TEKS SULUH


Senin, 22 Februari 2021

HASUBALI dan HASUTENan oleh Hadi Lempe

 MEMO UNTUK SUBALI


Subali tetanggaku tergolong orang kaya, dia sebagai bos besar dalam bisnis perkeriditan. Tak jauh berbeda dengan adiknya Sutenan lulusan sarjana ekonomi, pas saja ia membuka usaha sebagai pengepul barang bekas atau juragan rongsok kesohor. Subali dan Sutenan mendapat anugrah bisa berangkat haji.


Di kampung tempat tinggalnya, mereka sangat di kenal oleh masyarakat. Saat persiapan untuk berangkat haji, masyarakat di kumpulkan, dengan iring-iringan tabuhan gendang dan rebana Subali dan Sutenan di arak meriah, segala mantra dan do'a terlempar mengiring keberangkatan menuju tanah suci.


Sebulan di tanah suci, mekah sana Subali dan Sutenan mendapat gelar haji, juga namanya mendapat tambahan menjadi H.Ahmad Subali dan H.Ahmad Sutenan. Menjelang kepulanganya dari tanah suci, H. Ahmas Subali dan H.Ahmad Sutenan, mengabarkan pada keluarnya, agar bisa disambut meriah oleh masyarakat Tepat kepulangan H. Ahmad Subali dan H.Ahmad Sutenan, sepanduk, baliho serta hiasan bendera umbul - ramai penuhi jalanan.

Masyarakat berjejer menunggu kedatanganya. Dengan mobil mewah bersirene memamcar lampu biru H. Ahmad Subali dan H. Ahmad Sutenan berdiri di atas mobil dengan pengawalan khusus. Masyarakat riuh dengan teriakan-teriakan serta yel-yel Selamat kembali ke bumi kelahiranya Haji Ahmad Subali Selamat datang Haji Ahmad Sutenan Hidup, jayalah Haji Ahmad Subali, Haji Ahmad Sutenan, begitu riuh suara masyakat Terompet, gendang juga tebana tak kalah ramainya.


Tiba-tiba suara teriakan mecah keramain. tak lain suara Haji Ahmad Subali sendiri, dengan lantang berkata "Wahai saudara-saudaraku, ibu,bapak terimakasih atas sambutan kalian. Tapi tak perlu panjang menyebut namaku. Serentak riuh masyarakat berhenti, sejenak diam suasana sepi Masyarakat kebingungan saling pandang.


Tiba-tiba pula terdengan teriaknan seoran dari balik kemuruman orang " hidup Haji A Subali, Selamat kembali Hay A Sutenan. Sontak masyarakatpun bersama-sama bagailan koor melontarkan yel-yel HIDUP HAY ASU-BALI SELAMAT KEMBALI HAY ASU-TENAN ASUBALI ASUTENAN ASUBALI ASUTENAN

Pekalongan 20/2/21 hadi lempe

Sabtu, 20 Februari 2021

Kegiatan Temu Penyair Nusantara 7 di Pekalongan

 Menghargai setinggi-tingginya kepada Mas Hadi Lempe, Kang Zay, Lebe Penyair, Bambang Eka Prasetya dan teman penyair yang hadir di Pertemuan Sastrawan Nusantara 7 di Pekalongan 20-02-21 Semangat yang luar biasa meski dalam cuaca yang buruk kegiatan tetap dilaksanakan. Tiada lain adalah sebuah bukti pengorbanan dan keseitiannya pada sastra Indonesia. Ternyata dalam situasi pandemi dan banjir tak membuat mereka surut semangat sehingga pelaksanaan sukses dan menggembirakan.

Giat sastra Tahun 1981 di Bjm Kalsel dan Tahun 2021 giat sastra di Palangka Raya Kalimantan Tengah

Memori  pasar koran bundaran air mancur Banjarmasin tahun 1981. Foto dari kiri : Rusdi Aryadi, Subli Yani, Sukma F, Abd. Hamid, Tajuddin Noor Gani, Noor Aini Cahya Kairani (alm), yang jongkok : YS. Agus Suseno, Samsuni Sarman.Giat sastra Tahun 1981 di Bjm KalselDi depan RRI Nusantara III Bjm Kalimantan Selatan, Foto para penyair Kalsel sehabis dari Pasar Koran Bundaran Air Mancur menuju ke RRI Nusantara III jalan kaki, Foto dok Abdul Hamid di ambil Tahun 1981



