TEKS SULUH


Minggu, 24 November 2019

Sarapan Pagi, Masih sedikit guru penulis sastra.

Sarapan Pagi,

Masih sedikit guru penulis sastra.

Oleh karena Itu badan Bahasa pada tahun 2017 menyelenggarakan lomba buku sastra untuk kalangan guru dan tahun berikutnya tidak menyelengarakzn lagi. Masalahnya yang menjadi peserta adalah kalangan penyair yang juga dari kalangan pendidikan.

Tetapi kita berharap Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus menggairahkan sastra Indonesia di departemennyta (PTK, guru dan siswa).

Namun apa dikata, Literasi hanya slogan belaka. Yang ada hanya pendistribusian buku-buku perpustakaan sekolah dan jarang dibaca siswa maupun guru.

Lomba sastra dan sejenisnya yang memberi harapan guru penulis sastra sangat kurang diselenggarakan. Bahkan ada yang dibumbui oleh sponsor sehingga sepertinya pemerintah tidak mengupayakan kegairahan guru penulis.

Guru Penulis sastra mungkin masih sedikit. Sedikitnya jumlah tentu karena tidak adanya program serius untuk guru dalam mengembangkan profesinya.

Jadilah guru penulis sastra tidak memiliki pengembangan yang baik yang didukung oleh pemerintah, padahal menulis sangat pentig bagi guru, terlebih menulis bacaan sastra.

Rg baguswarsono, 25-11-19

Selasa, 29 Oktober 2019

Iwak Kasatan (Ikan Kekeringan)

Iwak Kasatan (Ikan Kekeringan)

Pada kolam kolam ikan dan sungai kecil dengan yang jauh dari mataair, kemarau panjang menjadikan lumpur seperti batu pecah. Ikan yg bertahan dalam lumpur kering menjadi satu dengan lumpur yang membatu. Kemudian ikan menjadi tanah kering dan tak satu pun ikan di sungai itu.

Ikan tak kelihatan karena tlah menjadi tanah kering. Tidak ada teriakan ikan karena lebih baik memilih kematian.

Ketika peneliti mendatangi kolam kolan kering dan sungai kecil itu, hendak memastikan kematian ikan ikan, ternyata benar benar tak ada kehidupan di sana, bahkan lumut dan rumput sudah membubuk menjadi debu.

Beberapa bulan kemudian hujan pun tiba. Petani membaca awan. Jika berarak tandanya banyak ikan. Kemudian mereka berlari ramai ramai menuju sungai membawa seser penangkap ikan. Tawa gembira mereka mendapat wader (anak anak ikan) dan terdengar teriak gembira dari mereka ketika salah seorang menangkap ikan gabus besar.

Entah dari mana datangnya ikan Allahu alam tetapi itu memang ikan di kolam kolam dan sungai kecil itu.

Sebuah gambaran ekosistem itu tak mati jika manusia tak berulah. Biarlah alam sendiri tak perlu dicampuri atau dirusak. Seperti juga penyair biarlah hidup dan berkreativitas, kelak akan muncul kembali di masa yg akan datang dengan karya karya gemilang (rg bagus warsono)

Rabu, 18 September 2019

Perempuan Penyair Indonesia Hilda Winar Jiarahi sahabatnya Utuy Tatang Sontani di Moskow

Pada agustus 2019 Perempuan Penyair Indonesia Hilda Winar berkesempatan mendapat undangan di Rusia, Kesempatan ini ia gunakan untuk berjiarah sahabatnya penyair Indonesia Utuy Tatang Sontani di Moskow, berikut ceritanya.

Mitino

Ini pemakaman tak ada bandingannya di tanah air. Kalau kita tanya orang kampung berapa luasnya pasti dijawab segede alaihim!
Iya juga sih, dengkul saya rasa hampir copot berjalan sampai ke ujung jalan. Jauuuuuuh... mentok baru belok kanan menuju blok muslim.

A1 tempat dia berbaring, Utuy Tatang Sontani, seorang sastrawan eksil.
Utuy, karena perubahan iklim politik terpaksa jadi eksil dan terdampar di moskow.
Utuy kelahiran cianjur, seorang sastrawan ternama di masanya. Saya, yang orang minang tapi lama di bandung lalu merasa jadi orang sunda merasa punya hubungan khusus dengan Utuy maka berusaha menziarahinya. Kami sama sama orang Sunda.

Saya pergi ke Rusia di awal agustus, saat luka luka usai pilpres belum kering, hoax bertebar disana sini yang bisa saja menjadi abses dan pecah berdarah darah. Tentu ada rasa takut untuk pergi, takut tak bisa kembali.

