TEKS SULUH


Rabu, 12 April 2017

Puisi-puisi Ni Made Rai Sri Artini di Lumbung Puisi Jilid V



29.
Ni Made Rai Sri Artini

Laut Tak Bernama

Di laut tak bernama
Kita sesap segala rasa tanpa kata-kata
Hanya desah ruah
Di ranjang puisi-puisi lahir menggelinjang
Daftar mimpi yang kau tulis di bantal
Menunggu untuk dilunasi
Dalam temaram lampu, kita satu
Menyatukan mozaik mimpi dan ampas-ampas lelah menjadi nyala
Di laut tak bernama kita menjelma buih dan bara bergantian
Berenang ke segala warna
Harum nafas dari lubang hidung mengusir pengap dada
pengembara yang lincah lirih menari di lingkar puting
Di perbukitan, tebing dan lembah juga di gua yang bersembunyi
Dalam rimbun pepohonan
Di laut tak bernama
Kita menjelma sepasang sayap
Terbang ke setiap ruang bergetar dalam rimbun nikmat
Gua garbha telah menemukan penghuninya
Aroma narwastu telah menuntun kita
Ke arah cahaya yang paling terang
 (Tegaljaya, 27 Maret 2017)

 Ni Made Rai Sri Artini

Puasa

Setelah setahun berpuasa,
Malam itu di bawah temaram lampu kau datang
Kata-kata mati
Pikiranmu pikiranku berloncatan diantara nafas yang memburu
Detak jam makin larut
Bibir kita menyatu dalam kulum yang lapar
Tanda jeda kau ciptakan lewat sentuhan
Cukup lama kau berpuasa
Namun kau tak lupa cara berkelana
Juga cara menciptakan lengkingan dan tarian liar
Menuntaskan dahaga setelah setahun tak mencecap
Belantara keramat
Apa yang kita damba sekarang ?
Telah kita daki bersama gunung puisi yang tak terbahasakan
Di bawah temaram lampu
Huruf-huruf bisu dihanyutkan asin keringat
Desahan panjang pecah menjadi serpihan tawa
Di bawah temaram lampu
Kita berbuka puasa bersama
 (Tegaljaya, 28 Maret 2017)


Ni Made Rai Sri Artini , lahir di Denpasar Bali, 17 Nofember 1978, mengikuti berbagai antologi bersama nasional,  perempuan penyair ini tinggal di Jl. Raya Tuka No. 31 Dalung Kec.Kuta Utara-80361 Kabupaten Badung, Bali.