Palangka Raya 2021 merupakan foto nostalgia dari kiriman Sanak Abdul Hamid yg tinggal di Kuala Kapuas Kab Kapuas Kalteng

 Giat sastra dari Tahun 1981 sd 2011 di Banjarmasin Kalimantan Selatan, 2012 sd 2018 stagnan baru pada akhir Desember 2019 kembali bersastra sd 2021.
Rentang waktu stagnan cukup lama saya waktu itu kerja di lapangan di Muara Teweh Kab Barito Utara Kalteng, Martapura Kab Banjar Kalimantan Selatan dan Kuala Kapuas Kab Kapuas Kalimantan Tengah. Sesudah enggak kerja di lapangan saya merawat saudara yg sakit hingga beliau wafat nah kenapa baru Tahun 2019 baru saya bebas merdeka. Bagaimanapun saya merindukan kembali ke habitat lama sebagai penyair hanya tempatnya yg berbeda dulu di Banjarmasin, sekarang di Palangka Raya.
Panggilan jiwa seni tak bisa di tawar lagi ini sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup selama beberapa dekade. Makanya kenapa saya sering ke Kindai Seni Kreatif Banjarbaru Kalimantan Selatan, ini sebagai adaptasi juga ke Akademi Bangku Panjang Mingguraya Banjarbaru Kalimantan Selatan
Palangka Raya 20/02 - 2021

Kulkul

 Tahun 1977 kelas 6 Sekolah Dasar aku ikut cerdas cermat dilombakan di RRI, keluargaku mendengarkan dari rumah, kebetulan aku juru bicaranya. Begini aku memulai : Regu C dari Sekolah Dasar Paoman V Kecamatan Indramayu Dengan juru bicara RG Bagus Warsono, disamping kanan saya ...Evita Erasari disamping kiri saya ...Indri Yuswandari , begitu teman pendampingku langsung menyebut nama diri, mereka berdua dipasang untuk membantuku membisikkan jawaban, yang sebelah kanan pintar matematika yang sebelah kiri pinter HPU.

Dewan jurinya orang yang sekaligus membacakan pertanyaan mereka adalah Soekardi Wahyudi , Wawan Hamzah Arfan, dan Ali Arsy tokoh pendidikan yang sekaligus guru sekolah menengah.

Masih ingat seorang yang menulis nilai di papan nilai dengan kapur tulis ia adalah Wardjito Soeharso, yang setiap babak membacakan jumlah tiap-tiap regu.

Sayang sekali kami bertiga tidak bisa menjawab tiga pertanyaan sekaligus di babak final, diantara pertanyan dari Dedari Rsia sebagai Juri Utama yang kali ini membacakan pertanyaan berturut-turut. Masih Ingat pertanyaan itu hingga sekarang. Apa nama alat komunikasi tradisional untuk memberi tanda kepada masyarakat di desa dari Bali. Dan kami bertiga tidak tahu bahwa jawaban itu asing bagiku, yaitu "Kulkul".

Hari itu kami pulang tanpa tepuk tangan. Aku tak mendengar ketika ibuku bercerita bahwa ibuku berteriak di depan radio "Kulkul !"

(nama 2 pelaku adalah direkayasa dengan nama penyair terkenal)


Sabtu, 13 Februari 2021

.Nur Khofifah Penyair Banyuwangi

104.Nur Khofifah

Nur Khofifah, S.Pd dengan nama pena Viefa lahir di Banyuwangi pada 10 Desember 1975. Aktif dalam kegiatan literasi. Penulis artikel dan puisi, naskah drama sekaligus menyutradarai. Memenangkan juara lomba menulis berita pada HAB Kemenag ke 74 di Banyuwangi. Mendirikan sanggar teater Kembang Lalang MIN 3 Banyuwangi tempat pengabdiannya sebagai guru. Nur Khofifah juga Pelatih yang produktif melahirkan juara untuk lomba cipta dan baca puisi, mendongeng, dan pidato di tingkat provinsi. Bentuk kepeduliannya terhadap pelestarian seni adat tradisi, Nur khofifah mendirikan sanggar seni tabuhan wadon Sekar Pembayun untuk meningkatkat potensi kaum perempuan dan tercatat sebagai satu-satunya sanggar seni tabuhan wadon di Banyuwangi. Buku pertamanya Kumpulan Puisi berjudul Asmara Mantra disusul buku kumpulan cerpen Sang Penari dan beberapa buku antologi lainnya, diantaranya Pancasila Sakti, Bangga Menjadi Guru, Antologi Pentigraf, New Antologi WFH, dll.


