TEKS SULUH


Jumat, 11 November 2016

Karya Sastra Merupakan Laga Mutu Diantara Penyair



Bersahabat bersamaku tentu akan lebih nyaman memahami jiwa dan sealiran. Menulis bagiku untuk masyarakat. Popularitas memang diperlukan tetapi utama adalah sumbangsih (bila tidak dikatakan ibadah) . Menurutku nama besar tak akan dicapai tanpa masyarakat membaca karya. Memberikan bacaan pada generasi penerus. Dan kelak suatu ketika nama akan disebut sekarang atau masa depan. Itulah tujuanku.
Penyair 'pinggiran (juga kepada diriku) tetap berkarya saja dan sebarkan karya pada masyarakat luas. Kita menulis untuk masyarakat jangan menulis untuk diakui penyair / kelompok penyair / kawanan para penyair yang sudah terkenal tetapi memiliki ego dan eksklusif diantara penyair Indonesia. Sebetulnya dalam diri manusia populair itu terdapat kearifan budi, tetapi lebih banyak lagi nafsu syaitannya. Karena itu jangan sampai Anda dipermainkannya.
Sebab karya sastra adalah laga mutu dan publiklah yang akan mengadili karya kita.     
Menghadiri kegiatan sastra itu penting sebagai sarana silaturahmi antar penyair. Jika berkesempatan ikuti. Karena itu komunitas kita. Kaum intelektual terpelajar yang berkarya sastra. Kegiatan adalah corong suara penyair. Ternyata komunitas penyair adalah orang-orang yang baik hati seperti pada gambaran karya puisinya. Semua terlihat sama-sama sebagai penyair. Yang membedakan adalah mutu karya Anda yang lebih bagus. Dan aku membaca dan mencatat bahwa Anda memang Jempolan ! (rg bagus warsono 11 Nofember 2016)