TEKS SULUH


Tampilkan postingan dengan label lumbung puisi jilid III 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lumbung puisi jilid III 2015. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

Selamat atas terbitnya Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III 2015

Penulis Antologi Lumbung Puisi sastrawan Indonesia mengucapkan
Terima kasih Kepada :
Bapak Sosiawan Leak, dosen tamu fakultas sastra di beberapa universitas di Jateng, Bapak Drs. Wardjito Soeharso,MM. Widyaswara di Badan Diklat Profinsi Jateng, Ibu Dyah Setyawati , Tokoh perempuan penyair Indonseia di Tegal, Bapak Ali Arsy (Ali Syamsudin Arsi, MPd.) aktifis pendidikan di Banjarbaru Kalteng, Bapak Hasan Bisri BSC, tokoh penyair dan pimpinan sanggar sastra di Bogor Jabar, Bapak Budhi Setyawan, MPd. , aktifis pendidikan dan pimpinan sanggar sastra di Bekasi, Bapak Sofyan RH Zaid , Aktifis pendidikan serta tokoh penyair di Jakarta, Bapak Drs, Thomas Haryanto Soekiran, aktifis pendidikan dan pimpinan sanggar Sastra, Tari dan Teater di Purworejo Jateng dan Bapak Nurochman Soedibyo YS, SPd. ( Ki Tapa Kelana ) seniman di Tegal, dan segenap keluarga HMGM di Tanah Air , atas terbitnya Lumbung Puisi sastrawan Indonesia Jilid III 2015
Semoga amal ibadahnya mendapat imbalan dari Yang Maha Kuasa. Amien.
Hormat kami:
001. Roni Nugraha Syafroni. (Kota Cimahi )
002. I Putu Wahya Santosa (Kab.Buleleng)
003. Julia Hartini,( Bandung )
004. Ahmad Samuel Jogawi (Pekalongan).
005. Devi Yulianti Wafiah , (kab Bandung )
006. Ayu kusuma dewi,(Maumere,NTT)
007. Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru)
008. Ari Susanto,(Kebumen)
009. Osratus Sutarso (Sorong, Papua)
010. En Kurliadi Nf (Bekasi)
011. Sumrahadi (Munadi Oke)(Pesisir Selatan,Sumbar)
012. Hasan Maulana A.G (Subang)
013. Novia Rika Perwitasari. (Jakarta)
014. Budhi Setyawan, (Bekasi)
015. Ferry Willi Riawan (Surabaya)
016. Syarif hidayatullah, (Banjarmasin)
017. Fience Mokoginta,(Kotamobagu)
018. Anggi Putri, (Surabaya)
019. Niken Kinanti, (Pati)
020. Imam Khanafi, (Kudus)
021. Panji Subrata, (Pati)
022. Gampang Prawoto (Bojonegoro)
023. Nazri Z. Syah,(Aceh)
024. Akhmad Nurhadi Moekri (Sumenep)
025. BJ Aroki. (Pontianak)
026. Arif Rahman Hakim (Padang)
027. Aditya D. Sugiarso (Demak)
028. Ach.Shobirn ( Pontianak)
029. Taty Toeryanti Noer,
030. Aloeth Pathi, (Pati)
031. Kurnia Fajar (Wonogiri)
032. Alek Brawijaya (Teluk Kijing Sumatra Selatan)
033. Nuraini (Surakarta)
034. Alias, (Kendari)
035. Sofyan RH. Zaid (Sumenep)
036. Ukrowiyah (Kediri)
037. Markhatul Hamidah (Tangerang Selatan)
038. Syarifuddin Arifin (Padang)
039. Norool Fahriyah, (Pulang Pisau, Kalteng)
040. Dasuki Kosim (Indramayu)
041. Ayuning Tyas Muji Rahayu (Gresik)
042. Wahyu Hidayat( Banyuwangi)
043. Fitry Nurul Hanie (Medan)
044. Ni Made Rai Sri Artini (Kab Badung ,Bali)
045. Selendang Sulaiman (Badung Bali)
046. Yose Rizal Triarto (Cirebon)
047. Muakrim M Noer Soulisa (Maluku Tengah)
048. Sokanindya Pratiwi Wening (Aceh Utara)
049. Hasan Bisri BFC (Bogor)
050. Wadie Maharief (Yogyakarta)
051. Herlina Priyambodo (Jakarta)
052. Eddie MNS Soemanto (Padang)
053. Irawati (Pidie)
054. Dewa Sahadewa (Kupang)
055. Saifa Abidillah (Bantul)
056. Darman D. Hoeri (Malang)
057. Soekoso DM (Purworejo)
058. Joni Affandi (Cirebon)
059. Nurjanah Nasution (Medan)
060. Buana K.S (Sidoarjo Jawa Timur)
061. A. Rosidi (Sumenep)
062. Abu Ma’mur MF(sumenep)
063. Ikvan Hadi Prasetyo (Surabaya)
064. Alif Raung Firdaus (Jember)
065. Hartina Samosir (denpasar)
066. Edi Purwanto(Lampung Selatan)
067. Andre Wijaya (Binjai Sumatera Utara)
068. Tara Kartika Soenarto (Surakarta)
069. Imamah Fikriyati Azizah (Klaten)
070. Seruni Unie (Solo)
071. Tri Okta Argarini (Kediri)
072. Elvandarisa Astandi (Malang)
073. Purwanto (Surakarta)
074. Shonhaji (Sidoarjo )
Semoga Lumbung Puisi terus terpelihara bagi dokumentasi sastra terkini Indonesia. Salam Sastra Indonesia