 

Rasuna, Penyair Kandangan Hulu Sungai Selatan

 117.Rasuna



Rasuna lahir dikota Kandangan Kalimantan Selatan. Alumni FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Duka Sekeping Hati merupakan kumpulan puisi karya tunggalnya yang diterbitkan pada tahun 2018.

Mengikuti antalogi Bersama antara lain: Maumang Makna di Huma Aksara (ASKS Kandangan 2017), Antalogi Puisi GURU tentang Sebuah Buku dan Rahasia Ilmu ( Gerakan Akbar 1000 Guru Asean Menulis Puisi) Perkumpulan Rumah Seni Asnur 2018, Tangisan Burung( Kumpulan Puisi Komunitas Guru Menulis Indonesia 2019), Perempuan di Atas Bukit(Kumpulan Puisi  Komunitas Guru Menulis Indonesia 2019) Rumput Kering ( Kumpulan Puisi Komunitas Guru Menulis Indonesia 2019) Sajak Cinta Untuk  PENEROKA ( Antalogi Puisi Anggota Perruas) 2019, Semerbak Hutan Seharum Ombak ( Antalogi Puisi ASKS Tanah Bumbu) 2019, dll


Rohani Athalla , Penyair Aceh Barat

 125.Rohani Athalla



Rohani Athalla, Lahir di Kuta Panjang, Aceh, 10 Juni 1985. Bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Aceh Barat Daya, adalah anak dari Bapak Muhammad dan Ibu Fatimah. Telah menikah dengan Zukriya Irfan dan memiliki dua orang anak, yaitu ; Athaillah Muhammad Irfan dan Aisyah Halwatuzzahra Ifran. Ibu yang suka Memasak ini, penggemar berat Buya Hamka dan Andrea Hirata, salah satu Buku Favoritnya adalah Tentang Perempuan karya Hamka.


Yus Harris Penyair Jombang

 160.Yus Harris



Yus Harris, adalah penulis yang memiliki nama asli Yustinus Harris Eko Presetijo, putra pertama yang lahir di Surabaya tanggal 14 April 1968 dari pasangan alm. Yulius Harsono Dwidjosiswojo dan Maria Paskalia Sukarti. Almarhum ayahanda dulu semasa hidupnya adalah seorang Tentara Nasional Indonesia berpangkat Pembantu letnan satu (Peltu) dan ibu adalah pensiunan perawat kesehatan yang sekarang tinggal satu kampung dengan penulis di Desa Mojongapit kecamatan Jombang.

Sejak di bangku Sekolah Dasar penulis sudah mempunyai hobi menggambar dan sering mengikuti lomba menggambar di sekolah dan antar sekolah di Surabaya, meskipun belum pernah dapat juara.

Menyukai menulis puisi ketika duduk di bangku kuliah tahun 1987 di IKIP Negeri malang dan belajar sendiri secara otodidak tanpa mengenyam pelajaran menulis sastra apapun. Tahun 1989 pernah mendapat undangan dari Perhimpunan persahabatan Indonesia Amerika untuk mengikuti pameran puisi. Beberapa karya puisi awal saat itu ( th 1987 – 1991) dipublikasikan  di koran kampus “Komunikasi” IKIP Negeri Malang, sempat juga muat di harian ibu kota “Swadesi”, tabloit GADIS, Kolom mahasiswa Jawa Pos, koran Surabaya Minggu, majalah “Penyebar Semangat”. Sempat berhenti menulis lama mulai tahun 1993 dan tahun 2017 mulai menulis lagi dan bergabung di Lingkar studi sastra Setrawulan  Mojokerto pada bulan April  2018 pada acara terminal sastra yang dipimpin oleh Bapak Indra T Kurniawan. Beberapa puisi pernah dimuat juga di Radar Jawa Pos Mojokerto, radar Jawa Pos Jombang dan juga di media online seperti Situs seni dan sastra Puisipedia pada hari Puisi nasional. Ada dua buah buku antologi yang tercatat di situs web Literanesia.com . Beberapa karya puisi tunggal penulis adalah : Bulan Merindukan Anak Ikan, th 2018 penerbit Temalitera Selendang Bianglala, th 2018 penerbit Temalitera. Mengenang Teman Kantor, th 2019, penerbit Boenga Ketjil, Surga KW 1, Th 2020, penerbit Boenga Ketjil Surga KW 2, Agustus Th. 2020, Boenga Ketjil Jombang Beberapa karya puisi bersama penulis Mojokerto al : Takziah Bulan Tujuh, Kitab Putiba mengenang Sapardi, th 2020 Dari Kisah pemburu Hidayah Hingga Kolak Pisang.Perempuan kencana ( antologi puisi 3 negara)

