TEKS SULUH


Rabu, 06 Januari 2021

Puisi Munadi Oke di Gembok 2021

 Sumrahadi/Munadi Oke


Nikmati Sajalah

Nikmati saja gelapnya malam

Sebab pada jutaan orang ia mengajarkan bagaimana menghadapi terik siang

Lalu pada ufuk yang membuka hari, ia titipkan rahasia

bahwa setiap gulir waktu adalah makna

Dan pada kemilau siang,

kau dapati lelah tuk menikmati senyap malam

Hatihatilah, jangan terbakar oleh teriknya

agar dirimu tak menjelma hitam

Senyumlah pada senja

sebab ia sudi membasuh penat

mengantarkanmu ke peraduan

SH

Jakarta

Rintihan kepala yang terapung

Seonggok kepala terapung

Keruh air membawanya berkelana

"Tolong aku!! ",

Katanya kepada setiap mata...

"Sebentar, biar kuambil dulu bagianku, baru ku kasih kamu", kata cukong bejad sambil menghitung uang donasi.

" Pertahankan kepalamu di atas air, biar ku rekam untuk kujadikan berita utama" kata seorang reporter sambil membetulkan arah sorotan kameranya.

Sementara...

Di sudut lain...

Seseorang asyik menulis status di handphonenya, " Gubernur ga becus kerja, buktinya...masih banjir juga ", sambil kemudian mengambil gambar kepala yang terapung.

Lalu sepotong kayu menghantam kepala itu dan mendorongnya ke tepi liang kubur.

Masih ku dengar rintihannya, " Tuhan, tolong hancurkan juga manusia manusia tak beradab itu "

Hingga akhirnya aku tak mampu lagi menahan luapan air mata.


Munadi oke , Nama Lainnya Sumrahadi adalah penyair yang tinggal di Jakarta. Puisi-puisinya banyak mengisi berbagai antologi Bersama nasional dan regional.