongan menggugah cerita
Tapi aku berdiam sendiri
Cinta biarkan terbeli dalam selembar tiket
Malam-malam mengekalkan setiap derit
rasa terhempas sepeninggalan
Lorong-lorong bungkam kenangan
Percik cahaya melenyap begitu saja
Inilah pengalaman selalu terlupa
Bayangmu hilang tak tersentuh sebelumnya
Sembilu luka menganga derita
Memintal duka tak sempat tertulis
Aku ingin menemuimu
Di stasiun itu
Tanpa tangis

Surabaya, 15-03-2008

TAMAN BUNGKUL

Berdiam dalam bangku taman kota
menghayati yang telah pergi
waktu tak melajukan sebuah nama
pertemuan terhenti menyeringai sepi

Nyaring klakson bersahut melewati
pengharapan mengayun perlahan
di antara kembang-kembang taman
Rinduku mati di rentang hari

Surabaya, 04-03-2008

Jembatan Gubeng

Memang ku tak lihai mainkan arah kemudi
sedang roda masih setia menggesek sepenuh daya
Tak perlu hentikan laju, deru melintasi
Di Punggung jembatan penuh gelandangan hempaskan derita

Barangkali ada ucap tak terjemahkan
Dari sebuah sisa waktu masa silam
Semenjak kekar otot orang berkulit putih membangun.
Berabad terpancang kokoh. Terlewati musim

Inilah prasasti.
Urat nadi kota
yang tenggelam umbul warna-warni
Berkilau aspal menggagas cerita

Surabaya, 05-03-2008

Blauran Di Tengah Malam

Apadaya bila kota telah berhenti
Lampu-lampu tak berbicara
tumpah mengekalkan sepi
waktu berhening detak tak bersapa

Bau selokan menebar,
sampah-sampah menggelepar
Meringkuk pemulung kelelahan
di emperan toko cina menanti embun

Surabaya, 10-03-2008

Gampang Prawoto (003)

YANG  TERHORMAT  TUHAN

Kepada
Yang Terhormat Tuhan
dengan hormat
perlu Tuhan ketahui bahwa
kepercayaan yang Tuhan berikan
kepada manusia tak dapat
di percaya lagi

gerabah telah retak
keramik pecah di atas tungku
pembakaran, manusia tidak lagi manusiawi
suami menjual isterinya
ibu membunuh bayinya
anak membunuh bapak ibunya
ayah meniduri putri kandungnya
dekil tanah dalam nafas dan didih darah

dalam ombak
semayam bonsai jiwa kerdil rasa
derai kikis selaput pemikiran
getar kejang otak-atik yang antik

ayat sekitab kering
jadi camilan di saat senggang
kuntum bait mampu menghasilkan duit
bahkan peraduan jabatan dan kedudukan

ayat sekitab yang basah
habis mereka lalap
melelapkan hutan, gunung bahkan lautan
wariskan hutang juga bencana
mendesis seonggok dal;ih
itu cobaan

manusia tidak lagi manusia

Bojonegoro,18032004

U L A R

berkelok
mengitari lorong waktu
sesekali menjulurkan senyum
indah lidahnya
.
berjalan
tanpa lelah
sambil membaca situasi
kapan berteduh di bawah rindang daun
daun hijau kebiruan
.
menjilati lidah
yang tak sempat kering di sela
sela bibirnya
menerobas lampu merah
memasuki vihara juga pura
pura, menjilma Rosario bahkan tasbih
.
tanpa bisa
menjadikan rakyat deposito
tak berjangka, sedangkan umat
sebagai pinjaman lunak
tanpa agunan
.
dengan lincahnya
ular menggeliat
menanti musim mengganti kulitnya.
.