Dll


Alifah NH. Penyair Mojokerto

2.Alifah NH

Alifah NH. Seorang Pendidik dari Mojokerto ini telah menulis beberapa antologi. ‘Terima Kasih GURU’ catatan inspiratif 44 guru Indonesia bersama Media Guru. ‘Cerita Cerita dari Empunala’ kumpulan cerpen bersama Komunitas Penulis Sangkar Buku. 1000 Guru Menulis Puisi Asean’ rekor MURI bersama Rumah Seni Asnur. Beberapa kumpulan cerpen dan puisi bersama DJ center, juga menulis cergam. Membimbing siswa menulis buku hingga menerbitkan beberapa buku karya siswa. 


 

Marshelina Penyair Samarinda

 81.Marshelina



Marshelina, nama asli Mursinah Rahma Lina

Kelahiran Sampit, 23 Desember 1987

Suku Banjar. Ayah: M.Syarkawi (alm) Ibu: Basriah (almh) Anak ke-4 dari 4 bersaudara

Walau terlahir autis namun mampu bersekolah di TK Al Qur'an Aulia Sampit (tahun 1999)

SD Islam Datuttaslim Sampit (tahun 2000)

SLTP Negri 4 Sampit (tahun 2001). SLTP Negri 10 Samarinda (tahun 2003). SMK Kesatuan 2 Samarinda (tahun 2006). Sukses panitia lomba lintas alam sekota Samarinda tingkat remaja di bawah naungan PMR SMK Kesatuan Samarinda (tahun 2003 dan 2004)

Pernah belajar menulis Syair lagu di Suhada Record  (tahun 2011). Suka menulis dan mendengar musik sejak SD. pernah belajar puisi di KPO di bawah naungan WR.Academy ( juli 2020). Saat ini sedang belajar puisi di Asqa Imagination School sejak juli 2020 . Saat ini bergiat di Communitas Pena Terbang.


Jenika Widiya, Penyair Bekasi

70.Jenika Widiya

Jenika Widiya, SPd., Pendidik dan Penulis. Lahir di Bekasi, 19 Januari 1996. Beralamat di Perumahan Griya Family 3 Blok C2 No 30 Desa Karang Anyar, Kec. Karang Bahagia, Kab. Bekasi, Jawa Barat, Kode Pos 17530. Saat ini, penulis tercatat sebagai Guru Bahasa Inggris di SMP. Penulis tergabung aktif dalam Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya (KPPBR), Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS), Komunitas Yuk Menulis (KYM), Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB), Lumbung Karya Sastra Nusantara (LKSN) dan Media Guru Indonesia.

Penulis sudah memiliki 30 buku antologi bersama. Saat ini juga sedang proses menulis untuk beberapa buku antologi dengan penulis lainnya.


 

Indri Yuswandari Penyair Kendal

 

65.Indri Yuswandari

Indri Yuswandari yang asli dari Blitar dan sekarang tinggal di Kendal Jawa Tengah ini sudah menulis dan membaca puisi sejak bangku SMP. Waktu SMP dan SMA puisi Indri sering dimuat di majalah dinding dan buletin sekolah, Indri juga pernah menjadi juara dua Lomba Cipta Puisi seJawa Timur di RRI Malang waktu kelas dua SMA.

Sempat vakum selama dua puluh empat tahun,akhirnya pada tahun 2015 Indri kembali memberanikan diri tampil berpuisi di depan publik. Kecintaannya pada puisi telah membawanya ke banyak daerah-daerah dan kota besar di Pulau Jawa juga Ubud Bali.

Tiga antologi puisi tunggal.yang telah ditulis berjudul :

Lukisan Perempuan (2017)

Ini Hampir Pukul Tiga (2018)mendapat juara 3 Lomba Buku Kreatif Dapur Sastra Jakarta

TekaTeki Catatan Kaki (2019)

Puisi-puisi Indri juga dimuat dalam enampuluh antologi puisi bersama penyair Nusantara dan dua antologi Melayu/Malaysia

Selain menulis dan membaca puisi, Indri juga menulis cerpen, esai, bermonolog, berteater juga ikut bermain dalam film pendek.