Rg Bagus Warsono menyaksikan :

Nun jauh di sana Utuy Tatang Sontani berbaring. Tak ada satu sahabat apalagi rakyat Indonesia menjiarahinya. Jauh jarak jauh kemungkinan. Siapa peduli. Namun Allah Maha Bijaksana , batu nisan itu yg biasa dihinggapi serangga atas kemurahannya mengantarkan sahabatnya unt datang mengunjunginya. Aku lihat Kang Utuy Tatang Sontani tersenyum. Telah kedatangan orang tua Nyai sahabatnya, Hilda Winar, tertatih tatih menemukannya diantara ribuan yg berbaring. (rg bagus warsono)

Minggu, 15 September 2019

Brahmana Pamong Nagari

 Brahmana Pamong Nagari penyair yang menjadi pamong (abdi dalem) pada negara 

BRAHMANA SUSASTRA NAGARI

BRAHMANA SUSASTRA NAGARI Brahmana Susastra Nagari artinya penyair kerajaan yang terbaik. 

Minggu, 28 Juli 2019

SATRIASATRA-RIMBAWANNAGARI penyair pinggiran yg sengaja mengucilkan diri.

Sastrawan atau penyair dengan sebutan Satriasastrarimbawannagari adalah penyair yang bertama penyendiri dalam arti menguculkan diri tak tampak di khalayak umum. Contohnya spt Mas Yono Buanergis Muryono. Penyair ini layak mendapat sebutan Satriasastra Rimbawannagari. Orang yang slalu menyendiri di kesepian dan berusaha menjauh dari keramaian .

MAHASASTRA UTAMA penyair sepuh diatas 70 th yg masih hidup.

Penyair ini utamanya sudah sepuh artinya yang sudah berusia diatas 60 th. Penyair sepuh adalah penyair yang khawentar dengan kebijaksanaan yang cukup. Di Indonesia kita mengenal penyair-penyair sepuh dan terkenal sperti Sapardi Djoko Damono, Abdul Hadi WM, Taufiq Ismail dan lainnya angkatan 66 yang masih hidup. Di samping itu juga kelahiran th 50 kini sudah dianggap sepuh, kita mengenal penyair Wadie Maharief, yang kini menjelang 70 th , Sastrawan Eddy D Iskandar, Eka Budianta, dan sebagainya yang meski sudah sepuh masih terus bersastra.

SASTRAWATI- RATUPADMI perempuan penyair terhormat terpisah pergaulan karena ningrat.


JAKAUTAMASASTRA-PRATAMA penyair dibawah usia 40 th.


DARASASTRA- PRATAMI penyair remaja putri


EMPUTAMA- SASTRACAHYA-NAGARI penyair dengan karya menasional


BRAHMANA-SASTRA KAWI penyair penjaga tradisi nusantara.

Ciri-ciri Penyair ini menulis tentang tradisi budaya nusantara dan menulis dengan menggnakan bahasa daerah sebagai menjaga tradisi. Brahmanasastrakawi itu contohnya penyair Sarwo Darmono dan Riswo Mulyadi, Sarwo Darmono menulis geguritan dengan menggunakan bahasa jawa dan Riswo Mulyadi menulis geguritan bahasa banyumasan. Juga masih banyak yang lain Seperti Lanang Setiawan di Tegal, atau Dyah Setyawati yg sering membacakan puisi bahasa Tegalan. Pokoknya Brahmanasatrakawi itu menunjuk pada sastrawan atau penyakir yang menulis tentang kearifan lokal sebagai penjaga tradisi. Tentu saja masih banyak nama lain di pelosok nusantara ini.

Kamis, 25 Juli 2019

Ngiris Pulau Jawa karya Rg Bagus Warsono

Ngiris Pulau Jawa

                                                                                              Rg Bagus Warsono


Dan setiap kilometer melewati
aku disapa patok
masih jauhkan kotaku
sudah semakin jauh kota kutinggalkan
sawah menghijau
dan semilir angin lewat
jendela-jendela sepur
Aku benar-benar di Jawa
Dan gunung-gunung berhenti mengeluarkan air, dari mata airmu yang kering
Pohon-pohon jati berubah menjadi puing-puing tiang menyangga layang
daun-daunnya terhampar semen mengering
menjadi batu
dan batu menjadi akik
keras
mengeraskan hatimu
yang membutuhkan air
yang hanya menadahi hujan
setahun sekali
di Jawa,
di tanah yang diiris-iris
Esok tak lihat lagi petani,
Hamparan hanya beton bertulang
Esok tak lihat lagi hijau padi
Hanya burung-burung bermerk Jepang,
Angin tak lagi sepoy, tapi bau petralit terbakar
Sungai hanya mainan
pemborong bermata sipit
Dan danau hanya tipuan pemandangan
Jawa diiris-iris

Indramayu, 1 Maret 2018


Soeharto yamg di kenang.