Penjambon,20102004.13


D A N C U K

kau
dan cuk
ikat kepala
bendera amerika
namun kentutmu tetap
pohong bakar Indonesia

kau
dan cuk
liga italia kau banggakan
liga inggris kau elu-elukan
sedang liga Indonesia, cukup
kau komentar saja

kau
dan cuk
beli mie rebus ke hongkong
beli kancut ke singapur
bahkan baju bekas dan obat ketek ke paris

kau
dan cuk
beli tempe goreng made in japan
ukiran jepara import dari mexiko
sepatu buatan sidoarjo malah ke roma

kau
dan cuk
hargamu semahal lebel
haraga dirimu semurah merek
dikit-dikit luar negeri
dikit-dikit luar negeri
hanya kencing, berak, sakit udun
dan mencret kau akui Indonesia

kau
dan cuk
memang dancuk


Tasikmadu, 20040117.13

K U T A N G

Ku
tang
kutang
“…” sudah langka,
tanjakan dan tikungan disamarkan
rambu lalu-lintas sebatas peringatan
“…” mengganggu peradaban,
kurang luwes dalam mengambil keputusan.
karena kesempatan tiada putar ulang
di motel - hotel tiga jaman
di kantor
di toilet
di lift
di
rumah
anak-anak kehausan
dan suami-suami terkadang minum es
pinggir-pinggir jalan
tiada santan perasan tingal setetes kecut
keringat lelah sehabis bermain dalam pertandingan
tandang dari cumbu ke cumbu lapangan perselingkuhan.
sapi telanjang
sejak adam dimerdekakan
sapi tanpa kutang itu peradaban
lalu!
kau wariskan pada siapa
utang - utang
itu.
.
Tuban, 28122013

SECANGKIR  RASA
Adakah secangkir kopi pahit untukku
setelah tebu yang kutanam menjadi abu
dari jilatan asma asmaramu
gadaikan galaumu
kutanamkan lagi sarinya manis di ladang
ladang hatiku
tapi
seduh dulu
jangan hanya manis di pantai bibir
pahit di pusara hati
lidahku belum kelu
pemanis tak biasa tersuguh di meja rasa
walau tanpa gula
aroma kopimu aku baca tanpa mengeja
panas – hangatnya warna.
Pejambon Bojonegoro, 01112013








KOTA  SERIBU  EMBUNG

Kedalaman  perut  bumi,
kotaku,  ribuan  juta  warsa  silam
terbangun  peradaban
peradaban  yang  lama  hilang  dari file
file  penalaranmu
lenyap  dari  peta  rasa  dan  petak
petak  ladang  penjarahan
.
asapmu  menguras  embung
embung purba dari  sulingan sumsum
moyangku,  cerobong   masih  membagi
bagi  pekatnya  hitam  pada  paru  kota
dan   paru-parumu
bisnis  kecilkecilan  sungguh  menjanjikan
bedak  dan  gincu   lantunkan   dering
dering   komisi  perempuan  paroh   baya
atau  gadis  belia
.
eksploitasi   masih
menjanjikan  asbak  sambil  tawarkan
seribu   embung   baru
penampung   tetes mataair
tetes  perasan perasaan airmatamu.
.
usap  luh-luh  pipimu
kelak  bila  embung  menjadi  ombak
kita  adalah  waris  yang  sesungguhnya.
.
Bojonegoro, 23102013


Dwi Klik Santosa (002)


Berikut saya kirimkan puisi saya. Semoga diterima mengisi lumbung kakanda.

RAHIB PALSU

Kampanye para penyihir palsu 
nyanyian iblis tua yang merdu.
Sesyahdu-syahdu kotbah merayu
membujuk roh
memasuki dunia kelabu.
Keindahan semu.
Abu-abu.
Derunya mengajak
kekal sebagai debu.

Sukoharjo
30 Desember 2013
:16.16

BERITA PARA PEMABUK

Sendawa para pemabuk.
Bunyinya sengau menghiasi wajah dunia.
Dibuat senyum itu agung dan berkharisma
dipasang wajahnya besar-besar
di jalan-jalan, di tembok-tembok sebagai poster.
“Pilih aku, jangan lupa.
Akan kusediakan nanti
apa-apa yang kalian mimpi sebagai sorga.
Jangan khawatir, ini aku utusan dewa.”

Di sini di bagian bumi ini
wajah-wajah nampak murung dan luka.
Setiapkali dan kapan saja
selalu mata dan telinga
menerima pesan yang sama.
“Akukah tak layak hidup.
Di bumiku yang kaya
janji-janji seperti nyanyian iblis.
Tak benar aku hendak dibawa ke sana.
Tapi lihat aku kini.
Melulu mengais-ngais sampah
di negeri sendiri.”