Rissa Churria Penyair Bekasi

 118.Rissa Churria



Rissa Churria, lahir di Banyuwangi, 17  Februari 1972, biasa dipanggil Ummi Rissa adalah penyair yang saat ini tinggal dan menetap di Bekasi, Jawa Barat. Karyanya diterbitkan dalam buku kumpulan puisi tunggal, yaitu : “Harum Haramain” (2016), “Perempuan Wetan” (2017), “Blakasuta Liku Luka Perang Saudara”(2019),  “Matahari Senja di Bumi Osing” (2020). Puisi Rissa juga dimuat di berbagai media cetak, antara lain : Jawa Pos, Radar Banyuwangi, Radar Bekasi, BMR Fox Kotamobagu, Majalah Pemuisi-Malaysia, dan lain lain.

Selain itu puisinya juga sudah dimuat di lebih 80 kumpulan puisi Bersama sejak tahun 2014 , antara lain : “Indonesia Dalam Titik 13” (2013), “Ziarah Batin” (2014), “Wakil Rakyat” (2015), “Memandang Bekasi” (2015),  “Ambarawa Seribu Wajah” (2016), “Sastra Lembah Ijen” (2017), “Teksi : Kumpulan Antologi Cerpen Seram dan Thriller” (Penulis Malaysia, Singapura dan Indonesia : 2018), “Jazirah” (Festifal Sastra Internasional Gunung Bintan 1 – 2018), “Doa Seribu Bulan” (Antologi Puisi ASEAN 2018), “Negeri Bahari” (Negeri Poci – 2019), “Segara Sakti Rantau Bertuah” ( Festival Internasional Gunung Bintan 2019), “Cincin Api” (Balai Pustaka Jawa Tengah – 2019), “Di Kaki Gunung Bintan” ( Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019), “Splash The Unrimitting Drizzel” (22 Penulis dari India, Pakistan, Bangladesh, Indonesia- 2019, dll.


Arnita Penmyair Bandung

 13.Arnita 



Arnita lahir di bandung 15 juli 1982, perempuan yang mulai suka menulis sejak SMP dan fokus menerbitkan buku dari tahun 2009, sudah tergabung di beberapa antologi puisi selain menulis juga aktiv mengikuti kegiatan sastra dan masuk komunitas sastra di bandung.


Asih Minanti Rahayu, Penyair Cilacap

 

17.Asih Minanti Rahayu

Asih Minanti Rahayu adalah seorang pecinta seni, sastra dan agama alumni Sastra Inggris UGM. Aktif membuat antologi puisi. Antologi terbaru diantaranya “Bulan, Senja dan Angin” bersama guru penulis se-Indonesia dalam Komunitas Puisi Jingga, antologi “Corona Gone with the Poetry” bersama penulis 9 negara, dan “Corona:Penyair Mencatat Peristiwa Negeri” bersama Lumbung Puisi. Puisinya setiap bulan tampil di web-web komunitas, seperti Pundi, Genial dan Suara Muhammadiyah. Selain puisi aktif membuat skenario film dan bermain peran dalam film-film lokal. Akting terbarunya bersama anak Difabel. Karya film perdananya berjudul “Aku Ingin Sekolah” tampil di teve-teve lokal.”.


Wiwin Herna Ningsih Penyair Bandung Barat


 157. Wiwin Herna Ningsih 

Wiwin Herna Ningsih, Saya bekerja sebagai guru sekolah dasar di Bandung Barat

Hobi saya membaca menulis dan traveling

Buku solo saya terbit tahun 2018 dan buku antologi bersama ada 11 buku

Saya pernah membaca puisi sekabupaten Bogor hanya mendapat juara ke 3 saja hadiahnya berupa uang saja


Anisah Penyair Magelang

 

10.Anisah

Anisah, lulusan D3 IKIP Yogyakarta, S1 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta,Magister Universitas Islam Indonesia, Penulis Buku Antologi Puisi tunggal Tari Soreng tahun 2020, penulis buku antologi puisi bersama, Tadarus Puisi IV, tahun 2019, Anak Cucu Pujangga, tahun 2019, Indonesia Journey, tahun 2020, penulis artikel dan berita pada Majalah Rindang, tahun 2010 & 2020.


Khalidah Ali Z Penyair Martapura

 

73.Khalidah Ali Z

Khalidah Ali Z yang lahir di Martapura Kalsel Tahun 1972 silam seorang Ibu Rumah Tangga dengan bersuami bernama Rahimi Ruzhan dengan memiliki 5 

( lima ) orang anak. Aktivitas menulisnya dimulai sejak bergabung di FB tahun 2013 dan bergabung dari Group ke Group dengan menjadi Pembelajar dari mengamati tulisan demi tulisan anggota Group.


