TEKS SULUH


Minggu, 30 Desember 2018

Hujan, Tere Liye

Hujan

Hujan adalah Kisah tentang melupakan. Tentang Hujan. Novel ini adalah naskah awal (asli) dari penulis; tanpa sentuhan editing, layout serta cover dari penerbit, dengan demikian, naskah ini berbeda dengan versi cetak, pun memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Buku ini mendapat apresiasi tinggi dari media social. Seorang  pengamat buku , Abdurrachman M memuji buku ini sebagai berikut dalam goodreads: Begitulah cinta, ketika kita mengasumsikan kemungkinan terburuk bahwa kita hanya terlalu berharap dan dia tidak mencintai kita ternyata dia sedang mempersiapkan hal istimewa untuk kita. Namun, ketika kita sedang berharap dan merasa dia sangat mencintai kita, ternyata dia biasa-biasa saja dan tidak ada sedikitpun kita di dalam hati nya. Hujan adalah novel menarik dengan plot di masa depan mengenai cinta seorang gadis sederhana .kepada seorang super jenius di zamannya. Lail, seorang gadis yang bagaimanapun dicobanya perjuangan cintanya tetap sabar dan akhirnya menerima apapun yang terjadi. 
Tere Liye pengarang buku ini memberi kejelasan tentang hujan sebagai Tentang persahabatan,
Tentang cinta,Tentang perpisahan
,Tentang melupakan, Tentang hujan.
Tentang kehilangan dan penerimaan akan kehilangan itu sendiri, tentang persahabatan dan ketulusan dalam ikatan tersebut, tentang perpisahan dan cara menemukan jalan keluar agar tidak melulu galau dalam mengisi penantian panjang. Tokoh Lail mengajarkan pada saya bahwa dengan menolong banyak oarng adalah salah satu cara terbaik untuk merelakan kehilangan. Dengan memberi, kita sadar bahwa kehilangn bukanlah kepahitan hidup yang harus terus diratapi. Tidak, bukan seperti itu. Lail mengajarkan saya banyak hal. Juga Maryam. Sosok sahabat yang humoris dan selalu sanggup mencairkan suasana, selalu berada di samping Lail baik susah maupun senang, gadis berambut kribo yang berpikir dewasa, salah satu orang yang menjadi alasan Lail bertahan dari lelahnya berlari dan terjatuh dengan jarak 50 kilometer dalam hujan badai.

"Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan." - (Hujan, Epilog, hlm. 318)
“Hidup ini memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari, kapan kita akan berhenti menunggu (hal.228)”
“Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri, Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.” 
“Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu.”