Pondokaren
4 Januari 2014

Moh. Ghufron Cholid (001)

Moh. Ghufron Cholid

Saya sangat apresiatif dengan rencana anda membuat antologi puisi
bertema lestarikan bhineka tunggal ika, berikut saya kirimkan beberapa 
puisi untuk diikutkan dalam antologi tersebut, semoga bermanfaat!

LANGIT JUNGLORONG

1/

langit begitu cerah
di sini gotong-royong selaksa mawar rekah
dedaung pengertian
tangkai kesetiaan
memperindah bunga kebersamaan

2/

subuh lepas dalam doa
kepompong-kepompong mempersiapkan diri jadi kupu-kupu
menebar cinta buat generasi baru

3/

angin berdesir berbagi kabar
merpati-merpati temukan dahan
sirnalah segala gusar
dalam gema zikir

4/

langit berubah warna
tirakat cinta
moyang, masih terbaca
di segenap cuaca jiwa

2014

SEBAB INDONESIA ADALAH KITA

Indonesia takkan pernah sirna
selama degup cinta
bermukin dalam jiwa
selama pohon tatakrama
tumbuh di tiap mata
mata hari
mata jiwa
mata doa
yang tak kenal purba

Indonesia takkan musnah dalam peta
jika kita tak mengamini ramalan-ramalan asing
yang menanam benih-benih asing
dalam jiwa kerontang

sebab Indonesia adalah kita
sebab
Indonesia adalah kita
yang penuh cinta

2014

SALAM BUNGA PADA TANGKAI

tangkai, kau aku
satu
dalam menyempurnakan waktu

2013

BERSATULAH INDONESIA

Bersatulah Indonesia
Masuklah dalam dada
Yang paling doa
Hidup bukan hanya airmata
Melainkan rekah bunga

2014

Biodata Penulis
Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di
Bangkalan, 7 Januari 1986 M. Karya-karyanya tersiar di Mingguan
Malaysia, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan Warta Perdana, Harian
Ekspress Malaysia, Tunas Cipta Malaysia, Utusan Borneo, New Sabah Time
dll juga termuat dalam berbagai antologi bersama terbit di dalam dan
luar negeri. Beberapa puisinya pernah dibacakan di Jakarta, Madura,
Surabaya, Jogja, Pekalongan, Sragen, UPSI Perak Malaysia, Rumah PENA
Malaysia dan Ipoh Malaysia. Alamat Rumah Pondok Pesantren Al-Ittihad
Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura. HP 087759753073

Apa itu Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM) Indonesia

Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM) Indonesia merupakan wadah masyarakat gemar membaca di Indramayu dan seluruh Indonesia. Didirikan oleh saya sendiri pada 1 Januari 1999. Bermula merupakan taman bacaan kecil untuk anak-anak desa namun kegiatannya kemudian berkembang atas sambutan masyarakat. Kegiatannya adalah KEGEMARAN MEMBACA antara lain mendapatkan buku-buku dari mana saja untuk kemudian DIBACA, mengusahakan mendapatkan buku gratis, memberikan buku cuma-cuma kepada masyarakat termasuk taman bacaan/perpustakaan yang membutuhkan, aneka kegiatan lain dalam rangka kegemaran membaca, pernah melaksanakan kegiatan pemberian Anugerah Kutu Buku Emas 2002 bagi para kutu buku dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dan kalangan profesional, Mencanangkan Gerakan Gemar Membaca di Indramayu 1999, Menerbitkan berbagai buku-buku fiksi dan non fiksi. HMGM Indonesia murni independen dan tidak sama-sekali bersentuhan dengan politik. Dari tahun 2002 sampai sekarang tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah atau pusat. Biaya kegiatan kami murni swadaya masyarakat dan partisipasi beberapa teman. HMGM adalah organisasi terbuka, kami tidak memberikan keanggotaan HMGM Indonesia, namun menerima siapa saja untuk bergabung dan turut menggelorakan minat baca masyarakat.