Raden Rita Maimunah, Penyair Padang

 


115.Raden Rita Maimunah

Raden Rita Maimunah, lahir tanggal 2 Pebruari di Cianjur, Jabar, besar di kota Padang. Menulis puisi dan fiksi sejak 1977. Buku puisinya yang telah terbit berjudul "Tak Ada Kata" (2018).senandung luka ( 2018).

Puisinya mengisi puluhan  Antologi Bersama Nasional/regional  sejak tahun 2015 seperti :  “Patah Tumbuh hilang berganti” Palagan Pres 2015, Antologi Puisi “ Memo untuk Wakil rakyat” Forum sastra surakarta  November 2015, Antologi Puisi “ memo anti teroris” forum sastra surakarta  april 2016, antologi puisi “ Memo antyi kekeran terhadap anak-MAKTA”  september 2016, Antologi Puisi “Tadarus Puisi” 2017, Antologi GSM “ Gema Sonia Temasik” 2017, Antologi Puisi “Aceh 5;03 6,4 SR “April 2017, Antologi Puisi “Puisi menolak Korupsi 6-PMK 6”, Forum sastra surakarta Juli 2017, Antologi cerpen “ selendang mayang “ AWWA-Asean Writer’s Associsation, Juli 2017, Antologi Puisi “ Tema bebas “ Hidden Publisher Juli 2017, , Antologi wangian kembang Persatuan penyair malaysia 2018, Zamrud Khatulistiwa KKK, 1 Februari 2019’. Penyair cantik dengan Karya cantik Penebar media Pustaka 30 Okt 2019, Wong Khentir ( Lumbung Puisi sastrawan Indonesia  Edisi Spesial 2020 ), Antologi Puisi Harapan 10 Februari 2020, dll 


Dwi Wahyu Candra Dewi Penyairt Blora

43.Dwi Wahyu Candra Dewi

Dwi Wahyu Candra Dewi. Lahir di Blora, 8 Mei 1983. Penulis 1983 merupakan tenaga pendidik di Univ. Lambung Mangkurat Banjarmasin. Menulis puisi baginya merupakan kesempatan untuk menyuarakan kata hati dan pikiran. Karya puisinya ada di beberapa buku antologi bersama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, antologi bersama Teater Kail, antologi bersama Komunitas Yuk Menulis dan beberapa karya puisinya mendapat penghargaan oleh Union Mundial de poetas por la paz y la libertad. Ruang menulis karya sastra semoga selalu terbuka untuk memperbaiki peradaban dan menambah keberkahan. Fb: Dwi Wahyu Candra Dewi.


 

Aisyah Rauf Penyair Bulukumba

 7.Aisyah Rauf



Aisyah Rauf, S.Pd, adalah penyair yang tingal di Bulukumba .Namanya tercatat diLumbung Puisi Sastrawan Indonesia.


M Johansyah Penyair Tanah Bumbu

 


80.M. Johansyah

M. Johansyah berdomisili di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu – Kalimantan Selatan. Aktif menulis sejak SMP hingga sekarang. Turut membidani lahirnya Komunitas Sastra, yakni Bagang Sastra Tanah Bumbu sebagai ketua pada periode 2016 s/d 2018. Komunitas yang mewadahi penulis puisi, cerpen, novel, esai dan theater se Kabupaten Tanah Bumbu. Keberadaannya mampu mendongkrak dunia literasi dan karya sastra, sebagai berikut :; 1. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Tragedi Buah Manggis (2011); 2. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Bentara Bagang (2012);3. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Silhuet (2013); 4. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Mengurai Ombak Mengapai Riak (2016); 5. Kumpulan Cerpen Penulis Tanah Bumbu Coklat Mappanretasi (2016); 6. Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu Percakapan Laut Di Sungai Kusan (2016); 7. Antologi Puisi Bersama Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) sejak thn. 2011 s/d 2020

8. Antologi Puisi Penyair Kalimantan Selatan Hutan Hujan Trofis (2016); 9. Antologi Puisi Nasional Banjarbaru Rainy Day Literary Festival (2018)

10. Antologi Puisi Nasional Banjarbaru Rainy Day Literary Festival (2019); 11. Antologi Puisi Penyair Kalimantan Selatan Sepanjang Siring Laut (2018)12. Antologi Tadarus Puisi Banjarbaru se Kalimantan Selatan (2018 & 2019); 13. Antologi Puisi Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua kerjasama Prodi Pendidikan IPS ULM Banjarmasin (2020)

14. Antologi Bersama Penyair Indonesia Mencatat CORONA (2020); 15. Antologi Bersama Penyair Nasional Sayur Mayur (2020); 16. Antologi Puisi Kuliner Nasional Gabin Barandam (2020)


Budi Riyoko Penyair Banyuasin

 31.Budi Riyoko



Budi Riyoko, adalah penyair yang tinggal di Banyuasin. . Namanya dicatat di Lumbung Puisi sastrawan Indonesia dalam beberapa antologi Bersama nasional.


