TEKS SULUH


Jumat, 18 November 2016

hanya dapat memberi puisi

Hanya karena kecintaan saja terhadap membaca. Puisi menjadi media yang asyik untuk dibaca, karena memiliki makna yang begitu banyak untuk diresapi, bahkan kadang menjadi kata semangat hidup yang dalam kata lain puisi itu hidup. Ia bisa menjadi 'kawan kemana pergi.
Demikian kami (Wadie Maharief, Heru Mugiarso, Thomas Haryanto Soekiran, Artvelo Sugiarto, Anggoro Suprapto, Wardjito Soeharso) hanya dapat memberi puisi sebagai dharma bakti kami pada Ibu Pertiwi.