Rabu, 01 Januari 2014

LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA 2014 DOKUMENTASI PUISI SASTRAWAN INDONESIA

AYO BERGABUNG:
LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA  2014
DOKUMENTASI PUISI  SASTRAWAN INDONESIA

HIMPUNAN MASYARAKAT GEMAR MEMBACA (HMGM) INDONESIA Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2014
Dokumentasi Puisi Sastrawan Indonesia
Jl. Tulip 6 Perumahan Citra Dharma Ayu Margadadi Indramayu-45211

Telp. 0821267776000
menyelenggarakan :
LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA 2014
DOKUMENTASI PUISI SASTRAWAN INDONESIA

Puisi Anda kami dokumentasikan di HMGM Indonesia
Kirimkan puisinya
Kirimkan biodatanya lengkap
Pastikan Anda sebagai Sastrawan Indonesia
Dapatkan bukunya dengan menyertakan partisipasi

Tema : 'Lestarikan Bhinneka Tunggal Ika'

Puisi dengan tema tersebut dikirimkan melalui email agus.warsono@ymail.com  atau gus.warsono@gmail.com
kiriman puisi paling sedikit 2 puisi dan paling banyak 5 puisi
kirimkan juga biodata Anda dengan lengkap
puisi sudah kami terima paling lambat pukul 00.00 tangal 1 April 2014 (Jilid 1)
puisi sudah kami terima paling lambat pukul 00.00 tangal 1 Juli 2014 (Jilid 2)
Panitia menyeleksi dan memberi keputusan laik atau tidaknya puisi yang diterima.Jika menginginkan buku nya memberikan partisipasi biaya pengiriman.

LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA 2014
DOKUMENTASI PUISI SASTRAWAN INDONESIA
ttd
Panitia

Kas Partisipasi /Donasi:
BRI 0028 Indramayu
no Rek :0028-01-001671-53-1
an. Agus Warsono,SPd.

Rabu, 25 Desember 2013

ANTOLOGI PUISI PEREMPUAN PENYAIR INDONESIA SAKSI IBU MELIHAT REFORMASI



Penyair :


Ade Suryani
Ardi Susanti
Diana Roosetiandaro 
Dian Hartati
Dyah Setyowati 
Gia Getiawati Gheeah 
Hartati
Haryatiningsih
Julia Hartini
Mariyana Hanafi 
Nieranita
Putri Akina (Putri Sakinah)
Rofiah Ross
Seruni Unie
Sri Sunarti Basuki
Sua S Hardjno
Tasinah 
Wahyu Cipta
Wulan Ajeng Fitriani

Selasa, 24 Desember 2013

DISKUSI NASIB SASTRAWAN 2014

                                foto Dwi Klik Santosa
Diskusi Sastrawan Indonesia tidak hanya tentang tulis menulis, namun juga memcahkan masalah nasib sastrawan Indonesia. Seperti yang diketengahkan sastrawan asal Indramayu , Rg Bagus Warsono, dalam Temu Karya Sastrawan Nusantara 21-23 Desember lalu di Tangerang. Nasib sastrawan sangat kurang diperhatikan pemerintah, padahal sastra merupakan sesuatu yang sangat penting dalam sebuah negara. Ia bukan hanya memberikan bacaan wacana semata namun sastra juga memberikan ruh jiwa bangsa ini sebab satra tidak pernah mengajarkan pada bangsa sesuatu yang kotor, justru sastra selalu memberikan suara kepribadian bangsa yang luhur, budaya luhur dan cinta Tanah Air.
   Dalam diskusi itu, nasib sastrawan diperlukan keberanian untuk dapat memperoleh jobnya yang khusus yakni menulis buku-buku sastra. Kesadaran ini diperlukan berkenaan dengan Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan prosentasenya anggaran pembelian buku dari anggran pendidikan yang telah ditetapkan. Namun ada yang perlu diperjelas tentang anggran pembelian buku ini kepada masyarakat termasuk para sastrawan. Berapa prosen pada tiap jenis dan jenjangnya serta siapa pelaksana penguna anggran itu, apakah APBD kabupaten/kota, APBD propinsi, atau APBD Pusat. Dan mengharapkan pemerintah memberikan keterangan jelas berapa buku fiksi yang diperlukan sehingga sastrawan Indonesia bisa hidup.
(rg.bagus warsono 24-12-2013)

Minggu, 22 Desember 2013

'Dialog Calon Arang dan Bagawat Barada' karya Raka Mahendra meriahkan peluncuran buku kumpulan puisi Sastrawan Nusantara "Bunga Rampai Puisi dan Kreasi Cerita rakyat" pada Temu Karya Sastrawan Nusantara 2013.