Putri Bungsu Penyair Karanganyar


 110.Putri Bungsu

Putri Bungsu, guru yang gemar membaca, menulis, dan avontur. Namanya masuk dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia dengan nama aktanya Tusilah. Menerbitkan buku puisi tunggal Ketika Aksara Bicara (2017) dan Detik Akhir (2019). Bergabung dengan banyak komunitas dan telah menerbitkan lebih dari 50 buku antologi bersama berupa puisi, geguritan, cerpen, cerkak, esai, maupun resensi. Mengikuti Konpen Malaysia dan menghasilkan antologi puisi Wangian Kembang. Mengikuti Wisata Puisi Brunei menghasilkan buku antologi Gadis Kampung Air, A Skyful of Rain (Banjarbaru) dan puluhan buku lainnya. Suka menulis untuk media pendidikan seperti Inspirasi, Inspirator, Luhur, Titis, Saraswati, Radar Pos.


Herman Suryadi Penyair Bengkulu

 

57.Herman Suryadi

Herman Suryadi, S.Pd., M.Pd. dilahirkan di Bengkulu, 16 Juni 1960. Memasuki Pascasarjana (S-2) Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Bengkulu, 2009.Tahun 1988 – 1998 mengasuh acara siaran “Pelangi Sastra” di Radio Khusus Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu. Sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Bengkulu (1989-1991). Penulis tetap kolom cerita mini berbahasa daerah Bengkulu, “Kecek Kito Ajo” di Harian Semarak (1992), “Kecek Tobo Kito” di Mingguan Tobo Kito (1999)  dan “Celoteh Selengek” di Harian Bengkulen Pos (2005-2006).Buku Fiksi Prosa terbit tunggal yaitu: Novel Remaja“Bahana Camar dan Cemara” (Balai Pustaka Jakarta, 1995) meraih juara II tingkat nasional tahun 1993 di Pusat Perbukuan, Jakarta, Novel Anak “Ketika Raflesia Berbunga” (Adicita  Yogyakarta, 2001), Buku dongeng “Mastodon versus Monster” (Menara Mega Perkasa Banten, 2001). Buku Cergam Anak “Putri Gading Cempaka”, “Balai Buntar”, “Benteng Marlborugh” (PKK Provinsi Bengkulu, 2004 dan Citra Sahabat Bengkulu, 2010). Kumcer Anak “Gerhana Bulan di Danau Dendam” (Oksana Sidoarjo, 2014), Kumpulan Cerpen Dewasa “Penghuni Taman Hati” (Pustaka Puitika, Yogyakarta, 2015), Novel Anak “Jatra dan Zoria” (Vio Publisher Medan, 2015), Kumpulan Puisi Anak “Aku Ingin Jadi Presiden” (Wanda Putra Persada Semarang, 2002), Kumpulan Puisi Anak “Simfoni Tanah Lahirku” (Oksana, 2014), Kumpulan puisi “Potret Diri di Bawah Tenda Bunda” (Oksana Sidoarjo, 2015), “Tukang-Tukang dan Dendam Danau Dendam” (Soega Publishing Bojonegoro, 2015), Kumpulan puisi “Sakura dan Raflesia” (Kaifa Publishing Bandung, 2016), Kumpulan puisi “Selamat Pagi Bengkulu” (LovRinz Publishing Cirebon, 2019) Kumpulan puisi “Gairah Bulan Merah Daerah” (LovRinz Publishing Cirebon, 2019), Kumpulan puisi “Semburan Dusta” (LovRinz Publishing Cirebon, 2020). Menulis  di banyak antologi bersama nasional sejak tahun 1991. Antologi Cerpen diantaranya : “Sosok Hebat Itu Berlabel Emak” (Halaman Moeka Jakarta, 2012), “Batu Akik Cempaka Merah” (Oksana Sidoarjo, 2015). Karya Non Fiksi edukasi. Pernah Mengikuti  “Pertemuan Sastrawan Nusantara” di Sumatera Barat (1997), “Pertemuan Sastrawan se-Sumatera” di Padang (2003), Kongres Bahasa Indonesia VIII di Jakarta 2003, Kongres Bahasa Indonesia IX di Jakarta 2008, Kongres Bahasa Indonesia X di Jakarta, 2013. Sebagai peserta Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) III di Jakarta, 2020. 


