TEKS SULUH


Jumat, 29 November 2013

Mariyana Hanafi

Elegi kekosongan ibu

ibu menatap kosong
terdiam di depan kain yang masih berayun
dia mencari putranya
yang dulu sempat ditimang kebersahajaan
tapi kini,entah dimana

oh ibu,tak perlu menunggu anakmu
mungkin dia berpesta di geliat waktu
merayakan titik-titik kemenangan
atau sedang larut pada euphoria reformasi
sudahlah,lebih baik lelap saja pada malam yang masih setia menemanimu

ibu menatap kosong
hatinya pilu,lumpuh
tak lagi mampu mengenali anaknya
dia lupa cara disayangi tapi mampu mengasihi
meski kini keriput menghampirinya
oh ibu,senjamu kini menanti

Banjarmasin,29 November 2013








Ibu di balik rindu

nak,duduklah di sini
kita mengeja senja lagi,seperti dulu
ketika kau merangkak dan terus menatapku
seakan kau meminta restu untuk bergerak

nak, aku rindu memangkumu
menyenandungkan romantisme burung-burung
diantara lirih detak juang yang kau dendangkan
aku rindu kamu ,nak

kini aku tak lagi mengenalimu
mana senayan yang dulu kita agungkan,sayang?
aku melihatnya hingar bingar tanpa sepakat
inikah wajah reformasi yang kau banggakan?

nak, mendekatlah
aku ingin mengecupmu dengan hangat
dengan semangat yang dulu berkibar gagah
seperti kibar sang saka di ujung langit
kemarilah nak,ibu menunggumu

Banjarmasin,29 November 2013