Sabtu, 25 April 2015


Dengan Hormat,
Karya puisi Anda yang telah ditetapkan masuk dalam Antologi Puisi Sastrawan Indonesia Jilid III, berhak mendapat 2 buah buku dari panitia.
Sebagaimana pemberitahuan kegiatan ini, pendaftaran bersifat gratis tidak dipungut biaya apa pun termasuk penyeleksian oleh sastrawan yang ditunjuk. Serta promosi gratis di web dan blog kami juga tidak dipungut biaya. Sedangkan untuk biaya pengirimannya ditanggung peserta yang puisinya dinyatakan masuk yakni memberikan dana partisipasi pengiriman bukuyang disesuaikan dengan jarak rumah Anda dengan panitia (Indramayu) dengan jasa TIKI.
Jika tidak keberatan Anda dapat kirimkan ke rekening
BRI Cab Indramayu atas nama Agus Warsono, SPd no. rekening : 0028-01-001671-53-1

Jika tidak mengirimkan partisipasi biaya cetak dan pengiriman buku juga tidak apa-apa , karya saudara tetap terjaga di perpustakaan kami.
Pengiriman buku akan dimulai tanggal 3 Mei 2015 hingga sepenjang waktu.
Trimakasih .
Salam sastra Indonesia
Rg. Bagus Warsono

Kamis, 22 Januari 2015

Kiriman dari Papua : Lumbung Puisi sastrawan Indonesia Jilid III Osratus


PROTES YANG TERSULUT SALUT PADA PEREMPUAN LAUT

Osratus

“ Dut, dut…. Drudut, drudut. Umpan imut
terpagut ikan cucut penuhi
kebutuhan perut?
Lihatlah, perempuan laut!
Dia cemberut.
Dia bilang, engkau curang.
Engkau bilang, padanya
engkau sayang.
Tapi mengapa padanya engkau tarik insang?
Apakah menurutmu, engkau curang?
Menurutku
engkau tidak curang, ibu.
Maka, bicaralah. Kalau tak mau, ya sudah.
Telah kutanya pada hiu dan
lumba-lumba.
Kata mereka,
justru ibu yang telah berribu kali
dicurangi.
Cumi-cumi dan tengiri
juga bilang padaku,
bahwa dirimu perempuan laut yang
karena kebaikanmu,
seluruh biota laut
menjadikanmu sebagai ibu angkat.
Mereka salut padamu,
aku juga salut padamu,
hai penggayuh perau yang tangguh.
Mengapa si ikan cucut tiruan itu
tega permainkan dirimu, ibu?”
Sausapor, 15012015

Osratus

SESENDOK PROTES BUAT PEREMPUAN PENOHOK SAGU

“ Istirahat dulu, ibu.
Minum dulu
obat malaria dengan sesendok protes
yang kami ambil
dari (dalam) perut noken
kehilangan persediaan obat.
Proganil, dimanakah engkau proganil?
Klorokuin, ke mana engkau pergi?
Apakah engkau masih menuda
kunjunganmu ke parasit leptospirosis,
doxycycline?
Semoga cepat sembuh, ya buuu.
Supaya ibu menohok sagu
dengan bugar di badan.
Tapi, ibu termasuk perempuan
yang kondisi fisiknya
bagus.
Kalau tidak, ibu sudah
lama
ditusuk jarum infus di kota.
Ada pepatah mengatakan,
lebih baik mencegah daripada
mengobati :
Jam tidur jangan biarkan terulur
Makan teratur, jangan biarkan dia tergusur.
Mandi tengah malam, okelah kalau hanya semalam.
Malaria paling suka,
kalau kita kosongkan
perut.
Tidur
larut malam,
kepada kita dia bilang salut.
Kalau kita tiba-tiba merasa :
kecerdasan otak di atas angin,
mandi malam tidak masuk angin,
perut kosong terasa kenyang,
tidur tidak mengantuk tidak ,
mungkin itu gejala malaria.
Tapi tak usah takut. Malaria juga punya hati
Sebenarnya dia sayang pada kita.
Hanya, dia tak mampu melawan kebiasaannya.”
Sausapor, 15012015