Ahmad Zainuddin dan Edison P. Malau penyair Sumatera Utara

 

28.Ahmad Zainuddin 

Ahmad Zainuddin Ujung lahir di Desa Pasi , Kecamatan Berampu , Kabupaten Dairi, 21 Maret 1989. Pendidikan dasarnya di tempuh di SDN No 033911 Belang Malum, jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di selesaikan di SMP N 3 Sidikalang , jenjang sekolah menengah atas ( SMA) di selesaikan di SMA N 2 Sidikalang , Kabupaten Dairi. Gelar sarjananya di peroleh dari Universitas Negeri Medan ( Unimed) pada tahun 2012 dengan menyandang gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pada tahun 2013 penulis terpilih menjadi salah satu guru daerah terpencil dalam program SM3T penempatan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Pada tahun 2014 penulis kembali ke tanah kelahirannya dan menjadi tenaga pendidik di SDN No 030277 Teladan Sidikalang pada tahun 2016. Sekarang penulis aktif mengajar di SDN No 036562 Ponjian. Penulis aktif mengikuti kelas belajar puisi dan mengikuti beberapa event lomba puisi dan telah menghasilkan beberapa karya . Saat ini penulis juga sedang menyelesaikan cerita bersambung dalam bahasa daerah Pakpak dengan tema pendidikan berjudul Mersikkola Tikan Arnia ( sekolah pada zaman dulu). Penulis sudah menetaskan satu buah buku puisi tunggal yang berjudul “SANG PENEROKA DI NEGERI ANDALAS “ dan beberapa buah buku antologi . Penulis juga aktif di kegiatan kegiatan olah raga dengan tercatat sebagai anggota ISORI Kabupaten Dairi.Di samping itu penulis juga aktif di kegiatan literasi,bersama dengan rekan –rekan lintas profesi penulis mendirikan rumah baca literasi.



44.Edison P. Malau

Edison P. Malau, lahir di Dusun Napambelang, Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, 1 Maret 1977. Lulus dan tamat dari Sekolah Dasar (SD) 030372 Soban tahun 1990. Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan tahun 1993 dari SMPN 1 Siempat Nempu. Melanjut ke Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri 1 Sidikalang dan lulus pada tahun 1996.

Sejak kelas 2 SMP, penulis sudah mulai suka menulis. Tulisan konyol sering tertulis di dinding sekolah dan rumah dengan kata-kata yang dianggap bagus saat itu dan berharap dibaca oleh banyak orang. 

menulis di media cetak terbit 2 kali seminggu, terbit mingguan, terbit harian dan sampai saat ini masih aktif menulis di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) terbit di Medan Sumatera Utara, Jl Brigjen Katamso, Medan. Penulis pernah meraih Juara Harapan III pada Lomba Karya Tulis Jurnalistik tahun 2009 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tulisan dengan judul “Mengangkat Mutiara Bumi Turang” mendapat nominasi saat itu. Selain itu, tulisannya juga telah terbit di Harian Analisa dengan judul “Berkeliling Tao Toba”.

Sejak tahun 2016  mengajar Jurnalistik di 2 sekolah yang berbeda, SMA St Petrus Sidikalang dan SMPN 1 Tigalingga. 


Jumat, 12 Februari 2021

Malu Aku, karya Rg Bagus Warsono

 Malu Aku

Aku tak bisa menulis puisi,

tapi ibu guru menyuruh, sulit aku memulai,

pulpen dipegang kata apa mulai ditulis.

kulihat teman telah menulis lebih sebait,

Penaku berhenti membekas titik.

Ketika teman sekelas hampir selesai

aku terdiam,

entah apa

kemudian pena itu menulis namamu!

Ketika ditunjukan guru di depan kelas,

puisiku hanya satu nama

namamu.

Sekelas tertawa

Dan aku malu selamanya.

(Rg Bagus Warsono) 

01/02/21

Sabtu, 06 Februari 2021

Penyair-Penyair diGembok

 


Nur Kofifah
Ria Mi
Budi Riyoko
Yus haris
Wardjito Soeharso
Putri Bungsu
Johansah

Dwi Wahyu Candra Dewi dan Eko