Raka Mahendra dramawan asal pulau Dewata yang kini menetap di Jakarta kembali menggebrak seni  teater Indonesia yang mulai lesu di Tanah Air. Lewat " Dialog Calon Arang dan Bagawat Barada" , Raka yang kerap mempertahankan dan mempopulairkan  seni klasik Bali di Jakarta menuturkan pada pagelaran berdururasi 3o menit akan nilai sastra dalam cerita Calon Arang . Menurutnya ada sepenggal tutur dialog kisah Calon Arang yang berisi pentingnya sastra bagi kehidupan.
   Dengan dibantu oleh Putu Swatini, I Wayan, dan Ketut, Raka Mahendra mampu memberikan suguhan yang terbaik dalam acara Temu Karya Sastrawan Nusantara 2013 yang diselenggrakan di Tangerang pada 21-23 Desember 2013 . 

RATNA M ROHIMAS BINTANG SASTRAWAN PADA TEMU KARYA SASTRAWAN NUSANTARA 2013 .



RATNA M ROHIMAS BINTANG SASTRAWAN PADA TEMU KARYA SASTRAWAN NUSANTARA 2013 . Ratna tampil paling memukau penonton, dengan 'Asmarandana'-nya. 
Sastrawan langsing nan cantik ini bak menghipnotis penonton ketika tampil membacakan puisi. Ratna yang berasal dari kebun Sastra Bandung ini adalah penyair sekaligus seniman panggung yang telah menekuni bidangnya sejak tahun 1997. Ia dikenal sebagai perempuan multi talenta.

Sastrawan Indramayu, Rg Bagus warsono wakili Indramayu dalam Temu Karya sastrawan Nusantara Tangerang 2013

Sastrawan Indramayu Rg Bagus warsono (Agus Warsono, SPd.MSi) pengasuh sanggar satra Meronte Jaring Indramayu mewakili Sastrawan Indramayu dalam Temu sastrawan Nusantara yang akan diselenggarakan di Tangerang , Banten, 21-23 desember ini. Rg Bagus Warsono mewakili sastrawan Indramayu tersebut berkenaan dengan  karya sastranyanya tyermasuk dalam Antologi  Bunga Rampai Sastrawan Nusantara yang diterbitkan/diselenggarakan oleh dewan Kesenian Kabupaten Tangerang yang bekerjasama dengan Disporabudpar Kabupaten Tangerang.

Rabu, 11 Desember 2013

UNDANGAN BERGABUNG DALAM ANTOLOGI PUISI “120 PUISI PENYAIR BOGOR”

Dengan bangga Komunitas Pasar Sastra Leuwiliang (KPSL) mengajak dan mengundang para penyair Bogor untuk bergabung dalam penyusunan sebuah buku antologi puisi “120 Puisi Penyair Bogor”  dan sekaligus memperingati 1 tahun KPSL berdiri. Antologi ini direncanakan terbit pada April 2014 bertepatan dengan Bulan Sastra.

  • Syarat dan Ketentuan:
1.  Siapa saja, segala usia, pria/wanita, berdomisili di Bogor Raya.
2.  Setiap penyair dipersilakan mengirim hanya 5 naskah puisi, puisi akan diseleksi oleh kurator (sastrawan Indonesia: Mugya Syahreza Santosa).
3.  Tema puisi: “Bogor, Budaya, dan Cinta”.
4.  Puisi harus ditulis dengan Bahasa Indonesia, karya asli buatan sendiri, terbaru, belum pernah dimuat dalam media apapun, belum pernah diterbitkan, dan tidak sedang diikutkan dalam lomba.
5.  Saat dikirim, puisi dalam bentuk lampiran (attachment) bukan ditulis di badan email. Serta harus dilengkapi dengan biodata penyair: Nama, Tempat Tanggal Lahir, Alamat Lengkap, No Telp, Akun FB, Twitter.
6.  Sertakan juga file foto diri close-up terbaru.
7.  Puisi dikirim ke email: office.kpsl@yahoo.com atau office.kpsl@gmail.com, paling lambat sudah harus diterima pada 1 Februari 2014 pukul 23:50 WIB.
8.  Email harus menggunakan Subjek: Puisi Antologi Bogor– [nama penyair].
     Contoh: Puisi Antologi Bogor– Alanwari.
9.  Untuk kepentingan update informasi tentang 120 PPB, Anda harus bergabung di Fans page FB (https://www.facebook.com//pasarsastraleuwiliang
  • Apresiasi:
1. Puisi yang lolos seleksi oleh dewan kurator, akan diterbitkan dalam buku Antologi 120 Puisi Penyair Bogor.
2. Penyair yang mengirimkan karyanya akan secara otomatis menjadi anggota dari Komunitas Pasar Sastra Leuwiliang (KPSL).
3. Mengingat penerbitan buku ini tidak untuk keperluan komersial dan karena akan diterbitkan secara Indie, para penyair yang karyanya dimuat tidak memperoleh honorarium/royalti. Namun akan diberi apresiasi khusus berupa 1 (satu) buku sebagai bukti dan akan diundang pada saat launching buku 120 Puisi Penyair Bogor.