Kamis, 11 Juli 2019

Jeruk limau jetuk sambal

Jeruk limau (sambal) itu tumbuh depan rumah daunnya mengering seolah akan mati. Buahnya pun berjatuhan . Ada yang masih hijau ada yg berwarna kuning kemerahan , spt alum. Aku kumpulkan yg jatuh dalam kantong kresesk. Kucoba pada anakku yang masih SD untuk menukarnya dengan bebek goreng (lamongan), kubonceng anakku untuk berani berkata pada pedagang bebek goreng itu menukar dengan nasi dan bebek goreng, kemudian aku sembunyi.
Anakku hanya diam , sambil mengulurkan kantong kresek berisi jeruk limau itu. Apa jadinya. ternyata pedagang itu mengulurkan uang lima puluhu ribu !
Anakku bingung, ingat apa yg diperintahkan olehku maka ia menunjuk bebek goreng !
Ternyata akulah yang salah menguji anak. Pedangan bebek goreng itu telah biasa membeli jeruk limau untuk pembersih tangan dari bau ikan/bebebk goreng. !
Dari pengalaman itu aku pelihara pohon jeruk yg mulai akan mati itu. (rg bagus warsono

Mobil dapat Kredit

Berikut dialog seorang ibu dan anak perempuannya dalam mobil bersama menantunya :

"Mobilmu baru, jan ibu seneng, lewat toll ya ndo?"
" Ya Bu, lewat toll, '
Kemudian anaknya menambahkan, "pengen punya mobil cara cepat ora nyelengi."
" Apa iku jenenge?"
"Krediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit" , jawab menantunya.
'Oh . ngemil?"
"Bukan , Bu, tapi gantung diri"
"Ya wis ora popo , wong koe seneng toh".

Dipikir juga gak bakal ketemu :

Dipikir juga gak bakal ketemu :

Seorang petani pisang ngobrol dengan seorang guru di pinggir jalan di samping kebun pisang.

Guru : "Pak, Apa yg Bapak katakan itu benar, yg jd menang itu Jokowi."

Petani: Nah sekarang Pak Guru baru sadar ya?

Guru itu tersenyum kecut, kemudian mengalihkan pembicaraan : " Wah! pisangnya lebat dan besar-besar , Pak ! Bagaimana Bapak menanam hingga buahnya lebat dan besar seperti ini? "

Petani : "Ha ha ha, ini juga berkat Jokowi, jadi buahnya lebat dan besar-besar !"

Guru : "Lho! apa hubungannya?"
(guru itu bingung dan berfikir tak masuk akal)

Petani itu tau apa yg ada di hati guru itu, lalu katanya sambil menepuk bahu Pak Guru:
"Pak Guru guru yang baik, dipikir juga gak bakal ketemu."

Guru : ?

Petani : " Ambil itu satu tandan untukmu !, Pak guru akan paham sampai di rumah.

Guru: Terima kasih Pak Jokowi.!
(sambil tersenyum guyon, mengangkat setandang pisang di sepeda-motornya .

(Rg Bagus warsono, 11-7-2019)

Tak masuk akal !

Tak masuk akal !

Karena berlayar mencari ikan tuna selama dua bulan maka seorang nelayan tak ikut memberikan suaranya dalam Pilpres:

Istri: "Pak, kali ini tidak seperti biasa, hanya cukup membayar utang. "

Nelayan: "Ya , Bu, syukuri saja, kan, masih bisa membayar utang.", kemudian, " Eh bu kabarnya pilpres yang menang siapa?"

Istri : "Katanya , Jokowi"

Nelayan: "Benar , Bu?"

Istri : "ya begitu berita di tv"

Nelayan: " Nanti sore anak-anak semua kita bawa ke pasar dan makan di restoran , Bu !"

Istri: "Lho, kan bapak tidak punya uang?"
(Ibu itu heran penuh tanya)

Nelayan : (Tersenyum sambil memandang sebuah gambar di dinding bilik)

Kemudian suami istri itu berpandangan dan tertawa :

Nelayan /Istri hampir berbareng : " Sip!!!"