TEKS SULUH


Rabu, 07 Oktober 2015

Puisi Menolak Korupsi Bacaan yang Tak Lekang oleh Waktu

Ternyata Puisi Menolak Korupsi (PMK) yang digagas Mas Heru Mugiarso dan Mas Sosiawan Leak adalah puisi yang selalu hangat sepanjang waktu dimana pun tempat. Hal demikian karena seiring dengan perbuatan korupsi yang menjadi permasalahan umat yang tak pernah berhenti melakukan korupsi di kehidupan dunia. Ibarat air es, PMK seakan memberi siraman nafsu panas korupsi manusia yang melakukannya. Ini berarti ada prosentase pencegahan korupsi dari puisi - puisi PMK. Karena itu PMK patut mendapat apresiasi di kalangan anak muda (pelajar/mahasiswa) agar mereka dibekali 'air es PMK sebagai pencegahan agar kelak menjadi manusia yang anti korupsi setelah mereka terjun di masyarakat.
Roadshow-nya yang telah mengunjungi puluhan kota di Tanah Air slalu ramai dan menjadi sorotan media. Hal ini dikarenakan adanya pro dan kontra keberpihakan pada anti korupsi yang dirasa sangat berat untuk menjadi bagian yang berada di pihak anti korupsi. Padahal puisi hanyalah ungkapan rasa seni dan berkesenian, tetapi banyak orang enggan untuk 'bicara menolak korupsi. Maka Wajar dan diterima apabila Sosiawan Leak sendiri mengatakan bahwa PMK adalah sebuah gerakan moral lewat puisi tentunya.
Aku menaruh hormat, apabila ada insan pendidik yang jeli melihat Puisi Menolak Korupsi (PMK) dijadikan sebagai sarana pembelajaran. Seperti dilakukan perempuan penyair Sus Setyawati dan Euis Herni Ismail mereka menerima lembaganya sebagai tempat roadshow PMK . Ada 2 hal penting yang didapat , disamping siswa mempelajari sastra secara lagsung juga menanamkan karakter anti korupsi pada generasi muda asuhannya.
Di sisi lain penyair PMK bagai sebuah komunitas besar yang jelas memiliki kesamaan visi, yakni 'untuk kehidupan yang lebih baik di Indonesia. Sebuah cita-cita luhur agar apa yang diamanatkan dalam UUD 1945 dapat terwujud. Dan komunitas (penyair PMK) ini adalah warga negara pelopor yang berjuang untuk mewujudkan cita-cita itu melalui caranya tersendiri yakni bersyair.
Mereka adalah penyair-penyair yang getol menyuarakan menolak Korupsi. Ini terbukti dengan menyempatkannya untuk hadir di acara Roadshow PMK ,walau jarak begitu jauh tak mejadi rintanga utuk datang. Sebut saja misalnya penyair Mas Wage Tegoeh Wijono, Mas Arsyad Indradi, Mas Bambang Eka Prasetya, Mas Bagus Putuparto, Mas Bontot Sukandar, Mas Heru Mugiarso, Mas Wardjito Soeharso, Mas Syarifuddin Arifin Dua dan lain lain , juga tentu saja Mas Sosiawan Leak sang motor penggeraknya. Mereka tak semata-mata hadir sebagai penyair PMK tetapi juga memberikan semangat untuk menolak korupsi pada masyarakat dimana roadshow diselenggarakan.
Jika ada buku sastra yang paling banyak dibaca orang saat ini tak diketemukan kecuali buku Puisi Menolak Korupsi (PMK) yang diprediksi telah menembus 2 juta orang itu pada tahun 2014 lalu. Dan jumlahnya selalu bertambah seiring penambahan jilid dan roadshow PMK.