  • Lain-lain:
Segala pertanyaan mengenai 120 Puisi Penyair Bogor silakan dilayangkan ke:
1.   Facebook : https://www.facebook.com/pasarsastraleuwiliang atau Yuna Zahrotunnisa.
2.   Twitter    : @kpsl_bobar / @anugrahpena (Betta Anugrah Setiani)
3.   Blog        : berandapasarsastra.blogspot.com
4.  Ponsel      : Yuna Zahrotunnisa  (0858-9086-4135)
                      Fahmi Reza              (0897-976-1088)


PJ.: Betta Anugrah Setiani

Salam hormat, salam jabat sastra!
Penyelenggara:

Selasa, 10 Desember 2013

Wahyu Cipta: Membakar Sampah Mie Instan

Wahyu Cipta:
Membakar Sampah Mie Instan

Di tempat kami berdiri 
Ratusan pabrik dan ribuan orang Bekasi 
Menjadi ibu kost bagi buruh Indonesia
Lalu macet sore hari jelang mesin pabrik
berhenti
Di tempat kami berdiri corong pabrik berasap dan suara mesin
Yang dijaga satpam pembela majikan
Lalu kami melihat kesengsaraan buruh pabrik dengan keringat air mata
Memohon sewa kost ditunda
Karena gaji tak kunjung tiba
Dan mie instan mulai menipis
Di tempat kami berdiri
Berbondong-bondong manusia,
Teriak ribuan spanduk menutup papan nama jalan
Menuntut keadilan majikan
Di tempat kami berdiri
Corong pabrik menjulang dan asap tebal
Membakar sampah mie instan
Cikarang 2010


Wahyu Cipta, perempuan penyair asal Cikarang ini memulai menulis sejak anak-anak dan gemar membaca, menulis puisi untuk murid-muridnya yang dibacakannya di depan kelas, tinggal di Cikarang Bekasi.

Jumat, 06 Desember 2013

semua pamong pakai lencana karya hartati

Hartati

semua pamong pakai lencana 

kantor pemerintahanku
kursi tamu dan senyum satpam
panggilan meja satu
bertumpuk map menutupi daun meja kaca
perlu apa?
cepat aku tandatangani
kalau ibu cepat 
kami juga cepat
ibu menolak hanya sampai meja satu
dan kembali di ruang tunggu
kawan sesama langsung meja lima
keluar masuk dari pintu ruang tanpa panggilan 
pelayanan cepat selesai
ibu menunggu
masih ada pamong jujur di kantor ini
tapi dia cuti hari ini
Kantor pemerintahanku 
layar monitor di meja menyajikan data
hanya ada pesuruh 
maaf hari ini bapak dinas luar
besok pagi boleh ibu kembali
kantor pemerintahanku 
bendera berkibar 
paman nama berukuran besar
agar rakyat mudah menemukan
pelayanan semakin cepat
kalau ibu cepat
kantor pemerintahanku 
ada ramai dan sepi
ramai bukan banyak layanan
sepi bukan hari libur 
di kantor pemerintahan
semua pamong pakai lencana
meniru pucuk pimpinan