Osratus merupakan nama pena dari Sutarso nama sebenarnya. Lahir di Purbalingga (Jawa Tengah), 8 Maret 1965. Tahun 1981, hijrah ke Sorong, Irian Jaya (sekarang Papua Barat). Sekarang Tinggal di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Penyair adalah Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Al-Amin Sorong (sekarang Universitas Muhammadiyah Sorong), lulus tahun 2001. Alamat penyair : Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tambrauw – Papua Barat. Jl. Warfaknik No. 01 Sausapor. Penyair adalah Kepala Bidang Transmigrasi pada Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Aktif menulis puisi sejak tahun 1980-an dan dipublikasikan ke Majalah Transmigrasi (1984-1989), Majalah Trubus (1982-1988), Tabloid Simphoni (1991), Swadesi (1991), Harian Berita Yudha (1990-1996), Majalah GONG (2005-2006) dan harian Republika (1997-2010). Majalah HORISON (2012 sampai sekarang).Penyair, juga seorang jurnalis, Pelukis, komikus dan kartunis lepas di beberapa media massa di Indonesia. Penyair pernah menjadi guru Bahasa Indonesia dan guru Kesenian di beberapa sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Kabupaten Sorong dan Kota Sorong (2001 -2010. Pernah mengikuti pelatihan program Pendidikan Seni Nusantara (PSN) pada tahun 2004, 2005 dan 2006) Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong (tahun 2006-2010). Mengantarkan mahasiswa menjadi juara I (satu) pada Lomba Cipta dan baca puisi dalam PORSENI untuk universitas dan perguruan tinggi se-kopertis Maluku dan Papua (tahun 2008). Tahun 2013 mulai menulis puisi untuk diplubikasikan ke harian KOMPAS.
Suka ·

Sabtu, 10 Januari 2015

Lumbung Puisi Jilid III En Kurliadi Nf

PEREMPUAN TRENGGALEK
Rin, acapkali rindu menanam sumur airmata di dadaku
Capung terbang melingkari bayang matahari
Sebab cinta adalah haluan bagi senyum kita di hari esok

: berenang di kolam matamu
Istikharahku kembali menguning
Membuahi telapak doa yang terus mengalir mengisahkan cinta dan cita

: aku berlari di padang cinta
keringat semakin basah saja lukanya
membunyikan sejenis nada nada runcing
yang berdiam dalam guritan tatap mata kita

: semenjak kamar ini sepi dari suaramu
aku sering mencari lubang rembulan
untuk bercerita
menuang sedikit malam pada pintu kamar
agar gelap tetaplah putih 
di desahan junub kita memenggal waktu
ketika ciumannmu sedikit hilang di bibirku
hambar paling dalam adalah surat
dari perih yang tak lepas
mengenalkan usianya pada deru sepi,  
karena ketika niat menggantung di jendela
hujan tiba-tiba pasrah disembunyikan oleh mata

: mendekatlah, lalu izinkanlah aku tidur di dadamu
sebagai zakat airmata yang tak linu
menyirami syahwatku yang telah lunas
membayar hutangku pada kemarau rindumu
Rin, acapkali kita mencampur mani kita di malam itu
Sebagai laut ibadah, agar pahala yang malaikat catat di rahimmu
Tetapalah surga yang penuh dengsn rukun kerinduan

: pinjamlah rembulan semalam,
aku ingin belajar tumbuh menjadi purnama
  agar cahaya tetaplah berakar di matamu

Rin, buanglah puisi ini pada tempatnya
Yaitu di dadamu yang syahwat dan belukar



2014








 Belum diseleksi








EMMA
Biarlah darahku habis emma
Puisi ini adalah mulut rindu yang menganga
Mencari bau hari di sumur doa
Membatalkan kata sebelum bersuara

Jika cinta ini adalah bekal menuju surga bersamamu
Maka akulah lelaki pengamal cinta
Juga pemegang kunci untuk sampai
Sebagai penghuninya

2015