TEKS SULUH


Senin, 07 Oktober 2013

Mengenal Sides Sudyarto DS

Sides Sudyarto DS terlahir sebagai Sudiharto, tanggal 14 Juli 1942 di Desa Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Pernah Sekolah Guru dan jadi guru Sekolah Dasar di Pekiringan, Tegal. Sambil mengajar sekolah lagi di SMA PGRI Tegal, jurusan Sastra Budaya. Hijrah ke Jakarta, bekerja sebagai penarik becak selama dua tahun, berpangkalan di Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat. Sambil menarik becak kuliah di Universitas Indonesia, jurusan Sastra Belanda (pagi). Sorenya kuliah di Akademi Bahasa Asing (ABA) di Jl. Merdeka Timur 14, Jakarta. Kemudian alih profesi sebagai angota redaksi majalan Bobo. Selanjutnya menjadi reporter Harian Kompas, bidang seni budaya, kemudian beralih ke bidang Politik Internasional.
Sambil bekerja sebagai wartawan menulis di Majalah Sastra, yang dipimpin oleh H.B. Jassin, juga menulis di Majalah Kebudayaan Horison. Pernah menulis di Majalah Kartini, Budaya Jaya, Ulumul Quran, Harian Sinar Harapan, Harian Suara Pembaruan, Warta Harian, Harian Jurnal Indonesia, Harian Republika.
Pernah menulis dan menerjemahkan cerita anak-anak. Juga menulis buku puisi anak-anak: Lilin Lilin 45, Pahlawan Dalam Puisi, Pancasila Dalam Puisi. Menghasilakan dua buku kumpulan puisi, masing-masing Kebatinan dan Tiang Gantungan. Juga menulis fiksi: Rona Hati Kekasih (novel remaja) dan kumpulan cerita pendek berjudul Salat Lebaran Kawanan Tahanan Politik di Kamp Konsentrasi.
Pernah menjadi Redaktur Eksekutif harian Media Indonesia, Pemimpin Redaksi Tabloid Intelektual dan Pemimpin Redaksi Raya Kultura, sebuah bulanan pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan selama lima tahun terakhir keliling kota Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Tasik Malaya, Tegal, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, Den Pasar, Buleleng, Makassar, Lampung, Palembang, Medan, Pekan Baru, Padang, untuk ceramah sastra dan creative writing. Pernah melawat ke berbagai kota di Australia. Juga pernah ceramah Pancasila dan Kebudayaan untuk komunitas Neo Humanista di Sao Paulo, sembari berziarah ke rumah filsuf pendidikan Paulo Freire.
Sekarang (2009) ia telah menyelesaikan manuskrip buku Sastra Pembebasan Amerika Latin dan tengah menyusun buku berjudul Australia, Sebuah Negeri Puisi