Rabu, 04 Desember 2013

Suatu hari di Kantor Pos Besar

Tasinah

Suatu hari di Kantor Pos Besar 

Hari ini perangko habis 
Kilat dan tercatat
Atau khusus kiriman luar negeri
Ada juga paket 
Per ons 
Senyum pagi salam satpam dipintu
Dan gaya pak pos mengetok stempel tanggal 
Kilat dan tercatat
Ribuan orang berkumpul di halaman 
Menerjang masuk kantor pos besar
Lalu melompat pagar 
Satu-satu mereka dipanggil , senyum si miskin dalam desakan
Kilat dan tercatat
Terik mulai membakar keringat
Apalagi panggilan belum kurun tiba
Haus menelan air liur belaka
Nama tak ada dalam data
Nenek-nenek itu pingsan seketika
Kilat dan tercatat
Kakek melompat pagar antrian 
Menyerbu petugas dalam kepanikan 
Per ons akan ditimbang
Untuk kiriman paket khusus reformasi kita
Lalu pak pos pun mengetok palu stempel dengan irama rock 
Memang hari ini perangko habis.

                                                                                                       Indramayu , 2008


Tasinah lahir di Indramayu 7 Oktober 1966, menulis puisi juga puisi anak , ceren anak. Sambil menjadi guru sekolah dasar di Indramayu.

Minggu, 01 Desember 2013

PUISI MENOLAK KORUPSI Jilid 3, Pelajar Indonesia

Penerbitan Buku
Kumpulan PUISI MENOLAK KORUPSI Jilid 3, Pelajar Indonesia

Salam,

Mencermati berbagai informasi serta menyerap banyak respon menyoal Gerakan PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK) utamanya dari kalangan pelajar, kami berencana menerbitkan Buku Kumpulan PMK Jilid 3 yang memuat karya para pelajar dari seluruh pelosok Indonesia.

Penerbitan tersebut mendesak dilakukan sebab makin maraknya tindak korupsi (hingga kasus-kasus terkini), di samping karena korupsi tidak bisa dihentikan dalam waktu singkat serta cenderung membutuhkan perjuangan yang lama dan panjang. Dari sudut pandang inilah pelajar sebagai generasi masa depan memiliki peran penting dan mendasar dalam membangun perikehidupan berbangsa & bernegara yang lebih bermartabat di jaman mendatang.

Proses penerbitan PMK Jilid 3 tersebut akan mengutamakan azas kemandirian berdasar manajemen yang transparan, guna mengawal fungsi & kedudukan puisi (karya sastra) sebagai pembangun watak dan moral manusia ke arah kehidupan yang lebih beradab dan berkebudayaan.

Penerbitan tersebut bersifat nirlaba, tanpa biaya dan terbuka bagi siapa pun yang berstatus Pelajar Indonesia dari tingkat SD, SMP, SMA, dan yang sederajat. Oleh karena itu kami memohon dukungan konkret kawan-kawan pelajar untuk mengirimkan puisi dengan syarat:

1. Puisi adalah karya asli, bukan jiplakan atau saduran (dikuatkan dengan surat pernyataan).
2. Puisi bertema korupsi, ditulis dalam gaya bebas (sesuai ekspresi masing-masing penulisnya).
3. Setiap pelajar diperbolehkan mengirimkan lebih dari 1 judul puisi.
4. Puisi disertai data diri, alamat (rumah & sekolah), copy kartu pelajar serta foto close up dikirim ke:
email: sosiawan.leak@yahoo.com
atau inbox FB: Leak Sosiawan
atau alamat: Sosiawan Leak, Jl. Pelangi Utara III, No 1, Perumnas Mojosongo, Solo 57127.
5. Puisi berikut perlengkapannya dapat dikirim sejak 1 Desember 2013 hingga 1 Pebruari 2014.
6. Puisi yang masuk akan diseleksi secara obyektif, serta diterbitkan pada 31 Maret 2014.
7. Pelajar yang puisinya lolos seleksi akan mendapatkan Buku Kumpulan PMK Jilid 3 masing-masing 2 eksemplar secara cuma-cuma.
8. Setelah perencanaan matang, Buku Kumpulan PMK Jilid 3 tersebut akan di launching secara mandiri & nirlaba di sejumlah kota di Indonesia dengan melibatkan penulisnya.
9. Ketentuan lain yang belum tercantum dalam edaran ini dapat dikomunikasikan langsung kepada kami.

Terima kasih, kami tunggu respon kawan-kawan pelajar. Semoga tuhan selalu melindungi kita.

Salam hangat, doa kuat!

Sosiawan Leak
(Koordinator Gerakan Puisi Menolak Korupsi)